6 Cara Ekstrem Turunkan Berat Badan, Nomor 5 Kira-kira Anda Kuat?
Senin, 15 Mei 2023 - 09:02 WIB
Prosedur ini membuat pasien merasa sakit saat menelan makanan padat dan memaksa untuk menjalankan diet rendah kalori dan diet cair.
Baca juga: Jangan Asal Coba, Diet Ekstrem Bisa Berdampak Buruk
3.Tinggal seminggu di ketinggian 8.700 kaki
Foto/cekaja.com
Berdasarkan penelitian, orang obesitas yang menghabiskan waktu di ketinggian 8.700 kaki sambil makan apapun yang mereka mau dan tanpa berolahraga, mengalami penurunan berat badan 2-3 pom setelah kembali ke tempat yang lebih rendah.
Para ahli melakukan percobaan pada 20 pria obesitas yang ditempatkan di pegunungan tertinggi di Jerman, Zugspitze. Selama seminggu, mereka boleh makan dan minum sebanyak yang mereka mau dan dilarang berolahraga.
4.Memasang selang nasogatric
Foto/cekaja.com
Seorang dokter di Amerika yang memperkenalkan metode penurunan berat badan drastis dan cepat yang disebut dengan Diet K – E. Caranya yakni dengan menempatkan cairan makanan ke dalam tubuh melalui hidung menggunakan selang nasogatric.
Cairan tersebut mengandung protein, lemak, dan air yang setara dengan 800 kalori. Beberapa jam setelahnya, proses yang disebut dengan ketosis terjadi yang artinya lemak terbakar karena kurangnya asupan karbohidrat.
Baca juga: Jangan Asal Coba, Diet Ekstrem Bisa Berdampak Buruk
3.Tinggal seminggu di ketinggian 8.700 kaki
Foto/cekaja.com
Berdasarkan penelitian, orang obesitas yang menghabiskan waktu di ketinggian 8.700 kaki sambil makan apapun yang mereka mau dan tanpa berolahraga, mengalami penurunan berat badan 2-3 pom setelah kembali ke tempat yang lebih rendah.
Para ahli melakukan percobaan pada 20 pria obesitas yang ditempatkan di pegunungan tertinggi di Jerman, Zugspitze. Selama seminggu, mereka boleh makan dan minum sebanyak yang mereka mau dan dilarang berolahraga.
4.Memasang selang nasogatric
Foto/cekaja.com
Seorang dokter di Amerika yang memperkenalkan metode penurunan berat badan drastis dan cepat yang disebut dengan Diet K – E. Caranya yakni dengan menempatkan cairan makanan ke dalam tubuh melalui hidung menggunakan selang nasogatric.
Cairan tersebut mengandung protein, lemak, dan air yang setara dengan 800 kalori. Beberapa jam setelahnya, proses yang disebut dengan ketosis terjadi yang artinya lemak terbakar karena kurangnya asupan karbohidrat.
Lihat Juga :