CERMIN: Gairah Masa Muda dari Perempuan yang Sedang Jatuh Cinta
Rabu, 15 Februari 2023 - 15:01 WIB
Foto: Netflix
Laras, juga Luna, adalah korban dari penghakiman sewenang-wenang dari publik. Tapi Laras punya kesempatan untuk mengakui bahwa ia penulis cerita fantasi tersebut, sayangnya ia tak melakukannya. Lebih parahnya lagi, ia membiarkan laki-laki yang menjadi obyek fantasi seksualnya, David, ikut menjadi korban.
Belum lagi dengan Dilla yang telanjur dicap sebagai "cewek pecun” yang harus menanggung segala 'kesalahan' yang dilakukan oleh Laras.
Baca Juga: CERMIN: Kesombongan Itu Bernama Titanic
Di sinilah letak problematiknya Dear David. Seakan-akan ingin berpihak pada korban tapi justru membuat banyak pihak berjatuhan sebagai korban. Kita pun susah untuk bersimpati kepada Laras ketika ia tak berusaha memperbaiki segala karut-marut yang terjadi akibat tulisannya.
Kita pun susah bersimpati kepada David karena ia tak pernah terlihat betul-betul marah ketika citranya sebagai pemuda alim hancur seketika karena tulisan-tulisan Laras. Tak sekali pun terlontar keberatan dari David yang menjadi obyek fantasi seksual yang seakan mengesahkan konvensi bahwa laki-laki memang tak pantas menjadi korban pelecehan seksual. Padahal dalam Dear David, jelas sekali bahwa David adalah korban pelecehan seksual.
Foto: Netflix
Bagaimana dengan Dilla? Yang terjadi dalam Dear Davidadalah seakan semua karakter ditulis satu dimensi. Sehingga kita tak diberi ruang untuk menyelami kegelisahan-kegelisahannya, menyesali kegagalan-kegagalannya, dan memperjuangkan mimpi-mimpinya.
Dilla seharusnya adalah karakter paling menarik dari film ini karena ia berani memberitahukan perasaan-perasaan terdalam yang dipendamnya selama bertahun-tahun kepada sahabatnya.
Lihat Juga :