Sop Lidah Bulukunyi, Resep Tradisional Tionghoa yang Melegenda

Sabtu, 25 Januari 2020 - 18:36 WIB
Sop Lidah Bulukunyi,...
Sop Lidah Bulukunyi, Resep Tradisional Tionghoa yang Melegenda
A A A
JAKARTA - Kelezatan sop lidah yang telah menjadi legenda di Sulawesi Selatan dapat dinikmati oleh wisatawan berbagai kota bila berkunjung ke Makassar. Terletak di Jalan Bulukunyi Makassar, rumah makan Sop Lidah Bulukunyi awalnya diduga berasal dari Kota Anging Mammiri. Namun, rupanya sop lidah Bulukunyi memiliki sejarah yang panjang dan bukan merupakan makanan khas masyarakat Makassar. Sop lidah Bulukunnyi merupakan sebuah warisan dari keturunan Tionghoa yang secara turun-temurun bermukim di Makassar.

Meski bukan berasal dari olahan resep asli bumbu Makassar, kelezatan sop lidah Bulukunnyi sulit disaingi oleh para pelaku usaha kuliner serupa. Bahkan, sop lidah di rumah makan ini telah melegenda karena rasanya yang khas dan telah melekat di hati para penikmat kuliner di Kota Daeng.

Pemilik Sop Lidah Bulukunyi, Agus Susilo, mengaku merupakan keturunan Solo yang kebetulan menikah dengan wanita keturunan Makassar. Pasangan ini menjadi awal mula lahirnya Sop Lidah Bulukunyi pada 2013.

Agus menceritakan, Sop Lidah Bulukunyi awalnya merupakan cabang dari Sop Lidah Lamuru. Rumah makan tersebut dirintis oleh Anggojong keturunan Tionghoa pada 1998. Karena semakin laris, Anggojong kemudian mewariskan resep sop lidah kepadanya, setelah sang pemilik meninggal.

Kini usaha kulinernya semakin berkembang di Makassar dan membuat siapa pun masyarakat Kota Makassar yang mencicipinya akan terus menjadi pelanggan setia. Rumah makan Sop Lidah Bulukunyi selalu mampu melayani banyaknya pelanggan yang datang setiap harinya.

“Dirintis oleh Pak Anggojong, dia ini orang Chinese , terus waktu dia meninggal diwariskan sepenuhnya. Dulu restorannya berlokasi di Lamuru dan sekarang di Bulukunyi,” tutur Agus kepada KORAN SINDO.

Kelezatan yang tersaji dalam semangkuk Sop Lidah Bulukunyi, kata Agus, tidak memiliki resep khusus. Dia menjelaskan hanya dengan membersihkan bahan mentah tersebut lalu memasaknya ke dalam air, lalu diangkat ketika belum terlalu masak akan menghasilkan kuah yang lezat dan khas. Lalu ditaburi dengan bumbu dan bahan dasar yang kesemuanya berasal dari pasar lokal, maka lengkaplah rasa Sop Lidah Bulukunyi sebagai masakan tradisional Tionghoa yang bercita rasa Sulawesi Selatan.

Agus menjelaskan, aneka olahan dasar bumbu dasar berasal dari pasar lokal Makassar dan beberapa jenis bumbu lain ada yang impor langsung dari Australia dan Ghana. Setiap hari, olahan daging untuk sop lidah di restoran ini mencapai 35-40 kilogram.

Di tempat ini, tidak hanya menawarkan sop lidah. Terdapat pula pilihan lain seperti pipi, daging, paru goreng, jantung, dan hati yang dapat dipesan dengan harga yang sangat terjangkau.

“Resepnya simpel sekali, bumbunyajuga. Masak pipi dan lidah sampai sekitar dua jam saja lalu angkat karena air hasil masak tadi itu enak. Racikan bumbu khas menjadi pelengkap rasa khas masakan Bulukunyi,” tambahnya. (Marhawanti Sehe)
(ysw)
Berita Terkait
Sabtu Ini, Bergabunglah...
Sabtu Ini, Bergabunglah dengan Arie Dwi Andika untuk Petualangan Kuliner Unik di Dapoer Ngebul!
Mencicipi Lezatnya Steak...
Mencicipi Lezatnya Steak di Ujung Timur Jawa Tengah
Kue Gandus, Si Kenyal...
Kue Gandus, Si Kenyal Bertopping yang Lezat
Menikmati Saoto Bathok...
Menikmati Saoto Bathok di Tengah Hamparan Sawah
Menikmati Lezatnya Olahan...
Menikmati Lezatnya Olahan Bakso, Bikin Ngiler dan Lidah Meleleh
Mencicipi Legitnya Bakpia...
Mencicipi Legitnya Bakpia Kolang-Kaling Khas Majalengka
Berita Terkini
Potret Alyssa Daguise...
Potret Alyssa Daguise Spill Tipis Baby Soso, Warganet: Bule Banget!
17 menit yang lalu
Bukan Keriput, Ini Tanda...
Bukan Keriput, Ini Tanda Penuaan Wajah yang Mulai Muncul di Usia 35 Tahun
2 jam yang lalu
Dokter Ungkap Bahaya...
Dokter Ungkap Bahaya Gula Berlebihan pada Anak, Bisa Turunkan Kecerdasan
2 jam yang lalu
Dokter Ungkap Cara Lepas...
Dokter Ungkap Cara Lepas dari Obat Darah Tinggi, Begini Caranya!
13 jam yang lalu
Film Menjadi Medium...
Film Menjadi Medium Inklusi, Empati, dan Ruang Kolaborasi bagi Anak Muda Indonesia
14 jam yang lalu
Tak Suka Film Horor,...
Tak Suka Film Horor, Rano Karno Nonton 'Ghost in the Cell' karena Dibujuk Istri
14 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved