Ini Kata Mereka yang Nonton Ant-Man and the Wasp: Quantumania
Rabu, 15 Februari 2023 - 07:34 WIB
“#AntManAndTheWaspQuantumania Marvel adalah awal kuat untuk Fase 5. Sekarang, saya paham mengapa itu disebut #Quantumania. Jonathan Majors hebat sebagai Kang dan saya tidak sabar menunggu ke mana ini semua mengarah. Dua adegan pascakredit dan dua-duanya sangat bagus,” tulis Steve.
Sementara, Paul Rudd kembali menjadi bintang yang asyik untuk ditonton. Terlebih, sekarang, Marvel memberikan lapisan komedi ekstra untuk Scott Lang dengan membuatnya menjadi penulis biografinya sendiri, Look Out for the Little Guy. Dalam buku itu, dia memuji kontribusinya bersama Avengers seperti Captain America dan Iron Man. Sejumlah kritikus, seperti BD Davis dari ComicBook.com menyoroti keintensifan antara Paul dan Jonathan Majors di film tersebut.
“Ant-Man and the Wasp: Quantumania sejauh ini adalah film paling aneh Marvel. Jonathan Major sangat kuat. Kang mengangkat semua film itu. Jonathan dan Paul Rudd intensif bersama. Banyak CGI, karakter baru gila, dan trayektori mengasyikkan untuk saga MCU,” kata dia.
Perkenalan kembali Jonathan sebagai Kang the Conqueror adalah elemen yang sangat ingin ditonton penggemar. Sebelumnya, Jonathan telah memerankan varian lain Kang, He Who Remains, di serial Loki di Disney+. Menurut para kritikus, penampilan Jonathan tidak mengecewakan.
Foto: Marvel
Shaurya Chawla menyebutnya sebagai penjahat hebat dan karakter yang sangat kompleks serta mengganggu yang diharapkan bisa membuat MCU terus berputar untuk waktu lama. Kritikus lain seperti Hunter Radesi menyebut kalau MCU sudah menjadi franchise Jonathan. Sentimen ini sepertinya diamini sejumlah kritikus lain, termasuk Fico.
“#AntManAndTheWaspQuantumania adalah yang terbaik dari trilogi itu. Pertaruhan, bahaya, dan reperkursinya lebih tinggi. Itu juga punya salah satu penjahat terbaik MCU pada #Kang. Begitu #JonathanMajors datang, itu menjadi pertunjukannya. Kang adalah penjahat multiverse yang menakutkan dan cenderung kejam. Lalu, 2 adegan pascakredit yang keren,” tulis Fico.
Tentu saja, Ant-Man and the Wasp: Quantumania bukannya tanpa kritik. Laura Sirikul sebenarnya cukup positif terhadap film itu, tapi mengakui kalau film itu agak mengecewakan. Sementara, Eric Goldman menikmati film itu, tapi, menurut dia, ending-nya bikin frustrasi.
Sementara, Paul Rudd kembali menjadi bintang yang asyik untuk ditonton. Terlebih, sekarang, Marvel memberikan lapisan komedi ekstra untuk Scott Lang dengan membuatnya menjadi penulis biografinya sendiri, Look Out for the Little Guy. Dalam buku itu, dia memuji kontribusinya bersama Avengers seperti Captain America dan Iron Man. Sejumlah kritikus, seperti BD Davis dari ComicBook.com menyoroti keintensifan antara Paul dan Jonathan Majors di film tersebut.
“Ant-Man and the Wasp: Quantumania sejauh ini adalah film paling aneh Marvel. Jonathan Major sangat kuat. Kang mengangkat semua film itu. Jonathan dan Paul Rudd intensif bersama. Banyak CGI, karakter baru gila, dan trayektori mengasyikkan untuk saga MCU,” kata dia.
Perkenalan kembali Jonathan sebagai Kang the Conqueror adalah elemen yang sangat ingin ditonton penggemar. Sebelumnya, Jonathan telah memerankan varian lain Kang, He Who Remains, di serial Loki di Disney+. Menurut para kritikus, penampilan Jonathan tidak mengecewakan.
Foto: Marvel
Shaurya Chawla menyebutnya sebagai penjahat hebat dan karakter yang sangat kompleks serta mengganggu yang diharapkan bisa membuat MCU terus berputar untuk waktu lama. Kritikus lain seperti Hunter Radesi menyebut kalau MCU sudah menjadi franchise Jonathan. Sentimen ini sepertinya diamini sejumlah kritikus lain, termasuk Fico.
“#AntManAndTheWaspQuantumania adalah yang terbaik dari trilogi itu. Pertaruhan, bahaya, dan reperkursinya lebih tinggi. Itu juga punya salah satu penjahat terbaik MCU pada #Kang. Begitu #JonathanMajors datang, itu menjadi pertunjukannya. Kang adalah penjahat multiverse yang menakutkan dan cenderung kejam. Lalu, 2 adegan pascakredit yang keren,” tulis Fico.
Tentu saja, Ant-Man and the Wasp: Quantumania bukannya tanpa kritik. Laura Sirikul sebenarnya cukup positif terhadap film itu, tapi mengakui kalau film itu agak mengecewakan. Sementara, Eric Goldman menikmati film itu, tapi, menurut dia, ending-nya bikin frustrasi.
Lihat Juga :