Mengapa Muzan Memburu Bunga Higanbana Biru di Demon Slayer?

Kamis, 08 Juni 2023 - 07:29 WIB
Ironisnya, porsi waktu sedikit yang dia habiskan sebagai manusia akan tetap ada dalam ingatannya selama berabad-abad. Menjelang akhir periode ini ketika kesehatannya terus memburuk, dia menjadi subyek prototipe pengobatan yang dikembangkan dokter dengan harapan menyelamatkannya dari kondisinya. Awalnya yakin kalau perawatan itu tidak efektif, Muzan membunuh dokter itu karena marah dan akhirnya sadar kalau faktanya, perawatan itu menyembuhkan banyak rasa sakitnya.

Dengan tubuh yang sangat kuat dengan kemampuan menundukkan siapa pun di sekitarnya dengan darah transformatifnya, Muzan mengambil mantel Raja Iblis dan nenek moyang semua jenis iblis. Tapi, ada sejumlah kekurangan yang dia alami, yang paling mencolok adalah dia tidak bisa pergi ketika ada sinar matahari. Kalau nekat, dia akan cacat dan terbakar, tubuhnya akan jadi abu, sementara juga menghambat regenerasinya.

Dengan begitu, Raja Iblis yang hampir abadi itu menemukan satu-satunya kelemahannya adalah matahari—sesuatu yang dia turunkan ke semua yang mendapatkan darahnya. Di sisi lain, Muzan juga mengalami keinginan besar untuk memakan daging manusia. Tapi, ini bukanlah kecemasan baginya karena kurangnya empati membuatnya bisa memuaskan kebutuhan ini tanpa masalah serius.

2. Mengapa Higanbana Biru Sangat Berharga?



Foto: Kimetsu no Yaiba Wiki – Fandom

Membunuh dokter yang menyembuhkannya adalah aksi ayang disesali Muzan sepanjang hidupnya. Ini karena perawatannya dengan obat eksperimental itu masih belum selesai. Muzan percaya kalau itu adalah alasan ketidakmampuannya pergi saat ada sinar matahari. Itu menjadi sesuatu yang membuatya terobsesi.

Properti medis bunga itu juga relatif belum diuji ketika dia dirawat. Perawatan itu sangat sulit ditiru karena Muzan membunuh satu-satunya orang yang tahu komposisinya. Diimplikasikan kalau bunga itu bisa menyingkirkan kelemahannya pada sinar matahari, yang menghambat keabadiannya dan kerapuhannya terhadap serangan atau elemen luar. Ini pada akhirnya akan memenuhi ambisinya hidup tanpa takut mati, menjadi makhluk yang yang benar-benar bisa digambarkan abadi.

Kondisi lain atas hasrat ini adalah menciptakan iblis yang bisa tahan dari ancaman matahari, yang bisa dia pakai sebagai sarana untuk mengkaji penyakit dan mengatasinya. Pembunuhan terhadap keluarga Kamado memotivasinya, yang dibuktikan dengan bagaimana dia menyuntikkan anggota keluarga itu dengan darahnya. Sekilas, dia percaya kalau tindakan itu gagal karena hampir semua anggota keluarga itu mati, kecuali satu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!