Ilmuwan Gambarkan Fase Awal Infeksi Paru pada Pasien COVID-19

Selasa, 03 Maret 2020 - 11:48 WIB
Ilmuwan Gambarkan Fase...
Ilmuwan Gambarkan Fase Awal Infeksi Paru pada Pasien COVID-19
A A A
JAKARTA - Tim peneliti global untuk pertama kalinya menggambarkan patologi fase awal infeksi paru-paru pada pasien COVID-19 yang masih hidup. Dua pasien yang merupakan bagian dari penelitian menjalani lobektomi paru-paru (operasi untuk mengangkat salah satu lobus paru-paru) dan secara retrospektif ditemukan memiliki COVID-19 pada saat operasi.

Dilansir dari laman Times Now News, pemeriksaan patologis mengungkapkan bahwa terlepas dari tumor, paru-paru kedua pasien menunjukkan edema, eksudat protein (cairan), hiperplasia reaktif fokal dari pneumosit dengan infiltrasi seluler inflamasi yang merata, serta sel raksasa berinti banyak.

"Ini adalah studi pertama yang menggambarkan patologi penyakit yang disebabkan oleh COVID-19 pneumonina, karena sejauh ini belum ada autopsi atau biopsi," kata Shu-Yuan Xiao dari University of Chicago Medicine.

"Ini akan menjadi satu-satunya deskripsi patologi fase awal penyakit karena sebuah kebetulan yang langka. Tidak akan ada keadaan lain yang terjadi. Autopsi hanya akan menunjukkan perubahan tahap akhir atau akhir dari penyakit," lanjutnya.

Untuk penelitian ini, Xiao bekerja sama dengan sekelompok kecil dokter dari Rumah Sakit Zhongnan, Universitas Wuhan di Wuhan, China.

"Karena kedua pasien tidak menunjukkan gejala pneumonia pada saat operasi, perubahan ini kemungkinan merupakan fase awal patologi paru-paru dari pneumonia COVID-19," tambah Xiao.

Kasus pertama adalah pasien wanita 84 tahun yang dirawat untuk evaluasi pengobatan tumor berukuran 1,5 cm di lobus tengah kanan paru-paru. Dia memiliki riwayat medis hipertensi selama 30 tahun, serta diabetes tipe 2.

Meskipun perawatannya komprehensif, oksigenasi dibantu, dan ada perawatan suportif lain, kondisi pasien memburuk dan akhirnya meninggal dunia.

Informasi klinis selanjutnya mengonfirmasi bahwa si pasien terpapar dengan pasien lain di ruangan yang sama, yang kemudian ditemukan terinfeksi COVID-19.

"Kasus 2 adalah pasien pria berusia 73 tahun yang datang untuk operasi elektif untuk kanker paru-paru dalam bentuk kecil di lobus kanan bawah paru-paru," kata penulis.

Sembilan hari setelah operasi paru-paru, ia mengalami demam dengan batuk kering, sesak dada, dan nyeri otot. Tes asam nukleat untuk COVID-19 ditemukan positif. Dia secara bertahap pulih dan dipulangkan setelah 20 hari perawatan di unit penyakit menular.

Menurut penelitian, dua insiden tersebut juga melambangkan skenario umum selama fase awal wabah virus. Di mana sejumlah besar penyedia layanan kesehatan terinfeksi di rumah sakit di Wuhan, dan pasien di ruang rumah sakit yang sama terinfeksi silang karena mereka terpapar oleh sumber infeksi yang tidak diketahui.

Ada kemunculan lesi paru-paru dini beberapa hari sebelum pasien mengalami gejala, sesuai dengan periode inkubasi yang panjang (3-14 hari) dari COVID-19, sehingga sulit untuk mencegah penularan selama hari-hari awal wabah ini. Pasalnya, banyak petugas kesehatan di Wuhan menjadi terinfeksi ketika mereka melihat pasien tanpa perlindungan yang memadai.

Hingga saat ini tercatat lebih dari 15 dokter di Wuhan meninggal karena COVID-19 akibat infeksi ketika mereka merawat pasien. Beberapa dari mereka sebelumnya sehat dan berusia 29 tahun.

"Kami percaya sangat penting untuk melaporkan temuan histopatologi rutin untuk pemahaman yang lebih baik tentang mekanisme di mana coronavirus menyebabkan cidera paru-paru pada puluhan dan ribuan pasien yang malang di Wuhan dan di seluruh dunia," tandas Xiao.
(tsa)
Berita Terkait
Mutasi Baru Virus Corona
Mutasi Baru Virus Corona
Waspada Virus Corona...
Waspada Virus Corona Varian Baru
E484K, Varian Anyar...
E484K, Varian Anyar Virus Corona
Sulit Ekonomi karena...
Sulit Ekonomi karena Corona, Ayah Jual Ponsel Rusak untuk Beli Beras
PSBB di Beberapa Daerah,...
PSBB di Beberapa Daerah, Tak Gentarkan Warga Beraktivitas di Luar Rumah
Dampak Corona, Satu...
Dampak Corona, Satu Keluarga di Serang Banten Kelaparan
Berita Terkini
Mengapa Berat Badan...
Mengapa Berat Badan Ideal Bisa Menurunkan Risiko Hipertensi? Ini Kata Dokter
11 menit yang lalu
Ruben Onsu Buka Suara...
Ruben Onsu Buka Suara soal Video Viral Thalia Onsu, Singgung Pengaruh Lingkungan Anak
1 jam yang lalu
Namanya Terseret Kasus...
Namanya Terseret Kasus Dugaan Suap Impor Bea Cukai, Raffi Ahmad Buka Suara
3 jam yang lalu
Tembus 40 Juta Views,...
Tembus 40 Juta Views, Adu Mekanik Sound Jadi Konten Paling Berkesan bagi Yongshun
13 jam yang lalu
Berkali-kali Muncul...
Berkali-kali Muncul Korban Tenggelam, Warga Mulai Curiga Ada yang Tak Beres di Tempat Ini
13 jam yang lalu
Tantangan Fajar Nugra...
Tantangan Fajar Nugra dan Givina Total Main Film Pemikat Jiwa
13 jam yang lalu
Infografis
Waspada, Kasus COVID-19...
Waspada, Kasus COVID-19 Meningkat 2 Kali Lipat di Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved