CERMIN: Barbie dan Hasrat Perempuan Menjadi Sempurna
Rabu, 28 Juni 2023 - 09:43 WIB
Premis menarik ini sesungguhnya punya potensi untuk dieksplorasi lebih jauh, melebihi dari versi aslinya yang dirilis pada 2006. Sayangnya memang skenario yang ditulis Upi seperti membatasi diri untuk berusaha terlalu setia dengan materi aslinya.
Foto: Prime Video
Tak banyak pembaruan yang dilakukan, tak banyak kejutan yang dihadirkan. Padahal kekurangan dalam film aslinya masih bisa ditambal dalam film ulang buatnya. Misalnya motivasi Juwita untuk berubah tak sekadar keinginan untuk mendapatkan validasi dari orang lain tapi betul-betul lahir dari sebuah sikap self-love yang sayangnya tak pernah diperlihatkan sebelumnya.
Juga bagaimana proses transformasi Juwita yang terasa terlalu instan dan tak memperlihatkan bagaimana perjuangannya untuk berubah justru membuat kita sebagai penonton tak memberi simpati yang lebih pada sosok Juwita/Angel. Untungnya memang Ody C Harahap yang duduk di bangku sutradara tahu betul bagaimana menambal segala kekurangan pada skenario dan mengeksekusi film ulang buat.
Sebelumnya Ody sudah punya pengalaman dengan film ulang buat yang juga berasal dari Korea berjudul Miss Grannyyang dirilis tahun 2014. Di tangannya, versi Indonesia yang berubah judul menjadi Sweet 20 (dirilis pada 2017) menjadi film yang lebih bagus dari materi aslinya dengan beberapa penyesuaian signifikan di sana-sini yang membuat ceritanya terasa lebih membumi. Meski tak sebaik Sweet 20, 200 Pounds Beautytetap sebuah film dengan pesan penting tentang mencintai diri sendiri yang menghangatkan hati.
Foto: Prime Video
Bisa jadi inilah peran paling menarik yang pernah dimainkan Syifa Hadju. Hampir dalam semua film/serial/sinetron yang dibintanginya, Syifa seperti tak pernah mendapat kesempatan untuk memperlihatkan kecemerlangan aktingnya. Seperti Juwita. Syifa justru selalu tertutupi oleh kecantikan dan kesempurnaannya sebagai perempuan.
Namun dalam 200 Pounds Beauty, Syifa menunjukkan bahwa jam terbangnya selama ini sangat berperan membentuknya menjadi seorang aktris dengan akting yang semakin matang. Terlebih Syifa menyanyikan sendiri semua lagu-lagu yang ditampilkan dalam film.
Dalam perkembangannya, kini Barbie tak hanya dihadirkan berkulit cemerlang. Adanya pergeseran konvensi seputar kecantikan perempuan membuat Barbie pun kini bisa saja berkulit hitam atau justru sawo matang layaknya kulit perempuan Asia.
Foto: Prime Video
Tak banyak pembaruan yang dilakukan, tak banyak kejutan yang dihadirkan. Padahal kekurangan dalam film aslinya masih bisa ditambal dalam film ulang buatnya. Misalnya motivasi Juwita untuk berubah tak sekadar keinginan untuk mendapatkan validasi dari orang lain tapi betul-betul lahir dari sebuah sikap self-love yang sayangnya tak pernah diperlihatkan sebelumnya.
Juga bagaimana proses transformasi Juwita yang terasa terlalu instan dan tak memperlihatkan bagaimana perjuangannya untuk berubah justru membuat kita sebagai penonton tak memberi simpati yang lebih pada sosok Juwita/Angel. Untungnya memang Ody C Harahap yang duduk di bangku sutradara tahu betul bagaimana menambal segala kekurangan pada skenario dan mengeksekusi film ulang buat.
Sebelumnya Ody sudah punya pengalaman dengan film ulang buat yang juga berasal dari Korea berjudul Miss Grannyyang dirilis tahun 2014. Di tangannya, versi Indonesia yang berubah judul menjadi Sweet 20 (dirilis pada 2017) menjadi film yang lebih bagus dari materi aslinya dengan beberapa penyesuaian signifikan di sana-sini yang membuat ceritanya terasa lebih membumi. Meski tak sebaik Sweet 20, 200 Pounds Beautytetap sebuah film dengan pesan penting tentang mencintai diri sendiri yang menghangatkan hati.
Foto: Prime Video
Bisa jadi inilah peran paling menarik yang pernah dimainkan Syifa Hadju. Hampir dalam semua film/serial/sinetron yang dibintanginya, Syifa seperti tak pernah mendapat kesempatan untuk memperlihatkan kecemerlangan aktingnya. Seperti Juwita. Syifa justru selalu tertutupi oleh kecantikan dan kesempurnaannya sebagai perempuan.
Namun dalam 200 Pounds Beauty, Syifa menunjukkan bahwa jam terbangnya selama ini sangat berperan membentuknya menjadi seorang aktris dengan akting yang semakin matang. Terlebih Syifa menyanyikan sendiri semua lagu-lagu yang ditampilkan dalam film.
Dalam perkembangannya, kini Barbie tak hanya dihadirkan berkulit cemerlang. Adanya pergeseran konvensi seputar kecantikan perempuan membuat Barbie pun kini bisa saja berkulit hitam atau justru sawo matang layaknya kulit perempuan Asia.
Lihat Juga :