Mengapa Takemichi Tidak Bisa Disepelekan di Tokyo Revengers?

Senin, 13 Maret 2023 - 00:25 WIB
Takemichi berkali-kali dipukuli. Dari semua anggota geng Tokyo Manji (Toman), dialah yang paling lemah. Dia tidak pernah keluar dari perkelahian tanpa luka. Takemichi tahu itu dan itu adalah titik frustrasi ketika dia terus menemukan dirinya tidak beruntung. Bahkan, jadi lebih buruk ketika dia dilempar ke dunia di mana petarungan dimenangkan dengan kekuatan fisik semata.

Tapi, orang seperti Mikey, pemimpin Toman, tidak pernah menyalahkan Takemichi karena tidak menjadi orang paling kuat. Faktanya. Itu adalah sesuatu yang dia kagumi dan mewakili visinya atas era baru berandalan. Kekuatan bukan hanya berevolusi di sekitar fisik di Tokyo Revengers, itu didasarkan pada karakter dan moral.

Cara lain Takemichi memecah mindset toxic masculinity (maskunilitas toksik) adalah bagaimana dia tidak malu memperlihatkan emosinya. Tidak ada yang mengolok-oloknya karena menangis. Akkun bahkan menjulukinya sebagai Pahlawan Cengeng, yang menunjukkan meski dia menangis, itu tidak membuatnya jadi kurang berani atau kurang pahlawan. Dibandingkan dengan Mikey, yang merupakan orang terkuat di Toman, Takemichi harus menyembunyikan betapa takutnya dia ketika Draken terluka karena dia harus mempertahankan citra Mikey yang Tidak Terkalahkan. Bagi Takemichi, menunjukkan emosi butuh banyak keberanian.

2. Takemichi Ditentukan Misinya Menyelamatkan Pacarnya, Hina



Foto: SportsKeeda

Menyelamatkan mantan pacarnya, Hina, adalah motivasi utama Takemichi. Setelah tahu kalau cewek itu tewas akibat ulah Toman, Takemichi berusaha kembali ke masa lalu untuk menemukan akara penyebab korupsi geng itu dan menghentikannya demi mencegah kematian Hina. Sejauh ini, dia gagal berkali-kali. Kali pertama Takemichi melihat masa depan adalah di mana Akkun, yang saat itu mengikuti Kisaki, bunuh diri karena takut pada Kisaki. Kedau kalinya, Takemichi mengira dia sukses setelah menyelamatkan nyawa Draken, tapi dia harus melihat Akkun dan Hina mati lagi.

Itu adalah trauma yang banyak bagi satu orang. Tapi, itu belum akan berakhir. Takemichi akan melihat masa depan yang lebih mengerikan seiring berjalannya cerita. Yang lebih buruk begitu dia ada di lini masa SMP, dia tidak lagi punya orang untuk dipercayai. Dia harus mengemban semua ketakutan dan rasa sakit sendirian tanpa tahu apakah perubahannya membuat masa depan jadi lebih baik atau buruk.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!