Desa-Desa Wisata Baru, Destinasi Hits yang Layak Dikunjungi

Selasa, 14 April 2020 - 13:11 WIB
3. Desa Pujon Kidul

Jawa Timur juga memiliki desa wisata yang cantik. Tepatnya berada di Kabupaten Malang di Jawa Timur. Desa Pujon Kidul, terletak di antara lereng Gunung Kawi, dan Gunung Anjasmoro. Tidak banyak aset yang dimiliki, kecuali tanah bengkok. Tetapi, berkat kreativitas

dan inovasi masyarakat dan aparat desa, mampu memaksimalkan keberadaan tanah bengkok tersebut menjadi tempat usaha yang kian digemari bernama kafe sawah. Kafe sawah sendiri dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumber Sejahtera, Desa Pujon Kidul.

Memasuki area wisata pengunjung akan disuguhkan dengan pemandangan sawah yang penuh dengan tanaman hortikultura seperti wortel, sawi dan tanaman lainnya. Tak hanya itu saja. Fasilitas gubug yang terbuat dari bambu dan jerami bisa dimanfaatkan untuk beristirahat

sembari menikmati menu makanan kuliner yang disediakan. Makanannya pun beraneka ragam, mulai dari makanan khas Jawa dan minuman segar lainnya. Daya tarik kafe ini selain makan di kafe tengah sawah ada juga spot selfie yang menarik seperti spot taman kolam yang

berbentuk I Love You, branding tulisan raksasa Malang Kabupaten The Heart of East Java dan tulisan Desa Wisata Pujon Kidul lengkap dengan logo capung.

Akses jalan menuju Kafe Sawah Pujon Kidul cukup mudah. Dari arah Kota Malang, harus menuju jalur ke arah Kota Wisata Batu. Sesampai di Alun-Alun Kota Batu, pengunjung melaju ke Jalan Panglima Sudirman terus ke Jalan Trunojoyo menuju Jalan Beringin dan lurus

lagi sekitar 3,6 kilometer. Dari sini belok kanan masuk gang Desa Pujon Kidul dan mengikuti jalan sekitar 360 meter dan sampai di tujuan.

4. Desa Pariangan

Desa Pariangan, terletak di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Desa Pariangan menjadi salah satu desa wisata yang patut menjadi referensi untuk dikunjungi. Desa ini bahkan tercatat menjadi salah satu destinasi wisata pedesaan yang sangat indah sedunia versi Budget Travel

majalah pariwisata berpengaruh di Amerika Serikat. Menurut Budget Travel, desa ini menjadi desa kelima yang paling cantik di antara Wengen yang berada di Swiss, Eze di Prancis, Niagara on the Lake di Kanada, dan Cesky Krumlov di Ceko.

Nagari Pariangan dapat ditempuh sekitar tiga jam dari Kota Padang, Ibu Kota Propinsi Sumatera Barat. Lokasi ini berjarak sekitar 14 km dari Kota Batusangkar, Ibukota Kabupaten Tanah Datar. Nagari Tua Pariangan memiliki luas 17.92 kilo meter persegi secara administratif

di bawah Kecamatan Pariangan dan dihuni sekitar 6.479 jiwa. Desa Pariangan terletak di bawah lereng Gunung Marapi, sebuah gunung api aktif dengan ketinggian 700 meter di atas permukaan air laut. Kondisi ini menjadikan udara di desa wisata itu cukup sejuk.

Di desa ini terdapat sebuah mesjid terbesar berusia ratusan tahun yang dikenal dengan nama Masjid Ishlah. Masjid dibangun dengan gaya arsitektur Dongson ala dataran tinggi Tibet, menggambarkan majunya peradaban Minangkabau kala itu. Di desa ini pun terdapat rumah gadang

dengan dinding terbuat dari anyaman rotan dan ukiran kayu sebagai ciri khas bangunan di Sumbar. Rumah gadang ini di antaranya bernama Balairung Sari Tabek atau Rumah Gadang tertua di Minangkabau, Rumah Gadang Datuak Bandaro I, Rumah Gadang Datuak Rangkayo Sati,

Masjid Tuo Pariangan, serta Monumen Api Porda.

5. Desa Teluk Meranti

Desa Teluk Meranti terletak di Kabupaten Pelalawan, Riau. Desa ini menjadi sangat terkenal di kalangan peselancar dunia karena memiliki objek wisata air dengan ombaknya yang terkenal ganas. Ombaknya bahkan dikenal dengan nama Ombak Bono. Keunikan lainnya, ombak ini

terdapat di sungai bukan di laut. Ombak Bono ini merupakan gelombang air yang terletak di bagian Muara Sungai Kampar, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.

Wilayah Teluk Meranti dibelah oleh aliran Sungai Kampar yang bermuara ke Selat Malaka. Sepanjang aliran sungai membentang hutan lebat tropis yang sangat luas dikedua sisi sungai tersebut. Penduduk asli Teluk Meranti adalah Suku Melayu. Kelurahan ini berbatasan langsung

dengan Suaka Margasatwa Kerumutan dan Kabupaten Indragiri Hilir pada bagian selatan, dengan Desa Teluk Binjai pada bagian barat, Desa Pulau Muda pada bagian timur, dan Kabupaten Siak pada bagian utara.

Ombak Bono kemudian menjadi sangat terkenal di dunia internasional karena ombaknya terdiri dari ombak sungai tujuh lapis. Ombak sungai air tawar ini bahkan dapat mencapai ketinggian lima hingga tujuh meter. Dulunya, fenomena ombak ini merupakan pemandangan yang mengerikan

dan ditakuti oleh masyarakat lokal. Ombak bono digambarkan sebagai tujuh hantu. Hantu itu berupa ombak tujuh lapis. Padahal, Ombak Bono merupakan suatu fenomena alam akibat adanya pertemuan arus sungai menuju laut dan arus laut yang masuk ke sungai akibat pasang.

Untuk menuju lokasi, saat ini masih susah-susah gampang karena kendaraan umum belum banyak tersedia, sehingga perlu menyewa mobil rental yang ada di Pangkalan Kerinci. Untuk mencapai lokasi, dari Pekanbaru dapat dicapai dengan dua cara, yaitu lewat jalan darat Pekanbaru -
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!