Apa Itu Slow Living dan Bagaimana Dampaknya Bagi Anak? Begini Penjelasan Psikolog

Sabtu, 22 Juli 2023 - 05:30 WIB
Slow living adalah hidup dengan santai tanpa adanya ambisi. Belakangan hal tersebut tengah menjadi trend dan ramai perbincangkan publik. Foto/Ilustrasi/Freepik
JAKARTA - Slow living adalah hidup dengan santai tanpa adanya ambisi. Hal tersebut belakangan tengah menjadi trend dan ramai perbincangkan publik di semua kalangan, termasuk remaja atau anak-anak muda.

Lalu bagaimana jika konsep slow living ini diterapkan kepada anak-anak? Apakah nantinya akan berpengaruh terhadap psikologisnya.



Psikolog dan Co-Founder Rumah Dandelion, Orissa Anggita Rinjani mengatakan, penerapan slow living bagi anak-anak dapat membuatnya merasa tidak bosan. Sehingga mereka bisa hidup tanpa tekanan.

"Jadi (slow living) membuat anak-anak tidak tertekan," ujarnya kepada MNC Portal saat ditemui di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Garuda, Jakarta Timur, Kamis (21/7/2023).

Baca Juga: Ogah Hidup Penuh Beban Pikiran, Lulu Tobing Ngaku Anut Prinsip Slow Living

Lebih lanjut, melihat agenda sebagian anak-anak yang over schedule (padat agenda). Jika terlalu padat bisa saja nantinya anak menjadi stres, karena waktunya dibatasi oleh agenda-agenda.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!