Mau Survive di Tengah Persaingan? Terapkan 6 Hal Ini!

Kamis, 30 Januari 2020 - 12:38 WIB
Mau Survive di Tengah...
Mau Survive di Tengah Persaingan? Terapkan 6 Hal Ini!
A A A
JAKARTA - Di era yang penuh kompetisi seperti saat ini, seseorang memerlukan keahlian lebih untuk mampu bertahan dan berkembang. Terutama di dunia kerja. Enam cara berikut bisa "menyelamatkan" Anda dari belantara persaingan yang sudah sangat ketat.

Untuk memandu Anda agar bisa survive dan berkembang di industri yang saat ini digeluti, President sekaligus CEO Sotheby’s International Realty Philip White memberikan sejumlah saran. White sendiri dikenal sebagai profesional berpengalaman selama 40 tahun di bidang real estat, di mana perusahaan yang ia pimpin memiliki kekayaan bernilai miliran dolar Amerika.

Jadi, inilah enam hal yang disarankan White untuk Anda lakukan agar mampu bertahan dan berkembang di tengah kompetisi global, seperti dituliskan di laman Business Insider.

1. Cari keunggulan Anda sendiri.
Siapapun kompetitor Anda, mereka biasanya dianggap memiliki sesuatu yang membuat Anda iri. Ketimbang merasa tak mampu melampaui dia karena tidak punya skill atau bakat, lebih baik mencari keunggulan Anda sendiri, yang dirasa bisa dipersaingkan dengan orang lain. Kenali betul kekuatan Anda. Misalnya, pesaing Anda ternyata bukan public speaker yang baik, sementara Anda piawai di bidang itu. Cari kesempatan untuk Anda bisa menunjukkan kemampuan ini dan terus belajar untuk makin meningkatkan kapabilitas tersebut.

2. Datang dengan persiapan matang.

Biasanya ini berlaku di dunia olahraga, di mana atlet yang akan berkompetisi diharuskan siap untuk mengikuti pertandingan. Agar siap, diperlukan latihan yang konsisten dan pantang menyerah. Begitu pula di dunia kerja. Jadikan pesaing sebagai motivasi untuk memikirkan setiap detail dari persiapan yang harus Anda lakukan.

Menurut pengalaman Philip White, ketika klien prospektif perusahaan mulai membandingkannya dengan perusahaan lain, dia bakal mempersiapkan sebuah presentasi yang menampilkan nilai keunikannya.

3. Utamakan integritas Anda ketimbang kemenangan jangka pendek.

Di banyak area kompetisi, tak sedikit orang yang rela melakukan apa saja demi bisa menang. Mereka bahkan suka melanggar aturan atau mengambil jalan pintas. Mungkin mereka bisa sukses dengan cara-cara itu, tapi kesuksesan tersebut tak akan berlangsung lama. Menurut Philip White, membangun reputasi bisnis yang baik sangat penting untuk mendapatkan respek dari kawan ataupun pesaing Anda.

Boleh berfokus pada solusi, ujar White, tapi ingat bahwa ini lebih dari sekadar mendapatkan hasil akhir.

4. Respek pada kategori perusahaan Anda.
Saat memiliki uang, ego seseorang biasanya juga muncul. Tapi, itu bukan hal yang salah sepenuhnya. Ketika Sotheby’s International Realty dibeli 15 tahun lalu, kata White, perusahaan ini masih masuk kategori brand kecil. Buat White, tidak masalah dibilang kecil.

"Justru hal itulah yang memotivasi saya untuk bekerja keras membangun brand ini sehingga bisa seperti sekarang. Saat ini kami sudah memiliki hampir 1.000 kantor di 71 negara dan wilayah di seluruh dunia. Feedback yang jujur menjadi salah satu hal yang paling bernilai untuk mencapai kesuksesan," ujarnya.

5. Berinteraksi dengan orang-orang pandai dalam industri yang Anda geluti.

Dalam dunia industri, ada banyak organisasi ataupun acara yang memungkinkan Anda untuk masuk serta membuka jaringan dengan para profesional dari perusahaan lain. Walaupun bukan rival langsung, Anda tetap bisa belajar banyak dari mereka.

6. Luangkan waktu dan energi Anda untuk mempertajam kemampuan.
Semakin banyak pengalaman, semakin Anda terlatih untuk menunjukkan performa di bawah tekanan. Lakukan pula cross-training untuk mempelajari keahlian-keahlian baru yang akan memberi Anda keuntungan di kemudian hari.
(tsa)
Berita Terkait
Menembus Batas: Perempuan...
Menembus Batas: Perempuan dan Karir di Dunia Tambang
Pentingnya Kuliah S2...
Pentingnya Kuliah S2 untuk Memperluas Jenjang Karir
Mandiri Inhealth Buka...
Mandiri Inhealth Buka Jalan Karir Mahasiswa Kesehatan di Industri Asuransi
Laporan Grant Thornton...
Laporan Grant Thornton Women in Business 2023 : Dorongan untuk Keseimbangan
Cerita Perjalanan Karir...
Cerita Perjalanan Karir Alfie Alfandy
Start Up Punya Program...
Start Up Punya Program Akselerasi Karir, Ini Dia Rinciannya
Berita Terkini
Setelah Setahun Vakum,...
Setelah Setahun Vakum, D.O EXO Siap Comeback Solo Agustus 2026
1 jam yang lalu
Sinopsis Sinetron Terikat...
Sinopsis Sinetron 'Terikat Janji' Eps 73, Penyergapan Pecah Menjadi Baku Tembak dan Pertarungan Sengit
1 jam yang lalu
Dulu Dibully Karena...
Dulu Dibully Karena Pendiam, Kini Syawal Adha Raih Centang Biru TikTok dan Instagram
2 jam yang lalu
Konflik Memanas, Ruben...
Konflik Memanas, Ruben Onsu Ultimatum Sarwendah Soal Nafkah dan Hak Bertemu Anak
2 jam yang lalu
Ruben Onsu Siap Gugat...
Ruben Onsu Siap Gugat Hak Asuh Anak dari Sarwendah
3 jam yang lalu
Vicky Shu Sindir Calo...
Vicky Shu Sindir Calo Konser BTS Patok Harga Selangit, Kesal Oknum Menimbun Tiket
3 jam yang lalu
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved