Cegah Stroke, Ini Langkah Penting yang Harus Dilakukan!

Senin, 23 Desember 2019 - 10:14 WIB
Cegah Stroke, Ini Langkah...
Cegah Stroke, Ini Langkah Penting yang Harus Dilakukan!
A A A
JAKARTA - Dalam upaya pencegahan stroke, maka target tekanan darah pagi hari pengukuran tekanan darah di rumah (PTDR) adalah < 135/85 mmHg dan sebaiknya dilakukan pagi dan malam hari.

Pada pagi hari dilakukan 1 jam setelah bangun tidur. Tak hanya itu, pasien juga telah buang air kecil serta dilakukan sebelum sarapan dan sebelum minum obat. Jika melakukan olahraga, maka harus beristirahat dulu selama 30 menit.

Sedangkan pada malam hari, pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum tidur. Pengukuran tekanan darah dilakukan minimal 2 kali setiap pemeriksaan dengan interval 1-2 menit.

"Untuk diagnosis hipertensi diambil dari hasil pengukuran kedua pemeriksaan dalam waktu minimal 3 hari atau lebih (sangat dianjurkan selama 7 hari) yang berurutan. Pengukuran pada hari pertama diabaikan dan tidak masuk dalam perhitungan," kata spesialis saraf Dr. Eka Harmeiwaty, SpS.

Selama pengukuran, pasien tidak boleh berbicara atau mengobrol dan sangat dianjurkan menggunakan alat pengukur yang tervalidasi. Pengukuran dilakukan di lengan, bukan di pergelangan tangan kecuali untuk orang dengan obesitas, jika tidak tersedia ukuran cuff yang sesuai.

"Pengendalian hipertensi sangat penting dilakukan untuk menghindari terjadinya stroke serta mencegah stroke berulang (prevensi sekunder). Perlu diketahui bahwa 25% stroke yang terjadi merupakan stroke berulang," jelasnya.

Dari berbagai penelitian menunjukkan bahwa pemberian obat anti hipertensi secara bermakna dapat mengurangi risiko stroke dan stroke yang berulang untuk pasien pasca stroke dengan tekanan darah > 140/90 mmHg.

Ada beberapa golongan obat antihipertensi yang direkomendasikan untuk pencegahan stroke primer ataupun sekunder karena dapat mengurangi variasi tekanan darah dan bekerja dalam 24 jam atau lebih, diantaranya adalah golongan Calcium Channel Blocker (CCB).

"Salah obat yang termasuk golongan CCB untuk mencegah stroke adalah Nifedipine dengan teknologi OROS. Dengan teknologi Osmotic Controlled Release Oral Delivery System (OROS), obat cukup diminum satu sehari dan pelepasan dosis obat stabil selama 24 jam," tandasnya.
(tdy)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Ribuan Penonton Koplove...
Ribuan Penonton Koplove Fest Vol. 4 Nikmati Festival dengan Perlindungan MNC Life
9 menit yang lalu
Audy Item Hamil Anak...
Audy Item Hamil Anak Ketiga di Usia 43 Tahun, Iko Uwais Akui Lebih Protektif
38 menit yang lalu
Ruben Onsu Tak Kejar...
Ruben Onsu Tak Kejar Kemenangan Hak Asuh Anak, Ini Tujuan Sebenarnya
1 jam yang lalu
Pihak Ruben Onsu Siap...
Pihak Ruben Onsu Siap Jadikan Video Live Sarwendah Bukti di Sidang Gugatan Hak Asuh Anak
1 jam yang lalu
Petisi Boikot Sarwendah...
Petisi Boikot Sarwendah Tembus 95 Ribu Tanda Tangan, Ruben Onsu: Itu Konsekuensi Bukan Rekayasa
2 jam yang lalu
10 Tips Bikin Video...
10 Tips Bikin Video Review Tembus Jutaan Penonton ala Konten Kreator Riandi Lamusu
4 jam yang lalu
Infografis
Perbedaan Amnesti dan...
Perbedaan Amnesti dan Abolisi, Ini Tokoh yang Pernah Mendapatkannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved