CERMIN: Kisah Ayah, Anak, dan Sebuah Pintu Merah
Jum'at, 14 Juli 2023 - 14:49 WIB
Sayangnya memang cerita tak menyempatkan diri mengulik bagaimana perceraian ini menggores luka dalam bagi Dalton. Hanya secuplik dialog yang dilontarkan oleh Renai yang membuat kita tahu mengapa perceraian itu terjadi. Kita juga hanya tahu sedikit mengapa hidup Josh berantakan setelahnya dan kini ia mencoba memungutnya serpihan demi serpihan.
Foto: Sony Pictures
Padahal kisah tentang perceraian ini bisa menjadi peluru baru bagi Insidious untuk merebut penonton baru, mereka yang baru saja menginjak remaja dan akhirnya bisa menonton film di bioskop bersama teman-temannya. Perceraian ini bisa menjadi semacam penghubung antara film dengan penonton baru dan bisa merasakan apa yang dirasakan Dalton sebagai korban. Pengalaman pahit yang membuat remaja ganteng ini hampir selalu murung.
Tapi Insidious: The Red Doormemilih berfokus pada bagaimana Dalton akan kembali bertemu dengan pintu merah yang sudah diperkenalkan di jilid Insidioussebelumnya. Bagaimana pintu itu muncul dari alam bawah sadarnya ketika ia diminta oleh guru seninya untuk merakit kepingan demi kepingan pengalaman dan menggoreskannya ke kanvas.
Sayangnya memang yang justru muncul adalah pengalaman traumatik masa kecilnya yang sempat hilang dari benaknya. Juga bagaimana kenangan yang kabur soal sosok ayah yang menjadi fotokopi dirinya dan bagaimana keduanya berperang dengan keistimewaan mereka.
Sayang betul film ini tak mengeksplorasi lebih jauh hubungan ayah-anak yang potensial mengundang iba. Dua manusia yang tak pernah minta diberi keistimewaan tapi malah menderita karenanya. Seorang ayah yang menolak menjadi cerminan dari sikap ayahnya yang brengsek dan seorang anak yang menganggap ayahnya adalah seorang ayah yang brengsek.
Foto: Sony Pictures
Jika saja skenario garapan Scott Teems mau sedikit repot membongkar hubungan pelik keduanya, kita akan bisa mendapatkan tontonan komplit tentang sebuah keluarga yang tercerai berai, ayah dan anak yang berjuang memperbaiki hubungan mereka, dan sebuah pintu merah yang bisa menjadi simbol tentang bagaimana mereka ingin menutup hubungan masa lalu yang buruk.
Genre horor selama ini hampir selalu dipandang buruk oleh kritikus justru karena kemalasan sineasnya untuk mengolah tema atau isu menarik ke dalam cerita yang membuat penonton lebih merasakan kedekatan. Relevansi pada hari ini menjadi kunci bagaimana para penonton baru memenuhi kursi bioskop.
Foto: Sony Pictures
Padahal kisah tentang perceraian ini bisa menjadi peluru baru bagi Insidious untuk merebut penonton baru, mereka yang baru saja menginjak remaja dan akhirnya bisa menonton film di bioskop bersama teman-temannya. Perceraian ini bisa menjadi semacam penghubung antara film dengan penonton baru dan bisa merasakan apa yang dirasakan Dalton sebagai korban. Pengalaman pahit yang membuat remaja ganteng ini hampir selalu murung.
Tapi Insidious: The Red Doormemilih berfokus pada bagaimana Dalton akan kembali bertemu dengan pintu merah yang sudah diperkenalkan di jilid Insidioussebelumnya. Bagaimana pintu itu muncul dari alam bawah sadarnya ketika ia diminta oleh guru seninya untuk merakit kepingan demi kepingan pengalaman dan menggoreskannya ke kanvas.
Sayangnya memang yang justru muncul adalah pengalaman traumatik masa kecilnya yang sempat hilang dari benaknya. Juga bagaimana kenangan yang kabur soal sosok ayah yang menjadi fotokopi dirinya dan bagaimana keduanya berperang dengan keistimewaan mereka.
Sayang betul film ini tak mengeksplorasi lebih jauh hubungan ayah-anak yang potensial mengundang iba. Dua manusia yang tak pernah minta diberi keistimewaan tapi malah menderita karenanya. Seorang ayah yang menolak menjadi cerminan dari sikap ayahnya yang brengsek dan seorang anak yang menganggap ayahnya adalah seorang ayah yang brengsek.
Foto: Sony Pictures
Jika saja skenario garapan Scott Teems mau sedikit repot membongkar hubungan pelik keduanya, kita akan bisa mendapatkan tontonan komplit tentang sebuah keluarga yang tercerai berai, ayah dan anak yang berjuang memperbaiki hubungan mereka, dan sebuah pintu merah yang bisa menjadi simbol tentang bagaimana mereka ingin menutup hubungan masa lalu yang buruk.
Genre horor selama ini hampir selalu dipandang buruk oleh kritikus justru karena kemalasan sineasnya untuk mengolah tema atau isu menarik ke dalam cerita yang membuat penonton lebih merasakan kedekatan. Relevansi pada hari ini menjadi kunci bagaimana para penonton baru memenuhi kursi bioskop.
Lihat Juga :