Tes Air Liur Dapat Deteksi Kanker Mulut Sejak Dini

Kamis, 19 Desember 2019 - 18:50 WIB
Tes Air Liur Dapat Deteksi...
Tes Air Liur Dapat Deteksi Kanker Mulut Sejak Dini
A A A
JAKARTA - Penelitian terbaru menunjukkan bahwa tes air liur non-invasif dapat mendeteksi human papilloma virus (HPV) tipe 16, jenis virus yang terkait dengan kanker orofaringeal (OPC). Cara ini diklaim mampu mendeteksi kanker mulut dan tenggorokan sejak dini.

Teknik baru pengobatan tersebut bisa mendeteksi OPC dalam saliva pada 40% pasien yang dites dan 80% pasien OPC yang dikonfirmasi. OPC memiliki perkiraan kejadian 115.000 kasus per tahun di seluruh dunia dan merupakan salah satu kanker dengan peningkatan tercepat karena melonjaknya insiden terkait HPV, terutama pada pasien yang lebih muda.

"Sangat penting mengembangkan metode pengawasan untuk meningkatkan deteksi dini beserta hasilnya," kata peneliti utama Tony Jun Huang dari Universitas Duke, Amerika Serikat, seperti dilansir dari Times Now News.

Kanker yang terjadi pada bagian belakang mulut dan tenggorokan bagian atas sering tidak terdiagnosis sampai sel abnormal itu menjadi parah penyebarannya. Lokasi di mana kanker itu berkembang menjadi salah satu hal yang membuat para dokter sulit untuk meneliti selama pemeriksaan klinis berjalan.

"Keberhasilan deteksi HPV dari eksosom saliva yang diisolasi oleh platform acoustofluidic yang kami kembangkan menawarkan keuntungan yang berbeda, termasuk deteksi dini, penilaian risiko, dan skrining," kata Dr Huang dalam makalah yang diterbitkan dalam The Journal of Molecular Diagnostics.

Teknik ini juga dapat membantu dokter memprediksi pasien mana yang akan merespons terapi radiasi dengan baik atau mencapai kelangsungan hidup yang lebih lama. Dalam studi tersebut, para peneliti menganalisis sampel air liur dari 10 pasien yang didiagnosis mengidap HPV-OPC menggunakan metode tradisional. Mereka menemukan bahwa teknik ini mampu mengidentifikasi biomarker tumor pada 80% kasus ketika digabungkan dengan metode deteksi tradisional yang disebut tetesan PCR digital.

"Biopsi cairan saliva eksosom merupakan deteksi dini dan pendekatan penilaian risiko yang efektif untuk OPC," kata David TW Wong, peneliti dari University of California-Los Angeles.

Menurut para peneliti, teknologi ini juga dapat digunakan untuk menganalisis biofluida lain seperti darah, urin, dan plasma.
(tsa)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Nana Mirdad hingga Maia Estianty Ikut Resah
40 menit yang lalu
Sinopsis Billionaire...
Sinopsis Billionaire Girl vs The Fake Lover, Streaming di Aplikasi V+Short
1 jam yang lalu
Pantai Pasir Putih,...
Pantai Pasir Putih, Junior Chef, dan Petualangan Alam Warnai Liburan Keluarga di HOMM Laguna Bintan
1 jam yang lalu
Ussy Sulistiawaty Bongkar...
Ussy Sulistiawaty Bongkar Kepribadian Asli Andhika Pratama: Pendiam Banget
2 jam yang lalu
ADOR Turunkan Gugatan...
ADOR Turunkan Gugatan terhadap Danielle dan Min Hee-jin dari Rp510 Miliar Jadi Rp390 Miliar
3 jam yang lalu
Wardatina Mawa Tuntut...
Wardatina Mawa Tuntut Nafkah Anak Rp25 Juta, Bukan Rp500 Ribu
4 jam yang lalu
Infografis
125 Juta Orang Dapat...
125 Juta Orang Dapat Binasa Akibat Perang Nuklir India-Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved