Perjalanan Cinta ke Alam Semesta

Sabtu, 08 November 2014 - 12:47 WIB
Perjalanan Cinta ke...
Perjalanan Cinta ke Alam Semesta
A A A
Interstellar masih seperti filmfilm Christopher Nolan sebelumnya, rumit dengan lapisan-lapisan ide brilian. Namun satu yang lebih kentara, filmnya sangat kuat dipenuhi emosi dan drama kemanusiaan.

Dalam membuat Interstellar , Nolan bermodal teori fisikawan Kip Thorne. Thorne punya teori bahwa lubang cacing (wormhole ) di alam semesta memiliki daya gravitasi yang kuat hingga bisa dimanfaatkan manusia sebagai mesin waktu. Tentu, film yang berkisah tentang mesin waktu sudah tak terhitung jumlahnya.

Tapi di tangan Nolan, kisah ini menjadi lebih rumit dan penuh pertanyaan menantang yang mengusik rasa ingin tahu manusia. Di masa depan, bumi sudah tak layak ditinggali. Dunia mengalami krisis pangan akibat cuaca yang tak menentu. Semua orang tampaknya dialihkan untuk bekerja sebagai petani agar mampu mencukupi kebutuhan pangan. Begitu juga Cooper (Matthew McConaughey), mantan pilot NASA yang berakhir sebagai petani jagung.

Meski sudah menjadi petani, jiwa Cooper tetaplah jiwa seorang penjelajah dan sifat ini menular kepada anak perempuannya Murphy (diperankan dari usia bocah hingga tua oleh Mackenzie Foy, Jessica Chastain, dan Ellen Burstyn). Saat Cooper menemukan sebuah kode aneh berupa koordinat suatu tempat, Murphy ngotot ingin ikut Cooper mencari tempat tersebut.

Tak diduga, tempat yang dituju adalah kantor rahasia NASA yang sengaja disembunyikan karena pemerintah tak ingin masyarakat tahu bahwa di tengah krisis pangan, pemerintah malah menghabiskan dananya untuk mengeksplorasi alam semesta. Meski proyek NASA itu dilakukan untuk mencari planet baru yang diharapkan bisa menjadi rumah baru bagi umat manusia.

Cooper tertarik bergabung, tapi profesor Brand (Michael Cane) tak bisa menjamin kapan Cooper bisa pulang. Murphy pun melarangnya, tapi Cooper bertekad untuk pergi. Janjinya kepada Murphy yang mengamuk saat ditinggal pergi, “aku pasti akan kembali.” Namun, misi ini ternyata bukan misi yang mudah.

Nolan yang membuat skenario Interstellar bersama adik kandungnya Jonathan Nolan, membagi dengan sempurna porsi untuk adegan mendebarkan saat eksplorasi alam semesta mencari planet baru, saat drama hubungan antara Cooper dan Murphy, juga saat dia menebar banyak teori tentang lubang cacing, lubang hitam, dan planet baru.

Saat giliran adegan mendebarkan di luar angkasa - yang mengingatkan pada film Gravity - kita akan dibuat kagum bagaimana imajinasi Nolan tervisualkan. Planet Saturnus, warna-warna galaksi, lubang cacing, juga ombak raksasa di planet baru. Giliran bicara drama, dada kita pun akan sesak melihat bagaimana ekspresi Cooper saat melihat Murphy dan kakaknya yang ketika ditinggalkannya masih kecil, tiba-tiba tumbuh besar, menikah, dan memiliki anak.

Cooper pun melewatkan semua momen berharga itu. Dia hanya bisa melihat seluruh peristiwa lewat video, beberapa tahun setelah peristiwa tersebut terjadi. Hitungan waktu yang jauh berbeda antara di luar angkasa dan bumi juga membuat Cooper yang tetap muda bisa melihat anakanaknya tumbuh menua, bahkan melebihi usianya.

Khas film Nolan, dia pun melempar banyak teori tentang dimensi ruang dan waktu, tentang eksplorasi luar angkasa, bahkan tentang membuat stasiun baru atau planet baru, hasil buatan tangan manusia, di alam semesta yang mahaluas ini. Jika ditelusuri, ide Nolan bahkan sangat provokatif, yaitu manusia bisa melakukan apa pun, termasuk memengaruhi sistem kerja alam semesta dan menjadi Tuhan kedua.

Tentu, film ini juga tidak sempurna. Entah mengapa, pada paruh ketiga film, Nolan menyelipkan adegan dan aksi laga yang murahan. Meski hanya sebentar, tetap mengganggu jalan cerita brilian yang sedari awal sudah disusunnya.

Bagi pencinta film-film ala Nolan, Interstellar tetap akan membuat pikiran melayang-layang membayangkan berbagai teori yang diajukannya. Bagi yang di luar itu, film ini mungkin akan terasa agak lamban dan membingungkan dengan teori-teori yang bermunculan. Meski begitu, adegan-adegan eksplorasi luar angkasa dan drama menyentuhnya akan sanggup membuat kita betah duduk di kursi penonton.

Herita Endriana
(bbg)
Berita Terkait
Tiga Pemenang Galaxy...
Tiga Pemenang Galaxy Movie Studio Ditantang Bikin Film Pendek
Besok, Pemenang Samsung...
Besok, Pemenang Samsung Galaxy Movie Studio 2020 Diumumkan!
Reza Rahadian Kagumi...
Reza Rahadian Kagumi Kualitas Galaxy S21 Ultra 5G untuk Bikin Film Pendek
Kebenaran dan Cinta...
Kebenaran dan Cinta yang Terungkap di Microdrama Saat Dia Kembali Padaku VISION+
BTN Gelar Prospera Movie...
BTN Gelar Prospera Movie Night
Review Film Violet Evergarden...
Review Film Violet Evergarden The Movie
Berita Terkini
Clara Shinta Tegaskan...
Clara Shinta Tegaskan Tak Punya Catatan Kriminal, SKCK Jadi Bukti di Tengah Polemik
24 menit yang lalu
Latihan Kaki Tak Hanya...
Latihan Kaki Tak Hanya Bakar Kalori, Ternyata Penting untuk Keseimbangan Hormon
53 menit yang lalu
Rencanakan Liburan dengan...
Rencanakan Liburan dengan Lebih Fleksibel Melalui Paylater
1 jam yang lalu
Sinopsis Terikat Janji...
Sinopsis 'Terikat Janji' 4 Juni 2026: Identitas Aslinya Runtuh, Sena Rela Pikul Kesalahan Sendiri demi Lindungi Davina
3 jam yang lalu
ARMY Siap-Siap! Tiket...
ARMY Siap-Siap! Tiket Konser Comeback BTS di Jakarta Mulai Dijual Juni Ini
4 jam yang lalu
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama CEO Who Killed My Father di V+Short, Misi Jurnalis Bongkar Kejahatan CEO Berkuasa
4 jam yang lalu
Infografis
Curacao, Negara Terkecil...
Curacao, Negara Terkecil yang Lolos ke Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved