Review Film Oppenheimer: Bukan Tontonan untuk Semua Orang
Kamis, 20 Juli 2023 - 08:37 WIB
Semua ini dilakukan dengan apik oleh Cillian Murphy. Aktor asal Irlandia itu mampu melakonkan Oppenheimer dengan berbagai macam masalah yang menimpanya. Dia bisa menunjukkan ketika Oppenheimer ada di atas angin atau pun sedang ada di level terendah dalam hidupnya. Dia juga memperlihatkan kerapuhan Oppenheimer ketika itu terkait kehidupan asmaranya.
Foto: Wired
Akting Cillian bisa sangat dinikmati di film ini. Terlebih, perannya ini berbeda dengan apa yang selama ini membuatnya dikenal. Kalau Thomas Shelby di Peaky Blinders dikenal dingin dan cepat beraksi secara fisik, di film ini, Oppenheimer lebih banyak beraksi dengan otak dan emosinya. Dia juga bukan orang yang dingin. Dia adalah seorang nerd di era 30-40-an.
Robert Downey Jr. (RDJ) juga cukup berhasil menghilangkan kesan Tony Stark dalam perannya sebagai Lewis Strauss di Oppenheimer. Sosok pengusaha licik dan paranoid ini digambarkan RDJ dengan sangat menyakinkan. Dia adalah twist di film ini. Orang harus benar-benar mencermatinya dari awal dan kemudian menebak apa isi kepalanya seiring berjalannya cerita.
Sementara, meski hanya menjadi pemeran pendukung, Matt Damon menyajikan sosok Letkol Leslie Groves yang meyakinkan. Dia bisa menekan, memperlihatkan betapa dia tidak bisa mempercayai orang, dan mengintimidasi. Punya porsi lumayan besar di film ini, Groves harus dibikin pusing dengan berbagai keputusan Oppenheimer.
Foto: Mama’s Geeky
Yang menarik, film ini juga menampilkan Josh Hartnett yang memerankan seorang dosen/ilmuwan bernama Ernest Lawrence. Dia adalah teman Oppenheimer. Lewat film ini, Josh akhirnya bisa mewujudkan impiannya bekerja sama dengan Nolan. Sebelumnya, Josh merasa seperti masuk daftar hitam sutradara itu setelah menolak memerankan Batman di trilogi The Dark Knight.
Secara keseluruhan, Oppenheimer terasa seperti film khusus pria. Wanita yang ditampilkan di film ini serasa seperti pelengkap. Istri Oppenheimer, Kitty, yang diperankan Emily Blunt, baru terasa perannya menjelang akhir film. Di awal, dia tidak terlalu ditonjolkan. Sementara, Jane Tatlock, yang diperankan Florence Pugh, adalah pengisi hati Oppenheimer. Perannya lebih pada ke sisi emosi karakter itu.
Foto: Wired
Akting Cillian bisa sangat dinikmati di film ini. Terlebih, perannya ini berbeda dengan apa yang selama ini membuatnya dikenal. Kalau Thomas Shelby di Peaky Blinders dikenal dingin dan cepat beraksi secara fisik, di film ini, Oppenheimer lebih banyak beraksi dengan otak dan emosinya. Dia juga bukan orang yang dingin. Dia adalah seorang nerd di era 30-40-an.
Robert Downey Jr. (RDJ) juga cukup berhasil menghilangkan kesan Tony Stark dalam perannya sebagai Lewis Strauss di Oppenheimer. Sosok pengusaha licik dan paranoid ini digambarkan RDJ dengan sangat menyakinkan. Dia adalah twist di film ini. Orang harus benar-benar mencermatinya dari awal dan kemudian menebak apa isi kepalanya seiring berjalannya cerita.
Sementara, meski hanya menjadi pemeran pendukung, Matt Damon menyajikan sosok Letkol Leslie Groves yang meyakinkan. Dia bisa menekan, memperlihatkan betapa dia tidak bisa mempercayai orang, dan mengintimidasi. Punya porsi lumayan besar di film ini, Groves harus dibikin pusing dengan berbagai keputusan Oppenheimer.
Foto: Mama’s Geeky
Yang menarik, film ini juga menampilkan Josh Hartnett yang memerankan seorang dosen/ilmuwan bernama Ernest Lawrence. Dia adalah teman Oppenheimer. Lewat film ini, Josh akhirnya bisa mewujudkan impiannya bekerja sama dengan Nolan. Sebelumnya, Josh merasa seperti masuk daftar hitam sutradara itu setelah menolak memerankan Batman di trilogi The Dark Knight.
Secara keseluruhan, Oppenheimer terasa seperti film khusus pria. Wanita yang ditampilkan di film ini serasa seperti pelengkap. Istri Oppenheimer, Kitty, yang diperankan Emily Blunt, baru terasa perannya menjelang akhir film. Di awal, dia tidak terlalu ditonjolkan. Sementara, Jane Tatlock, yang diperankan Florence Pugh, adalah pengisi hati Oppenheimer. Perannya lebih pada ke sisi emosi karakter itu.
Lihat Juga :