Bisa Serang Hewan dan Manusia, Kenali Gejala dan Penularan Antraks

Jum'at, 31 Januari 2020 - 03:23 WIB
Bisa Serang Hewan dan...
Bisa Serang Hewan dan Manusia, Kenali Gejala dan Penularan Antraks
A A A
JAKARTA - Sebanyak 30 orang di Gunung Kidul, Yogyakarta, positif terserang antraks. Kasus ini terjadi di dua kecamatan berbeda, yakni Kecamatan Semanu dan Saptosari. Berdasarkan pengamatan, dilaporkan bahwa penyakit ini berasal dari bakteri bacillus anthracis saat mengolah pupuk kandang.

"Kalau untuk antraks masih bisa terjadi dan berulang di Gunung Kidul karena persoalan perilaku. Sebagaimana disampaikan bahwa mereka anggap ternak yang sakit itu, mereka enggak mau kehilangan. Yang sakit ya mereka cepet-cepet potong lalu dibagikan, dan bagi mereka itu amalan," ungkap Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes dr. Anung Sugihantono, M.Kes dalam keterangan resminya.

Lantas penyakit seperti apakah antraks itu?

Antraks merupakan penyakit yang disebabkan bakteri bacillus anthracis yang dapat menyerang hewan dan manusia. Masa inkubasi penyakit ini selama 7 hari, tapi umumnya berkisar antara 2-5 hari. Penyakit ini memiliki beberapa gejala dan tanda yang dapat diketahui. Namun, itu semua tergantung pada bagimana seseorang terinfeksi.

"Antraks kulit, masuk ke tubuh melalui luka atau luka lain pada kulit. Sejauh ini, ini merupakan jalan infeksi yang paling umum terjadi. Ini juga yang paling ringan. Dengan perawatan yang tepat, antraks kulit jarang berakibat fatal. Tanda dan gejala antraks kulit meliputi benjolan besar yang gatal menyerupai gigitan serangga yang dengan cepat berkembang menjadi luka tanpa rasa sakit dengan bagian tengah berwarna hitam, pembengkakan pada kelenjar getah bening dan sekitarnya," papar dr. Anung.

"Di sisi lain, pasien antraks pencernaan akan mengalami demam, mual, muntah darah, nafsu makan menurun, nyeri perut hingga diare berdarah. Sementara pada antraks pernafasan gejalanya demam, batuk, sesak nafas," lanjutnya.

Antraks bisa ditularkan melalui udara yang mengandung spora bakteri, makanan atau daging yang terkontaminasi bakteri antraks, rumput mengandung spora bakteri antraks, produk hewan mengandung bakteri antraks dan bahan pakan yang terkontaminasi bakteri antraks.

Tidak ada bukti bahwa antraks ditularkan dari orang ke orang, tetapi ada kemungkinan lesi kulit antraks dapat menular melalui kontak langsung. Biasanya, bakteri antraks masuk ke tubuh melalui luka di kulit. Seseorang juga dapat terinfeksi dengan memakan daging yang terkontaminasi atau menghirup spora.

"Maka upaya pemerintah, mereka menyiapkan dana untuk ganti biaya ternak hewan yang sakit agar tidak dipotong dan dibagikan. Jadi sapi itu bisa dijual seharga 3 juta saat sakit. Kemudian dipotong oleh jagal atau pemotong hewan yang memang spesialis hewan sakit. Ini yang harus dilakukan disamping transfer atau transportasi dari hewan, makan hewan, dan pupuk," tandasnya.
(nug)
Berita Terkait
Kementan Koordinasikan...
Kementan Koordinasikan Penanganan Kasus Anthrax di Gorontalo
Drummer Anthrax Mencoba...
Drummer Anthrax Mencoba Meluruskan Soal Pelopor Blast Beat
Bassis Anthrax Frank...
Bassis Anthrax Frank Bello Fokus Garap Debut Album Solo
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Berita Terkini
Indonesia Manufacturing...
Indonesia Manufacturing Symposium 2026, Membangun Sistem Enterprise
11 jam yang lalu
Album Baru Slank Republik...
Album Baru Slank Republik Fufu Fafa Resmi Meluncur, Sarat Kritik Sosial
11 jam yang lalu
Liburan Sekolah Penuh...
Liburan Sekolah Penuh dengan Keseruan: Menjelajahi Pesona Malaysia, Singapura & Thailand
12 jam yang lalu
Sinopsis Sinetron Terikat...
Sinopsis Sinetron 'Terikat Janji' Eps 62: Dipa Terus Memprovokasi Novan, Sementara Davina Merasakan Firasat Buruk
12 jam yang lalu
Shopee Campus Cup Diperpanjang!...
Shopee Campus Cup Diperpanjang! Waktunya All Out & Kumpulkan Poin untuk Bawa Kampus Kamu Jadi Juara!
13 jam yang lalu
Kini Merawat Kulit Jadi...
Kini Merawat Kulit Jadi Lebih Personal, Teknologi EXO3 Siap Manjakan Kulitmu dari Rumah
13 jam yang lalu
Infografis
AS Bisa Tarik Pasukannya...
AS Bisa Tarik Pasukannya dari Eropa Tengah dan Timur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved