Bulk Store Mulai Menjamur, Tren Belanja Kembali ke Masa Lalu

Rabu, 26 Februari 2020 - 16:45 WIB
Bulk Store Mulai Menjamur,...
Bulk Store Mulai Menjamur, Tren Belanja Kembali ke Masa Lalu
A A A
JAKARTA - Saat ini konsumen di berbagai belahan dunia ingin ikut berperan dalam melestarikan lingkungan, sehingga kehadiran bulk store atau pack-free store tidak lagi menjadi sebuah tren, melainkan kebutuhan.

Tercatat setidaknya kini sudah ada 24 bulk store di Indonesia, salah satunya Saruga Package-free Shopping Store.

Menurut sang pemilik, Adi Asmawan, Saruga dibuat tanpa sengaja. Idenya muncul begitu saja saat Adi bersama sejumlah rekannya tersadar bahwa mereka sudah terpapar efek kerusakan lingkungan selama bertahun-tahun.

"Saya dan teman-teman saya bukan berlatar belakang aktivis. Tapi, setelah bertahun-tahun kami sadar sudah terpapar efek kerusakan lingkungan. Setelah menganalisa beberapa hal, saya berpikir bahwa bisnis retail adalah salah satu pintu gerbang diproduksinya sampah. Maka, diputuskanlah untuk membuat retail ini," cerita Adi, yang dijumpai di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa (25/2).

Menurut Adi, kini tren belanja sudah mulai kembali ke zaman dulu, di mana barang dalam kemasan sekali pakai belumlah ada.

"Zaman dulu sudah ada yang namanya toko curah atau warung. Dulu konsumen juga jauh lebih bertanggung jawab, belum ada kemasan sekali pakai makanya selalu bawa kemasan sendiri. Dan, 10 tahun terakhir cara berbelanja seperti itu mulai diadopsi lagi. Model retail di masa depan akan kembali ke masa lalu," beber Adi, yang mendirikan Saruga sejak 2018.

Di Saruga, Adi menjamin produk yang dijualnya memiliki kualitas sama bagus dengan yang dibungkus di dalam kemasan. Selain itu, untuk produk pangan, Adi mengharuskan adanya izin BPOM.

Dan saat ini, di toko Saruga yang berlokasi di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan, juga ada Refill Station untuk mengisi ulang 11 jenis produk yang dimiliki oleh PT Unilever Indonesia.

Adi mengatakan, berbelanja di bulk store, selain lebih ramah lingkungan, konsumen juga diajarkan untuk membeli apapun sesuai kebutuhan. Jadi tidak berlebih, karena kelebihan dari produk yang kita beli bakal menjadi sampah pada akhirnya. Selain itu, harga produk lebih murah karena yang dihitung hanyalah isinya, bukan termasuk kemasan.
(tsa)
Berita Terkait
Lippo Cikarang Mengajar...
Lippo Cikarang Mengajar Edukasi Siswa Bahaya Plastik untuk Lingkungan
Hari Lingkungan Hidup,...
Hari Lingkungan Hidup, Komunitas Ini Edukasi Masyarakat Bahaya Polusi Plastik
KLH: Bahaya Polusi Plastik...
KLH: Bahaya Polusi Plastik Jadi Sorotan di INC-5 Korea Selatan
Peringati Hari Lingkungan,...
Peringati Hari Lingkungan, Kemasan Air Sekali Pakai Disorot Penggiat Lingkungan
Startup Ini Berhasil...
Startup Ini Berhasil Ciptakan Plastik Ramah Lingkungan dari Lebah
Indonesia Dukung Penuh...
Indonesia Dukung Penuh Gerakan Global untuk Akhiri Polusi Plastik
Berita Terkini
Keanu Angelo Dicecar...
Keanu Angelo Dicecar 28 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penipuan Hanania Travel
1 jam yang lalu
Dari Iran ke Indonesia,...
Dari Iran ke Indonesia, Pesepeda Arezoo Tampil Memukau Lewat Sentuhan Ade Fitri Kirana
11 jam yang lalu
Nonton Gratis hingga...
Nonton Gratis hingga VIP, Ini Beragam Cara Menikmati Microdrama di V+Short
12 jam yang lalu
Ruben Onsu Tak Lagi...
Ruben Onsu Tak Lagi Harapkan Permintaan Maaf Sarwendah, Hanya Ingin Bertemu Anak
12 jam yang lalu
Liburan Mewah Tanpa...
Liburan Mewah Tanpa Menguras Anggaran: Hotel Bintang 4 dan 5 Mulai Rp300.000
13 jam yang lalu
Potret Alyssa Daguise...
Potret Alyssa Daguise dan Baby Soleil Jadi Sorotan, Perhiasan yang Dipakai Tembus Rp1,2 Miliar
13 jam yang lalu
Infografis
4 Pulau Sengketa Kembali...
4 Pulau Sengketa Kembali ke Pangkuan Aceh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved