Mengenal Bipolar, Gejala dan Usia yang Rentan Terkena

Rabu, 08 Januari 2020 - 14:16 WIB
Mengenal Bipolar, Gejala...
Mengenal Bipolar, Gejala dan Usia yang Rentan Terkena
A A A
JAKARTA - Bipolar yang juga dikenal sebagai manik depresi merupakan penyakit mental yang membawa suasana hati menjadi tinggi dan rendah serta perubahan dalam tidur, energi, pemikiran, dan perilaku. Orang yang memiliki gangguan bipolar dapat mengalami periode di mana mereka merasa terlalu bahagia dan berenergi, lalu pada periode yang lain merasa sangat sedih, putus asa, dan lamban.

Dilansir dari laman WebMd, di antara periode-periode itu, pasien bipolar biasanya terlihat normal. Disebut bipolar karena menggambarkan dua suasana hati yang sangat bertentangan yaitu tinggi dan rendah. Sementara kata manik sendiri menggambarkan saat-saat seseorang dengan gangguan bipolar merasa terlalu bersemangat dan percaya diri. Perasaan ini juga bisa menjadi pemicu si penderita cepat marah dan mengambil keputusan secara impulsif atau sembrono.

Selama mengalami periode manik, seseorang juga dapat memiliki delusi atau percaya pada hal-hal yang tidak benar dan berhalusinasi.

Hypomanic menggambarkan gejala manik yang lebih ringan. Di mana seseorang tidak memiliki delusi atau halusinasi, dan gejala tinggi mereka tidak mengganggu kehidupan sehari-hari. Sedangkan depresi menggambarkan saat-saat pasien merasa sangat sedih atau tertekan. Gejala-gejala itu sama dengan yang digambarkan dalam gangguan depresi mayor atau depresi klinis, suatu kondisi di mana seseorang tidak pernah mengalami episode manik atau hipomanik.

Kebanyakan orang dengan gangguan bipolar menghabiskan lebih banyak waktu dengan gejala depresi daripada gejala manik atau hipomanik. Ketika seseorang mengalami gangguan bipolar, biasanya dimulai ketika mereka berada di akhir masa remaja atau dewasa muda. Penyakit ini jarang terjadi pada anak-anak. Namun, gangguan bipolar dapat terjadi di dalam keluarga.

Pria dan wanita sama-sama berisiko mengalami bipolar. Namun, wanita agak lebih mungkin berisiko dibandingkan pria dan mengalami empat atau lebih episode suasana hati yang berbeda dalam setahun. Wanita juga cenderung menghabiskan lebih banyak waktu depresi daripada pria dengan gangguan bipolar.

Banyak orang "terjebak" dalam kondisi penyalahgunaan alkohol atau obat-obatan lain ketika mengalami manik atau depresi. Orang dengan gangguan bipolar juga lebih cenderung mengalami depresi musiman, gangguan kecemasan yang muncul secara bersamaan, gangguan stres pascatrauma, dan gangguan obsesif-kompulsif.
(tsa)
Berita Terkait
5 Cara Meningkatkan...
5 Cara Meningkatkan Kesehatan Mental, Salah Satunya Berbagi dengan Orang Lain
13 Tanda Seseorang Miliki...
13 Tanda Seseorang Miliki Masalah Kesehatan Mental
ESQ Ajak Siswa Peduli...
ESQ Ajak Siswa Peduli Kesehatan Mental, Salah Satunya Jadi Pendengar yang Baik
Jakarta Childrens Growth...
Jakarta Children's Growth Center dan Jakarta Adult Psychology Center One Stop Solution Kesehatan Mental
Jaga Kesehatan Mental...
Jaga Kesehatan Mental dengan Cerdik, Begini Caranya
Optimalkan Kesejahteraan...
Optimalkan Kesejahteraan Fisik dan Mental Anak di Usia Dini
Berita Terkini
Jisoo BLACKPINK Dinobatkan...
Jisoo BLACKPINK Dinobatkan Jadi Artis K-Pop dengan Wajah Tercantik, Aksi Donasinya Ikut Disorot
1 jam yang lalu
Betrand Peto Ungkap...
Betrand Peto Ungkap Momen Canggung Ruben Onsu Bertemu Sarwendah Sebelum Berangkat Umrah
1 jam yang lalu
Ruben Onsu Siap Daftarkan...
Ruben Onsu Siap Daftarkan Gugatan Hak Asuh Anak Usai Pulang Umrah
3 jam yang lalu
Kasus Hanania Group,...
Kasus Hanania Group, Awkarin Tegaskan Kerja Sama Hanya Barter Fasilitas Umrah
4 jam yang lalu
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan...
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan soal Kerja Sama dengan Hanania Group
15 jam yang lalu
Gaya Hidup Sehat, Konsumen...
Gaya Hidup Sehat, Konsumen Perkotaan Kian Selektif Pilih Pangan Harian
16 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved