Wearable di 2015,Virtual Reality 2016

Selasa, 13 Januari 2015 - 15:13 WIB
Wearable di 2015,Virtual...
Wearable di 2015,Virtual Reality 2016
A A A
Inilah dua teknologi paling menjanjikan di CES 2015: wearable dan virtual reality (VR). Ekosistem wearable diprediksi akan terbentuk tahun ini, sementara VR berekskalasi pada 2016 mendatang. Seperti apa?

Tahun lalu maraknya adopsi perangkat wearable tidak hanya di Amerika, tapi juga di Indonesia. Para pehobi lari menggunakan gelang pintar untuk mencatat seberapa banyak mereka melangkah, seberapa jauh mereka berlari, dan berapa lama mereka tidur. Data personal itu lantas disimpan di cloud, diolah, dan hasil olahan informasi itu dikembalikan ke pengguna.

Saat ini teknologi untuk melakukan proses tersebut memang belum sempurna. Tapi, kegiatan merekam maupun mengolah data kesehatan melalui perangkat teknologi akan menjadi vital di berbagai industri. Salah satunya, industri kesehatan.

Perusahaan asuransi asal Afrika Selatan Discovery yang jadi rekanan AIA dan Prudential itu, misalnya, menawarkan diskon untuk paket premium mereka bagi konsumen yang menggunakan wearable device dan rutin merekam kegiatan berolahraga. Anggapannya, mereka yang berolahraga rutin tentu akan lebih sehat dan tidak mudah sakit.

Tahun ini teknologi wearable untuk kesehatan juga diprediksi semakin baik, dari sisi software maupun hardware. Nantinya kita akan melihat perangkat yang dapat mengukur berbagai indikator pada tubuh dan benar-benar dapat digunakan oleh dokter untuk melakukan diagnosa.

Misalnya lensa kontak yang bisa memonitor kadar glukosa dalam tubuh penderita diabetes setiap harinya. International Data Corporation (IDC) memprediksi bahwa market wearable ini akan tumbuh berkalikali lipat ke angka 100 juta unit pada 2018. Tekologi lain yang tidak kalah menjanjikan adalah virtual reality (VR). Di CES 2015, VR menjadi salah satu atraksi utama.

Oculus, produsen VR yang diakuisisi Facebook senilai USD2,3 miliar itu memiliki salah satu booth terbesar di CES tahun ini dan memamerkan berbagai hal yang bisa dicapai oleh teknologi VR. Di booth Samsung ada sudut “virtual reality experience” yang memamerkan produk Gear VR.

Vendor aksesoris Razer juga mengumumkan platform Open Source Virtual Reality untuk menantang masyarakat membuat sendiri perangkat VR mereka. ”OSVR akan mempercepat teknologi virtual reality diadopsi oleh konsumen,” ujar marketing manager Razer Chris Mitchell. Vendor seperti Glyph juga siap masuk pasar VR lewat perangkat head mounted display (HMD) yang mampu memproyeksikan gambar ke mata. Beberapa sineas Hollywood sudah mulai melirik konten realitas maya.

Salah satunya Fox Searchlight yang menunjukkan film dengan konsep virtual reality bertajuk Wild yang dibintangi Reese Witherspoon. Saat ini teknologi virtual reality sudah ada, sudah bisa dicoba. Tapi, masih belum sempurna, belum benar-benar terbentuk ekosistemnya. Karena itu vendor seperti Oculus memilih untuk menunggu, sambil terus menyempurnakan produk mereka.

Sebab, jika dirilis terlalu dini dan ternyata konsumen dan ekosistem belum siap, ditakutkan virtual reality akan kehilangan momentumnya. Memang ada beberapa hal yang harus diperbaiki. Misalnya dari desain perangkat HMD itu sendiri, teknologinya (jika terlalu lama dipakai bisa membuat mual), konten apa saja yang bisa dimaksimalkan, serta seperti apa aplikasinya.

CEO Oculus Pamer Luckey mengatakan bahwa augmented reality dan virtual reality di masa depan akan melebur jadi satu. Untuk sementara, teknologinya—layar, kamera, optik, hardware, dan software—masih terus disempurnakan. ”Saya prediksi 2016 akan menjadi tahunnya virtual reality,” katanya.

Danang arradian
(ars)
Berita Terkait
Prof. Suryanegara: Jadilah...
Prof. Suryanegara: Jadilah Master, Bukan Hamba Gadget! Pesan Penting untuk Remaja
Tips Memilih Gadget...
Tips Memilih Gadget Paling Hemat dan Sesuai Kebutuhan di 2023
Salah Kaprah Sinar Biru...
Salah Kaprah Sinar Biru Gadget Berbahaya Bagi Mata, Ini Faktanya!
Atasi Kecanduan Gadget...
Atasi Kecanduan Gadget Pada Anak, Algorithmics Kenalkan Pembelajaran Pemrograman
Mengetahui Apa itu Blue...
Mengetahui Apa itu Blue Light di Gadget dan Bahayanya untuk Mata
Cara Mengubah HP Jadi...
Cara Mengubah HP Jadi Mikrofon, Ternyata Mudah!
Berita Terkini
Nyaris Kaya Mendadak,...
Nyaris Kaya Mendadak, Driver Ojol Tak Menyangka Temuan Ini Disebut Jeratan Gaib
4 jam yang lalu
Miyako Gelar Lomba Desain,...
Miyako Gelar Lomba Desain, Ajak Mahasiswa Berkreasi dan Dukung Pendidikan di NTT
4 jam yang lalu
Tantri Kotak Beberkan...
Tantri Kotak Beberkan Awal Mula Jadi Korban Penipuan, Bermula dari Teman Sekolah Anak
4 jam yang lalu
Insting Buruknya Jadi...
Insting Buruknya Jadi Nyata! Pengemudi Ojol Ngaku Jadi Target Ilmu Hitam hingga Alami Kecelakaan
5 jam yang lalu
Sinopsis Sinetron Tobat...
Sinopsis Sinetron 'Tobat Jatuh Cinta' Eps 4: Tingkah Lucu Warga Kampung Sindang Barang Tetap Mewarnai Suasana
5 jam yang lalu
Industri Perfilman Indonesia...
Industri Perfilman Indonesia Masuki Era Baru Pendanaan Digital, Puluhan Proyek Film Siap Dikembangkan
6 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved