CERMIN: Monster Itu Bernama Adrienne
Jum'at, 07 Juli 2023 - 20:40 WIB
Ia pernah melakukan kesalahan besar saat masa kecilnya dan terus menggores dirinya hingga ke masa sekarang. Seorang manusia yang tahu bahwa suatu saat masa lalu itu harus dihadapinya dengan gagah berani.
Foto: Disney+
The Clearingyang hanya terdiri dari delapan episode menghantui dengan perlahan, tak pernah terburu-buru memperkenalkan karakter demi karakter dengan menarik. Ceritanya sabar memperlihatkan jalinan konflik yang berpilin di antara masa lalu dan masa sekarang, dan membuat kita peduli dengan yang terjadi di semestanya.
Sesekali episode demi episode berjalan dengan mengaburkan linimasa yang mudah membuat penonton awam kehilangan arah, tapi karena dituturkan dengan cara yang inventif membuat kita justru tertarik untuk terus mengikuti ceritanya hingga tuntas.
Miranda Otto sebagai Adrienne dan Teresa Palmer sebagai Freya juga tampil dalam puncak aktingnya sejauh bentangan karier keduanya. Miranda mengeluarkan segala pesonanya dicampur dengan segala niat jahat dari Adrienne yang membuatnya menjadi salah satu monster berwujud manusia paling menakutkan yang pernah ada.
Sementara Teresa tak pernah lengah memperlihatkan keinginannya untuk maju menapaki masa kini dengan gagah tapi pada saat yang sama terus menerus disedot masuk ke masa lalu yang tak pernah bisa ditinggalkannya. Kedua aktris memperlihatkan keterampilan akting cemerlang yang memberi sentuhan humanis yang menarik pada karakter yang mereka mainkan.
Jadinya kadang kita bisa geram dengan Adrienne, kali lain kita bisa kasihan dan peduli padanya. Dengan Freya pun demikian. Kita bisa membencinya ketika bisa tega meninggalkan anaknya begitu saja. Tapi kali lain hati kita bisa tersentuk melihat Freya yang terus terikat dengan masa lalunya.
Foto: Disney+
Saya membayangkan kelak Indonesia juga punya serial bertema kriminal tentang kultus-kultus yang pernah ada di negeri ini dengan kekuatan skenario serupa. Karakter-karakter di dalamnya terbangun kokoh dan berkembang, dituturkan dengan pelantapi tak pernah kehilangan cara untuk membetot perhatian penonton.
Saat ini kita punya kisah tak kalah ajaib dari Panji Gumilang yang membangun semacam kultus di sebuah pesantren terkemuka. Memang belum ada perkara kriminal yang berpilin di dalamnya hingga saat ini, tapi tanpa itu pun, jika diramu dengan inventif, tetap saja kisah ini akan sungguh menarik ketika diadaptasi sebagai serial kriminal.
Foto: Disney+
The Clearingyang hanya terdiri dari delapan episode menghantui dengan perlahan, tak pernah terburu-buru memperkenalkan karakter demi karakter dengan menarik. Ceritanya sabar memperlihatkan jalinan konflik yang berpilin di antara masa lalu dan masa sekarang, dan membuat kita peduli dengan yang terjadi di semestanya.
Sesekali episode demi episode berjalan dengan mengaburkan linimasa yang mudah membuat penonton awam kehilangan arah, tapi karena dituturkan dengan cara yang inventif membuat kita justru tertarik untuk terus mengikuti ceritanya hingga tuntas.
Miranda Otto sebagai Adrienne dan Teresa Palmer sebagai Freya juga tampil dalam puncak aktingnya sejauh bentangan karier keduanya. Miranda mengeluarkan segala pesonanya dicampur dengan segala niat jahat dari Adrienne yang membuatnya menjadi salah satu monster berwujud manusia paling menakutkan yang pernah ada.
Sementara Teresa tak pernah lengah memperlihatkan keinginannya untuk maju menapaki masa kini dengan gagah tapi pada saat yang sama terus menerus disedot masuk ke masa lalu yang tak pernah bisa ditinggalkannya. Kedua aktris memperlihatkan keterampilan akting cemerlang yang memberi sentuhan humanis yang menarik pada karakter yang mereka mainkan.
Jadinya kadang kita bisa geram dengan Adrienne, kali lain kita bisa kasihan dan peduli padanya. Dengan Freya pun demikian. Kita bisa membencinya ketika bisa tega meninggalkan anaknya begitu saja. Tapi kali lain hati kita bisa tersentuk melihat Freya yang terus terikat dengan masa lalunya.
Foto: Disney+
Saya membayangkan kelak Indonesia juga punya serial bertema kriminal tentang kultus-kultus yang pernah ada di negeri ini dengan kekuatan skenario serupa. Karakter-karakter di dalamnya terbangun kokoh dan berkembang, dituturkan dengan pelantapi tak pernah kehilangan cara untuk membetot perhatian penonton.
Saat ini kita punya kisah tak kalah ajaib dari Panji Gumilang yang membangun semacam kultus di sebuah pesantren terkemuka. Memang belum ada perkara kriminal yang berpilin di dalamnya hingga saat ini, tapi tanpa itu pun, jika diramu dengan inventif, tetap saja kisah ini akan sungguh menarik ketika diadaptasi sebagai serial kriminal.
Lihat Juga :