Berbagi Jangan Menunggu Kaya
Selasa, 02 Desember 2014 - 10:08 WIB
Berbagi Jangan Menunggu Kaya
A
A
A
Lebah memiliki sejuta pesona dan banyak memberi manfaat bagi manusia. Hal tersebut menjadi alasan bagi orang-orang yang memiliki visi dalam kepedulian sosial, terutama bidang pendidikan dan kesehatan, ini memberi nama komunitasnya, komunitas Lebah.
Komunitas Lebah berawal dari kepedulian tiga orang sahabat, yaitu Nandha Julistya, Putu Rizky, dan Fifi Moestarika, yang ingin melakukan kegiatan sosial kepada sesama secara pribadi tanpa membawa nama instansi ataupun organisasi. Namun, adanya peristiwa kebakaran di Muara Angke, Jakarta Utara, pada 2008 yang ingin mereka bantu, saat itu ketiganya diharuskan membantu atas nama organisasi.
Karena itulah, mereka memutuskan menggunakan nama Komunitas Lebah, yang terinspirasi dari salah satu ayat Alquran, surat An-Nahl. Komunitas ini awalnya hanya beranggotakan tiga orang. Namun seiring berjalannya waktu, anggota komunitas yang disebut dengan beezers ini berkembang berkali-kali lipat.
Mereka yang tergabung di dalamnya pun telah mempunyai visi dan misi yang sama. “Visi kami, baik sebagai individu maupun komunitas, adalah selalu ingin berbagi dan memberi manfaat kepada orang-orang yang membutuhkan, mulai dari kaum dhuafa, anak yatim, anak jalanan, hingga manula. Sementara misi yang ingin kami sebarkan melalui sengatan lebah ke berbagai lapisan masyarakat adalah berbuat baik tidak perlu ditunda, membantu sesama tidak perlu menunggu sukses, berbagi tidak perlu menunggu kaya,” kata Fifi Moestarika yang saat ini menjadi Ketua Komunitas Lebah.
Komunitas yang didirikan pada 18 Mei 2008 ini menyampaikan amanat para beezers yang sudah menyumbang dengan menyalurkannya melalui beberapa program kegiatan yang telah berjalan rutin. Beberapa di antaranya Sehat Milik Semua (SMS), Cerdas Tanpa Batas (CTB), Bazaar Barang berQualitas (BBQ), Mandi Cuci Kakus (MCK) dan Sumber Air Bersih (SAB), EduFasting, Bahagiakan Mereka dengan Qurban (BMQ), milad lebah, serta membantu para korban bencana yang terjadi di Indonesia.
Untuk program SMS yang terakhir kali dilakukan pada 15 Mei 2014 bertempat di Desa Pantai Hurip, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis yang diperuntukkan bagi warga kurang mampu ini tercatat memeriksakan kesehatan sebanyak 250 pasien yang dibantu oleh 7 relawan dokter dan 1 apoteker.
Bezzers juga peduli pendidikan masyarakat Indonesia, terutama yang berada di pelosok, lewat program Cerdas Tanpa Batas (CTB). Acara tahunan ini rencananya dilaksanakan tahun depan, tepatnya 10 Januari 2015 di Dusun Sinongko, Desa Ropoh, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.
Sampai saat ini, donasi untuk program CTB masih dibuka. Bagi donatur yang ingin menyumbang dapat berkontribusi dengan membeli paket donasi berisikan seragam lengkap, peralatan untuk keterampilan kreatif, dan peralatan sanitasi gigi seharga Rp150.000 per paket. Kegiatan sosial pertama yang dilakukan Komunitas Lebah adalah menolong korban bencana.
Hal tersebut pun masih terus dilakukan, seperti musibah pada 2014 yang pernah terjadi, di antaranya letusan GunungSinabung, banjir bandang di Manado, dan banjir di Jakarta. Menurut Fifi, saat membantu di daerah Medan, ada yang tertarik untuk menjadi beezers. “Sejak 2008, Komunitas Lebah hanya ada di Jakarta. Namun mulai awal tahun ini kami ada di Medan,” lanjutnya.
Setiap kegiatan Komunitas Lebah menggunakan dana operasional dari kegiatan BBQ atau Bazaar Barang bekas ber-Qualitas. Biasanya, barang yang akan mereka jual hasil dari sumbangan para beezers. “Untuk BBQ kami adakan 1 tahun 2 kali untuk dana operasional,” kata Fifi. Menurut Fifi, keberadaan bezeers sampai saat ini tentunya karena rasa kekeluargaan.
“Awalnya mungkin harus ada rasa cinta terlebih dulu kepada sesama. Aku juga bersyukur banget ditemukan sama orang-orang seperti mereka. Meskipun sibuk kerja, malam-malam dan weekend masih mau ikutan rapat, mau sortir baju, dan lain-lain,” ungkapnya.
Anggota yang awalnya ditemukan melalui media sosial Facebook , kini telah ada 30 orang anggota tetap yang mau merangkap menjadi pengurus untuk setiap kegiatan Komunitas Lebah. “Meskipun beberapa dari mereka sudah tidak aktif lagi, tapi mereka mau bantu mencari donatur untuk setiap kegiatan,” tutup Fifi.
Balqis eghnia
Komunitas Lebah berawal dari kepedulian tiga orang sahabat, yaitu Nandha Julistya, Putu Rizky, dan Fifi Moestarika, yang ingin melakukan kegiatan sosial kepada sesama secara pribadi tanpa membawa nama instansi ataupun organisasi. Namun, adanya peristiwa kebakaran di Muara Angke, Jakarta Utara, pada 2008 yang ingin mereka bantu, saat itu ketiganya diharuskan membantu atas nama organisasi.
Karena itulah, mereka memutuskan menggunakan nama Komunitas Lebah, yang terinspirasi dari salah satu ayat Alquran, surat An-Nahl. Komunitas ini awalnya hanya beranggotakan tiga orang. Namun seiring berjalannya waktu, anggota komunitas yang disebut dengan beezers ini berkembang berkali-kali lipat.
Mereka yang tergabung di dalamnya pun telah mempunyai visi dan misi yang sama. “Visi kami, baik sebagai individu maupun komunitas, adalah selalu ingin berbagi dan memberi manfaat kepada orang-orang yang membutuhkan, mulai dari kaum dhuafa, anak yatim, anak jalanan, hingga manula. Sementara misi yang ingin kami sebarkan melalui sengatan lebah ke berbagai lapisan masyarakat adalah berbuat baik tidak perlu ditunda, membantu sesama tidak perlu menunggu sukses, berbagi tidak perlu menunggu kaya,” kata Fifi Moestarika yang saat ini menjadi Ketua Komunitas Lebah.
Komunitas yang didirikan pada 18 Mei 2008 ini menyampaikan amanat para beezers yang sudah menyumbang dengan menyalurkannya melalui beberapa program kegiatan yang telah berjalan rutin. Beberapa di antaranya Sehat Milik Semua (SMS), Cerdas Tanpa Batas (CTB), Bazaar Barang berQualitas (BBQ), Mandi Cuci Kakus (MCK) dan Sumber Air Bersih (SAB), EduFasting, Bahagiakan Mereka dengan Qurban (BMQ), milad lebah, serta membantu para korban bencana yang terjadi di Indonesia.
Untuk program SMS yang terakhir kali dilakukan pada 15 Mei 2014 bertempat di Desa Pantai Hurip, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis yang diperuntukkan bagi warga kurang mampu ini tercatat memeriksakan kesehatan sebanyak 250 pasien yang dibantu oleh 7 relawan dokter dan 1 apoteker.
Bezzers juga peduli pendidikan masyarakat Indonesia, terutama yang berada di pelosok, lewat program Cerdas Tanpa Batas (CTB). Acara tahunan ini rencananya dilaksanakan tahun depan, tepatnya 10 Januari 2015 di Dusun Sinongko, Desa Ropoh, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.
Sampai saat ini, donasi untuk program CTB masih dibuka. Bagi donatur yang ingin menyumbang dapat berkontribusi dengan membeli paket donasi berisikan seragam lengkap, peralatan untuk keterampilan kreatif, dan peralatan sanitasi gigi seharga Rp150.000 per paket. Kegiatan sosial pertama yang dilakukan Komunitas Lebah adalah menolong korban bencana.
Hal tersebut pun masih terus dilakukan, seperti musibah pada 2014 yang pernah terjadi, di antaranya letusan GunungSinabung, banjir bandang di Manado, dan banjir di Jakarta. Menurut Fifi, saat membantu di daerah Medan, ada yang tertarik untuk menjadi beezers. “Sejak 2008, Komunitas Lebah hanya ada di Jakarta. Namun mulai awal tahun ini kami ada di Medan,” lanjutnya.
Setiap kegiatan Komunitas Lebah menggunakan dana operasional dari kegiatan BBQ atau Bazaar Barang bekas ber-Qualitas. Biasanya, barang yang akan mereka jual hasil dari sumbangan para beezers. “Untuk BBQ kami adakan 1 tahun 2 kali untuk dana operasional,” kata Fifi. Menurut Fifi, keberadaan bezeers sampai saat ini tentunya karena rasa kekeluargaan.
“Awalnya mungkin harus ada rasa cinta terlebih dulu kepada sesama. Aku juga bersyukur banget ditemukan sama orang-orang seperti mereka. Meskipun sibuk kerja, malam-malam dan weekend masih mau ikutan rapat, mau sortir baju, dan lain-lain,” ungkapnya.
Anggota yang awalnya ditemukan melalui media sosial Facebook , kini telah ada 30 orang anggota tetap yang mau merangkap menjadi pengurus untuk setiap kegiatan Komunitas Lebah. “Meskipun beberapa dari mereka sudah tidak aktif lagi, tapi mereka mau bantu mencari donatur untuk setiap kegiatan,” tutup Fifi.
Balqis eghnia
(bbg)