Review Film Teenage Mutant Ninja Turtles: Mutant Mayhem: Lebih Fresh dan Relatable

Rabu, 09 Agustus 2023 - 08:56 WIB
Namun, usaha itu dihadapi dengan penolakan Baxter. Laboratoriumnya kacau balau, sejumlah hewan mutannya kabur dan cairan mutagen-nya pecah dan tumpah ke gorong-gorong di bawahnya. Seekor tikus yang menyelamatkan empat ekor anak kura-kura yang terkena cairan itu akhirnya berubah menjadi mutan. Tikus itu adalah Splinter. Dia menamai empat ekor kura-kura itu sebagai Leonardo, Donatello, Raphael, dan Michelangelo.

Cerita asal usul kura-kura mutan itu diceritakan dari narasi Splinter. Dan, tidak terjadi di awal cerita, tapi sudah agak ke tengah. Ini membuat film tersebut tidak terlalu fokus pada cerita asal usul, tapi setelahnya. Namun, ini masih menjadi cara yang terbaik untuk memperkenalkan kura-kura mutan itu, terutama kepada penonton baru.

Ketiadaan Shredder, musuh bebuyutan KKN, menjadikan film ini terasa lebih fresh. Di film ini, Superfly menjadi antagonis utamanya. Dia punya kaitan lebih dekat dengan para kura-kura remaja itu karena berasal dari tangan yang sama, Baxter. Sebelum berubah menjadi mutan jahat, dia adalah kreasi yang paling disayang Baxter.



Foto: Polygon

Di sisi lain, adaptasi April O’Neill sebagai remaja juga terasa lebih relatable dengan para kura-kura ninja itu. Dengan membuat April sebaya dengan Leonardo dkk, karakternya jauh lebih relatable ketimbang sebagai cewek berusia 20-an yang berprofesi sebagai reporter televisi. Di film ini, April masih duduk di bangku SMA dan sedang berusaha menjadi seorang jurnalis. Dengan begini, hubungan antara April dan KKN itu jadi lebih nyambung dan masuk akal.

Tema eksistensi dan usaha untuk diterima lingkungan sekitar yang diangkat TMNT: Mutant Mayhem ini juga pas. Sebagai remaja, para kura-kura itu menghadapi krisis eksistensi dengan keinginan dianggap normal dan bisa diterima semua orang. Sementara, mereka punya orang tua protektif yang tidak ingin anak-anaknya celaka karena dunia luar yang dia anggap tidak bersahabat.

Para kura-kura ini juga merangkul kehidupan Gen-Z masa kini. Mereka menghabiskan waktu di smartphone mereka, menonton YouTube, main game, dan lain sebagainya. Mereka juga mengenal komik dan karakternya serta menonton filmnya. Film ini tidak segan memakai referensi film budaya pop seperti Avengers: Endgame. Bahkan, para kura-kura itu membandingkan nasib mereka dengan Hulk.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!