CERMIN: Menulis dari Pinggiran
Sabtu, 28 Januari 2023 - 07:08 WIB
Tapi seperti Linda, Eileen tak gentar harus ditempatkan di kota kecil. Nalurinya sebagai jurnalis masih terasah ketika ia mendapati kasus kematian perempuan lokal yang diacuhkan aparat. Ia mengendus fakta demi fakta tanpa takut. Niatnya cuma satu: menyuarakan kebenaran. Dan kita tahu betapa dekat nyawa perempuan ini dengan kematian.
Sebagaimana Linda, Eileen juga bukan jenis jurnalis wangi yang duduk di belakang meja dan hanya menyalin rilis resmi dari instansi/perusahaan. Eileen akan mengejar narasumber ke mana pun demi mendapatkan fakta yang akan membuat tulisannya tak hanya menjadi lebih menarik tapi menjadi lebih kaya perspektif.
Foto: Disney+
Eileen adalah jenis jurnalis yang mungkin dinilai tak populer dalam era serbacepat sekarang ini. Ia selalu tahu kapan harus menahan diri untuk menggenapi data dan faktanya dan tak mau terburu-buru untuk menuliskannya agar bisa langsung diterbitkan.
Ia memilih bersusah payah menelusuri fakta demi fakta, menemukan petunjuk-petunjuk baru dan lantas mengikutinya dan menyusun teka-teki yang selama ini tersimpan menjadi sebuah tulisan panjang memikat dan akan menggemparkan seluruh negeri.
Media kita memang tak akrab dengan tulisan-tulisan panjang yang disajikan hingga berseri-seri tapi di luar negeri, utamanya Amerika Serikat, tulisan-tulisan seperti itulah yang menjadi incaran pemburu Pulitzer. Tulisan yang menghabiskan banyak sekali waktu untuk mengumpulkan data dan fakta agar jurnalis bisa menuliskannya dengan benar.
Foto: Disney+
Danpada hari ini, kita semakin sulit mengakses jenis tulisan serupa di media lokal. Kalaupun ada kualitas tulisannya juga mungkin sudah tak sebaik dulu. Saat ini hanya ada Project Multatuli yang cukup telaten memberi ruang untuk tulisan-tulisan panjang ala jurnalisme sastrawi ini, dan saya sendiri berharap agar tulisan seperti itu dibaca lebih banyak orang yang akan menjamin napasnya untuk terus hidup selama beberapa waktu.
Sebagaimana Linda, Eileen juga bukan jenis jurnalis wangi yang duduk di belakang meja dan hanya menyalin rilis resmi dari instansi/perusahaan. Eileen akan mengejar narasumber ke mana pun demi mendapatkan fakta yang akan membuat tulisannya tak hanya menjadi lebih menarik tapi menjadi lebih kaya perspektif.
Foto: Disney+
Eileen adalah jenis jurnalis yang mungkin dinilai tak populer dalam era serbacepat sekarang ini. Ia selalu tahu kapan harus menahan diri untuk menggenapi data dan faktanya dan tak mau terburu-buru untuk menuliskannya agar bisa langsung diterbitkan.
Ia memilih bersusah payah menelusuri fakta demi fakta, menemukan petunjuk-petunjuk baru dan lantas mengikutinya dan menyusun teka-teki yang selama ini tersimpan menjadi sebuah tulisan panjang memikat dan akan menggemparkan seluruh negeri.
Media kita memang tak akrab dengan tulisan-tulisan panjang yang disajikan hingga berseri-seri tapi di luar negeri, utamanya Amerika Serikat, tulisan-tulisan seperti itulah yang menjadi incaran pemburu Pulitzer. Tulisan yang menghabiskan banyak sekali waktu untuk mengumpulkan data dan fakta agar jurnalis bisa menuliskannya dengan benar.
Foto: Disney+
Danpada hari ini, kita semakin sulit mengakses jenis tulisan serupa di media lokal. Kalaupun ada kualitas tulisannya juga mungkin sudah tak sebaik dulu. Saat ini hanya ada Project Multatuli yang cukup telaten memberi ruang untuk tulisan-tulisan panjang ala jurnalisme sastrawi ini, dan saya sendiri berharap agar tulisan seperti itu dibaca lebih banyak orang yang akan menjamin napasnya untuk terus hidup selama beberapa waktu.
Lihat Juga :