SOROT: Pembuktian Film Indonesia pada Tahun 2023
Sabtu, 27 Mei 2023 - 08:16 WIB
Perhitungan Manoj tepat. KKN di Desa Penarilangsung beroleh 315.486 penonton pada hari pertama peredarannya pada 30 April 2022. Mungkin berkat pengalamannya pula, hanya Manoj sendiri yang berani memancang target tinggi bahwa film jagoannya tersebut akan menembus 10 juta penonton. Siapa penggiat film di Indonesia yang berani bermimpi seberani itu?
Selama enam tahun, rekor film Indonesia terlaris dipegang oleh Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1yang rilis pada 2016. Melihat industri film Indonesia yang belum kuat-kuat amat, saya masih sangsi rekor itu bisa ditumbangkan. Tapi ternyata tak butuh satu dekade untuk menumbangkannya. Akhirnya kita punya film Indonesia yang berhasil menembus 10 juta penonton yaitu KKN di Desa Penari.
Tahun lalu menjadi puncak pencapaian film Indonesia dari sisi box office. Selama setahun tercatat 52,5 juta lembar tiket film Indonesia terjual dan kembali mengulang pencapaian yang diraih pada 2019. Yang paling menarik adalah dari total sekitar 86 juta lembar tiket yang terjual di bioskop Tanah Air, 61% di antaranya berasal dari film Indonesia. Jumlah ini memang masih setengah dari rekor total penjualan 150 juta lembar tiket pada 2019, begitupun hal ini menunjukkan bahwa film Indonesia sudah berhasil menjadi tuan rumah di bioskop di negerinya sendiri.
Sewu Dino. Foto: MD Pictures
Namun setelah rebound positif tahun lalu, kita pun menjadi waswas. Sejumlah penggiat film seperti Angga Sasongko memperkirakan bahwa tahun ini akan menjadi pembuktian. Hal tersebut diutarakannya dalam acara Indonesia Millennial and Gen Z Summit 2022 pada September tahun lalu.
Angga mengatakan bahwa tahun ini akan menentukan apakah angka penonton film Indonesia di bioskop akan kuat atau tidak untuk bertahan. Jika ternyata tahun 2023 terkoreksinya tidak jauh, artinya perfilman Indonesia bisa kuat hingga 10 tahun ke depan.
Hingga Mei 2023, perolehan box office film Indonesia baru mencapai angka 15 juta. Memang masih ada tujuh bulan untuk bisa membuktikan apakah industri film Indonesia cukup punya daya tahan dan terutama daya saing dengan film impor, terutama film Hollywood.
Selama hampir tiga tahun, studio Hollywood banyak yang merilis film-filmnya langsung ke layanan streaming dan pada tahun ini, film-film berbiaya besar dari jenama kuat akan bermunculan satu persatu di bioskop. Masalahnya adalah apakah film Indonesia juga punya cukup banyak film yang bisa bertarung dalam kompetisi ketat tersebut?
Momen Lebaran 2023 lalu yang dianggap menjadi momen emas film Indonesia ternyata tak seberhasil yang kita bayangkan. Dari empat film yang dirilis rumah produksi besar, hanya Sewu Dinoyang masih mampu cemerlang dengan perolehan di atas empat juta penonton.
Buya Hamkayang bahkan didukung Muhammadiyah dan Majelis Ulama Indonesia tak bisa membuat jutaan masyarakat muslim Indonesia berduyun-duyun menontonnya di bioskop. Film berbiaya jumbo Rp70 miliar tersebut hanya' berhasil meraup 1,2 juta penonton, sementara paling tidak dibutuhkan tiga juta penonton untuk membuatnya balik modal.
Selama enam tahun, rekor film Indonesia terlaris dipegang oleh Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1yang rilis pada 2016. Melihat industri film Indonesia yang belum kuat-kuat amat, saya masih sangsi rekor itu bisa ditumbangkan. Tapi ternyata tak butuh satu dekade untuk menumbangkannya. Akhirnya kita punya film Indonesia yang berhasil menembus 10 juta penonton yaitu KKN di Desa Penari.
Tahun lalu menjadi puncak pencapaian film Indonesia dari sisi box office. Selama setahun tercatat 52,5 juta lembar tiket film Indonesia terjual dan kembali mengulang pencapaian yang diraih pada 2019. Yang paling menarik adalah dari total sekitar 86 juta lembar tiket yang terjual di bioskop Tanah Air, 61% di antaranya berasal dari film Indonesia. Jumlah ini memang masih setengah dari rekor total penjualan 150 juta lembar tiket pada 2019, begitupun hal ini menunjukkan bahwa film Indonesia sudah berhasil menjadi tuan rumah di bioskop di negerinya sendiri.
Sewu Dino. Foto: MD Pictures
Namun setelah rebound positif tahun lalu, kita pun menjadi waswas. Sejumlah penggiat film seperti Angga Sasongko memperkirakan bahwa tahun ini akan menjadi pembuktian. Hal tersebut diutarakannya dalam acara Indonesia Millennial and Gen Z Summit 2022 pada September tahun lalu.
Angga mengatakan bahwa tahun ini akan menentukan apakah angka penonton film Indonesia di bioskop akan kuat atau tidak untuk bertahan. Jika ternyata tahun 2023 terkoreksinya tidak jauh, artinya perfilman Indonesia bisa kuat hingga 10 tahun ke depan.
Hingga Mei 2023, perolehan box office film Indonesia baru mencapai angka 15 juta. Memang masih ada tujuh bulan untuk bisa membuktikan apakah industri film Indonesia cukup punya daya tahan dan terutama daya saing dengan film impor, terutama film Hollywood.
Selama hampir tiga tahun, studio Hollywood banyak yang merilis film-filmnya langsung ke layanan streaming dan pada tahun ini, film-film berbiaya besar dari jenama kuat akan bermunculan satu persatu di bioskop. Masalahnya adalah apakah film Indonesia juga punya cukup banyak film yang bisa bertarung dalam kompetisi ketat tersebut?
Momen Lebaran 2023 lalu yang dianggap menjadi momen emas film Indonesia ternyata tak seberhasil yang kita bayangkan. Dari empat film yang dirilis rumah produksi besar, hanya Sewu Dinoyang masih mampu cemerlang dengan perolehan di atas empat juta penonton.
Buya Hamkayang bahkan didukung Muhammadiyah dan Majelis Ulama Indonesia tak bisa membuat jutaan masyarakat muslim Indonesia berduyun-duyun menontonnya di bioskop. Film berbiaya jumbo Rp70 miliar tersebut hanya' berhasil meraup 1,2 juta penonton, sementara paling tidak dibutuhkan tiga juta penonton untuk membuatnya balik modal.
Lihat Juga :