CERMIN: Setelah Spider-Man, The Flash adalah Adiwira Idola Baru Saya Berikutnya

Jum'at, 16 Juni 2023 - 11:03 WIB
Tapi saya masih lebih beruntung dari Barry. Ibu Barry tewas bersimbah darah diserang seseorang di rumahnya sendiri. Kelak ayahnya bahkan dipenjara atas tuduhan membunuh ibunya. Barry merasa seisi dunia memusuhinya apalagi karena ia tahu betul bahwa ayahnyatak bersalah. Bahkan identitasnya sebagai adiwira pun tak bisa menghindarkan ayahnya dari hukuman yang tak pantas disandangnya.



Foto: Warner Bros. Pictures

Dan The Flashjuga adalah tentang membuat pilihan. Bagaimana sebuah pilihan yang terlihat minor mampu mengubah semesta secara keseluruhan. Bagaimana sebuah tindakan pada masa lalu bisa meluluhlantakkan seisi dunia. Juga bagaimana sebuah sikap egoisme walau dengan niat baik sekali pun selalu bisa membuat dunia sekarang menjadi jungkir balik.

Seperti Peter, Barry hanyalah seorang anak muda yang mengambil keputusan paling bodoh dalam hidupnya. Ia tak memahami konsekuensi dari tindakan yang dilakukannya yang ternyata memengaruhi segala aspek dalam hidupnya. Tapi Barry adalah kita yang begitu naif ingin memperbaiki yang salahpada masa lalu dan berharap kebenaran akan terungkap dengan sendirinya pada masa depan.

Di luar urusan multisemesta yang digaungkan begitu banyak film tentang adiwira, The Flashterlihat paling personal di antaranya. Karena ia mengupas hal-hal paling fundamental yang dialami seorang manusia biasa: perasaan kehilangan, perasaan kerinduan dan keinginan untuk memutarbalikkan yang sudah terjadi.



Foto: Warner Bros. Pictures

Alasan itu pula yang menjadikan The Flashterasa menyegarkan, bisa jadi juga karena Ezra Miller menyuntikkan energi dan hati begitu besar untuk Barry Allen. Di tangan Ezra, kita tak lagi melihat sosok adiwira yang serbakuat dan serbacekatan, tapi juga manusia biasa yang boleh bersedih, sering kali nelangsa dan berjuang mati-matian untuk membela ayahnya.

Baca Juga: Review Film Extraction 2: Tetap Seru meski Masih Pakai Resep Lama

Di luar urusan efek spesial mencengangkan dan hal-hal teknis lainnya, sekali lagi yang selalu sampai ke hati penonton adalah bagaimana karakter dalam sebuah film merefleksikan apa yang pernah atau sedang mereka rasakan. Bagaimana penonton merasa terkoneksi dengan yang dialami karakter dan tentu saja bagaimana karakter, sebagaimana penonton, melanjutkan hari-hari mereka setelah melalui hari-hari perjuangan mahakeras.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!