Pentingnya Menjaga Kesehatan Organ Intim Kewanitaan

Senin, 10 Februari 2020 - 16:12 WIB
Pentingnya Menjaga Kesehatan Organ Intim Kewanitaan
Pentingnya Menjaga Kesehatan Organ Intim Kewanitaan
A A A
JAKARTA - Diperkirakan setiap tahun terdapat 45 miliar pembalut dan tampon yang digunakan oleh perempuan dunia yang menghasilkan 3,2 juta sampah. Ini terkait dengan lebih dari 50% populasi dunia mengalami menstruasi. Sayang, pentingnya kebersihan dan kesehatan reproduksi perempuan serta dampak lingkungan dari penggunaan produk kewanitaan pada saat menstruasi belum terlalu banyak dibicarakan.

Saat ini, berbagai negara sudah mulai mengkampanyekan sustainable feminine hygiene, yakni ajakan untuk lebih bijak menggunakan produk kewanitaan dari bahan atau materi yang ramah lingkungan serta memiliki dampak kimia bagi lingkungan serta tubuh yang lebih rendah. Perhatian ini juga datang dari para penggiat zero-waste lifestyle.

“Saat ini tren penggunaan produk kewanitaan yang sustainable juga sudah mulai berkembang di Indonesia, misalnya dengan adanya kesadaran untuk menggunakan menstrual cup serta reusable sanitary pads. Namun, yang perlu ditingkatkan lagi adalah penerapan perilaku menjaga dan merawat kebersihan organ kewanitaan dengan baik," kata dr. Dinda Derdameisya Sp.OG melalui keterangan resmi yang diterima SINDOnews.

Di Indonesia, sekitar 90% perempuan berpotensi mengalami keputihan, bahkan 31,8% gejala keputihan dialami oleh remaja putri. Data tersebut membuktikan bahwa masih banyak perempuan di Indonesia yang belum memiliki perilaku untuk menjaga feminine hygiene secara baik. Kondisi feminine hygiene yang buruk, dapat menimbulkan berbagai infeksi berbahaya bagi organ reproduksi perempuan.

“Apabila tidak dijaga dengan baik, area kewanitaan yang tidak bersih dapat mempengaruhi kesehatan organ reproduksi seperti infeksi yang disebabkan oleh jamur, virus, bakteri, dan parasit, hingga berujung pada candidiasis, trichomoniasis, bacterial vaginosis, sampai yang terparah seperti kanker serviks, tumor, serta kalainan vagina," terang dr. Dinda.

Mengetahui hal tersebut, tidak ada salahnya mulai menerapkan sustainable feminine hygiene sebagai salah satu resolusi kesehatan yang wajib dilakukan pada tahun ini. Lantas, apa saja sustainable feminine hygiene resolutions yang dapat diterapkan? Berikut ulasannya.

1. Bijak memilih produk feminine hygiene
Tren minim sampah atau zero-waste pada masa menstruasi berkembang dengan meningkatnya penggunaan menstrual cup yang memang diketahui lebih memiliki dampak baik bagi lingkungan. Menstrual cup cocok digunakan bagi perempuan yang sudah aktif berhubungan seksual. Namun, pada saat penggunaan perlu diperhatikan juga cara membersihkan serta mensterilisasi menstrual cup dengan benar. Sebelum pemakaian, cuci bersih menstrual cup dengan cairan antiseptik atau sabun khusus kewanitaan hingga bersih.

Penggunaan menstrual cup yang tidak disertai dengan merawat kebersihan organ reproduksi justru akan semakin memperparah iritasi pada kulit vagina. Sanitasi yang bersih juga berperan sangat penting untuk mensterilkan menstrual cup, khususnya jika sedang bepergian atau berkerja di kantor. Sama halnya dengan penggunaan pembalut, untuk menjaga kebersihan dan kesehatan area kewanitaan dengan menstrual cup, pastikan rutin mencuci atau mengganti menstrual cup maksimal setiap 10-12 jam sekali.

Selain menstrual cup, pembalut kain juga menjadi salah satu yang sering digunakan oleh perempuan Indonesia. Namun, lagi-lagi sebelum memakainya pastikan kondisi pembalut kain tersebut benar-benar bersih dan kering. Cuci dengan menggunakan deterjen yang memiliki bahan lembut serta aman bagi kulit, setelah itu keringkan di atas sinar matahari.

“Pilih produk feminine hygiene yang memiliki kandungan bebas chlorine, parfum, serta cairan kimia yang berlebih, karena akan membahayakan kesehatan area vagina," jelas dr. Dinda.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.0844 seconds (10.55#12.26)