10 Film Spin-off Paling Rungkad, Maksa Banget buat Dibikin!

Minggu, 16 April 2023 - 07:07 WIB
Sayang, Evan Almighty salah memahami apa yang membuat film aslinya begitu sukses, yaitu dengan membiarkan pemeran utama cowoknya berlarian dengan liar dan bebas. Film itu juga salah memahami apa yang membuat Evan Baxter menjadi karakter yang begitu diingat, dengan mengubahnya dari seorang antagonis brengsek menjadi protagonis underdog. Evan Almighty menyia-nyiakan waktu semua orang, termasuk Steve, Morgan Freeman, dan orang-orang yang membayar tiket untuk menontonnya.

7. The Scorpion King



Foto: The Playlist

Dengan banyak cara, Dwayne “The Rock” Johnson punya karier membuat spin-off—beberapa di antaranya lebih sukses dari yang lainnya. Usaha pertamanya, The Scorpion King, membawanya kembali ke perannya dari The Mummy Returns. Dengan cara khas Dwayne, karakter itu berubah dari penjahat menjadi pahlawan tragis dengan film itu berkisah tentang cerita asal usulnya sebagai prajurit kuat.

The Scorpion King itu cheesy dan, kadang, konyol luar biasa. Karakternya jelek di The Mummy Returns. Sementara, film solonya berusaha keras membuatnya menarik, usaha itu pada akhirnya gagal. The Scorpion King membuktikan ada kualitas pemeran utama yang bersembunyi di diri The Rock, meski itu juga mengonfirmasi kalau petualangan Mummy di layar lebar hanya bekerja ketika Brendan Fraser menjadi bintangnya.

6. Elektra



Foto: Syfy

Selalu menyenangkan melihat Jennifer Garner di layar. Perannya di Alias mengokohkan tempatnya sebagai ikon action modern dan dia telah lebih dari membuktikan keserbagunaannya sebagai aktris di proyek seperti Juno dan13 Going on 30. Jennifer akan menjadi kendaraan layar lebar. Sayang, dia harus membintangi Elektra.

Film yang menjadi asalnya, Daredevil, terkenal jelek. Pendekatan Jennifer terhadap Elektra juga tidak terlalu diterima dengan baik. Lalu, Elektra bukanlah karakter Marvel kelas A dan itu adalah era pra-MCU ketika audiens hanya tertarik pada pemain utama Marvel. Elektra direncanakan untuk gagal dari awal dan fakta kalau studionya masih memilih membuatnya tetap menjadi tanda tanya.

5. Fantastic Beasts



Foto: The New York Times

Film Harry Potter jelas merupakan fenomena besar pada 2000. Franchise ini telah memproduksi delapan film yang menjadi hit di box office. Serial spin-off-nya, Fantastic Beast, terbukti kurang sukses. Ini terutama karena betapa kurang tujuan dan perulangannya.

Penggemar sudah menonton plot kebaikan melawan kejahatan dengan Harry dan Voldemort. Yang tidak membantu adalah Newt Scamader kurang menarik ketimbang Harry dan Grindelwald kurang sangar ketimbang Voldemort. Kontroversi di kehidupan nyata adalah paku terakhir di peti serial yang tidak banyak dipedulikan penggemar Harry Potter ini.

4. The Bourne Legacy



Foto: The Daily Beast

Trilogi Bourne karya Paul Greengrass unggul karena sejumlah alasan. Matt Damon adalah protagonis yang menarik dan kompleks, action-nya ketat dan seru, dan plot film itu terus jadi intensif dengan setiap entry barunya. Dengan cerita Bourne yang sepertinya selesai setelah The Bourne Ultimatum, Universal memilih melanjutkan serial itu dengan karakter utama lain, yang menghasilkan The Bourne Legacy.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!