Bersinergi Dukung Percepatan Penanganan Covid-19 di Indonesia
Rabu, 22 Juli 2020 - 00:44 WIB
Perlu diketahui, pemeriksaan rapid test menggunakan sampel darah untuk menguji apakah seseorang positif Covid-19 atau tidak. Rapid testbekerja dengan mendeteksi immunoglobulin.Seseorang yang terinfeksi akan membentuk antibodi atau immunoglobulin yang bisa dideteksi dalam darah.
(Baca juga: Pemerintah: Thermal Gun Tak Gunakan Sinar Radioaktif )
Sementara itu, tes cepat molekuler atau TCM adalah pemeriksaan dengan menggunakan antigen. Pemeriksaan ini mengambil sampel dahak seseorang dengan amplifikasi asam nukleat berbasis cartridge. Tes ini akan mengidentifikasi RNA pada virus corona pada mesin yang menggunakan cartridge khusus yang bisa mendeteksi virus corona.
Polymerase chain reaction atau PCR dapat menemukan partikel virus pada tubuh setiap individu dan menempatkan urutan gen coronavirus tertentu. MetodePCR dilakukan dengan menyeka bagian hidung atau belakang tenggorokan. Hal inisebagai upayauntukmengambil sampel air liur, atau mengumpulkan sampel cairan dari saluran pernapasan bawah.
(Baca juga: Pemerintah: Thermal Gun Tak Gunakan Sinar Radioaktif )
Sementara itu, tes cepat molekuler atau TCM adalah pemeriksaan dengan menggunakan antigen. Pemeriksaan ini mengambil sampel dahak seseorang dengan amplifikasi asam nukleat berbasis cartridge. Tes ini akan mengidentifikasi RNA pada virus corona pada mesin yang menggunakan cartridge khusus yang bisa mendeteksi virus corona.
Polymerase chain reaction atau PCR dapat menemukan partikel virus pada tubuh setiap individu dan menempatkan urutan gen coronavirus tertentu. MetodePCR dilakukan dengan menyeka bagian hidung atau belakang tenggorokan. Hal inisebagai upayauntukmengambil sampel air liur, atau mengumpulkan sampel cairan dari saluran pernapasan bawah.
(nug)
Lihat Juga :