Bagaimana Meningkatkan Citra Melalui Employee Ambassador? Simak Tips Berikut
Jum'at, 21 Juli 2023 - 15:55 WIB
Namun alih-alih menuliskan caption yang diminta, Scott Disick justru mengikutsertakan seluruh brief perusahaan. Dengan lengkap Scott Disick menulis "Ini dia, jam 4 sore, tulis di bawah. Keterangan: Mengikuti rutinitas olahraga musim panas dengan protein shake @booteauk pagi saya!". Meski viral, kemitraan Bootea dan Scott Disick menjadi candaan di internet.
Tak heran jika jumlah Gen Z yang tertarik pada influencer telah turun 12% sejak 2020 berdasarkan data Global Web Index (GWI). Konsumen terutama mereka yang berusia lebih muda seperti Gen Z lebih tertarik dengan konten bersponsor yang dipromosikan oleh mereka yang memang terlibat dengan produk atau layanan tersebut.
Alih-alih membayar mahal megainfluencer yang tidak efektif, brand lebih baik memilih influencer yang benar-benar memiliki pengalaman dengan produk atau brand mereka. Maka dari itu, siapa lagi yang mampu menjadi influencer terbaik bagi bisnis kalau bukan karyawan perusahaan itu sendiri?
Karyawan adalah orang-orang yang memiliki pengetahuan nyata tentang brand, produk, dan layanan perusahaan. Faktanya, survei Edelman Trust Barometer menunjukkan konsumen tiga kali lebih mungkin mempercayai informasi tentang perusahaan yang dibagikan oleh karyawan daripada informasi yang dibagikan oleh CEO, founder, atau akun media sosial perusahaan itu sendiri.
Senada, laporan bertajuk How to Maximize Reach and Engagement by Empowering Employees to Share Content dari LinkedIn, menunjukkan konten yang dibagikan oleh karyawan memiliki click-through rate (CTR) dua kali lebih tinggi dibandingkan saat dibagikan oleh perusahaan itu sendiri. CTR sendiri merupakan jumlah pengunjung yang mengeklik iklan yang dipasang di sebuah situs.
Keuntungan lain berasal dari jaringan karyawan yang setidaknya 10 kali lebih besar daripada basis pengikut perusahaan. Dengan begitu, unggahan karyawan dapat menjangkau lebih banyak audiens.
Tak heran jika jumlah Gen Z yang tertarik pada influencer telah turun 12% sejak 2020 berdasarkan data Global Web Index (GWI). Konsumen terutama mereka yang berusia lebih muda seperti Gen Z lebih tertarik dengan konten bersponsor yang dipromosikan oleh mereka yang memang terlibat dengan produk atau layanan tersebut.
Alih-alih membayar mahal megainfluencer yang tidak efektif, brand lebih baik memilih influencer yang benar-benar memiliki pengalaman dengan produk atau brand mereka. Maka dari itu, siapa lagi yang mampu menjadi influencer terbaik bagi bisnis kalau bukan karyawan perusahaan itu sendiri?
Karyawan adalah orang-orang yang memiliki pengetahuan nyata tentang brand, produk, dan layanan perusahaan. Faktanya, survei Edelman Trust Barometer menunjukkan konsumen tiga kali lebih mungkin mempercayai informasi tentang perusahaan yang dibagikan oleh karyawan daripada informasi yang dibagikan oleh CEO, founder, atau akun media sosial perusahaan itu sendiri.
Senada, laporan bertajuk How to Maximize Reach and Engagement by Empowering Employees to Share Content dari LinkedIn, menunjukkan konten yang dibagikan oleh karyawan memiliki click-through rate (CTR) dua kali lebih tinggi dibandingkan saat dibagikan oleh perusahaan itu sendiri. CTR sendiri merupakan jumlah pengunjung yang mengeklik iklan yang dipasang di sebuah situs.
Keuntungan lain berasal dari jaringan karyawan yang setidaknya 10 kali lebih besar daripada basis pengikut perusahaan. Dengan begitu, unggahan karyawan dapat menjangkau lebih banyak audiens.
Lihat Juga :