10 Persamaan Gelap Dunia Anime Naruto dan Jigokuraku

Selasa, 20 Juni 2023 - 08:05 WIB
Salah satu adegan paling mematahkan hati di Naruto adalah kematian Asuma. Momen terakhirnya disimbolkan dengan patahnya setangkai bunga mawar, yang sedang disirami istrinya, Kurenai. Di Jigokuraku, bunga bahkan punya peranan lebih penting terkait kematian, karena semua mayat orang yang kembali dari Shinsenkyou ditumbuhi bunga.

3. Shinobi Dipaksa Membunuh



Foto: CBR

Salah satu aspek gelap menjadi shinobi adalah, pada akhirnya, mereka dilatih untuk membunuh. Baik Itachi dan Gabimaru mewujudkan aspek ini sebagai ninja. Meskipun, mereka membunuh karena tugas, bukan untuk bersenang-senang.

Dalam kasus Itachi, arah hidupnya didefinisikan dengan pembunuhan yang dia lakukan terhadap seluruh klannya. Sama seperti Itachi, Gabimaru dilatih untuk membunuh sejak kecil. Bahkan, dia mengambil julukan Hampa karena sifatnya yang tidak punya hati.

2. Orang Baik Berjatuhan



Foto: Screen Rant

Salah satu kehilangan paling menyedihkan selama Perang Dunia Shinobi di Naruto Shippuden adalah kematian Neji. Di detik-detik penuh keputusasaan, Neji mengorbankan nyawanya demi melindungi Naruto dan masyarakat Shinobi. Kematiannya adalah salah satu yang paling tragis di serial ini.

Sementara, Tenza mengorbankan nyawanya demi melindungi Nurugai dan gurunya, Shion, dari Tensen. Tenza sebenarnya punya peluang untuk kabur bersama Nurugai. Tapi, seperti Neji, hidupnya sudah diambil jauh sebelum waktunya.

Baca Juga: Profil Singkat 10 Karakter Utama Jigokuraku: Hell's Paradise

1. Sasuke dan Gabimaru Mengorbankan Sisi Manusia demi Kekuatan



Foto: Anime Trending

Sebagian besar perjalanan Gabimaru adalah tentang perjuangan berekonsiliasi dengan siapa dia di masa lalu dengan menjadi orang yang dia inginkan. Dia selalu terbebani dengan pengajaran yang dia terima dari Ketua. Pengajaran ini memperkuatnya di pertarungan tapi menguras sisi kemanusiaannya.

Perjuangan ini tercermin pada diri Sasuke, yang sangat terpengaruh oleh ajaran Orochimaru. Meski Sasuke dan Gabimaru sama-sama melakukan yang terbaik untuk mendapatkan kembali sisi kemanusiaan mereka, jelas kalau perjuangan melawan trauma itu selalu ada di diri mereka.
(alv)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!