Menurunkan Asam Urat dengan Minum Air Putih, Segini Takaran yang Harus Dikonsumsi
Rabu, 16 Agustus 2023 - 17:20 WIB
Baca Juga: 7 Makanan Rendah Purin yang Bisa Menurunkan Asam Urat, Tidak Bikin Nyeri Sendi
Minum lebih banyak air putih juga dapat mengurangi frekuensi serangan asam urat akut dan derajat nyeri. Karena itu, Anda juga bisa minum lebih banyak air selama serangan asam urat akut.
Minum delapan gelas air putih sehari sangat penting bagi penderita asam urat karena lebih banyak air diperlukan untuk mengurangi pembengkakan yang terkait dengan kondisi tersebut. Air melumasi sendi, mencegah gejala lebih lanjut, dan mengeluarkan asam urat dari tubuh, mencegah pembentukan kristal.
Dilansir dari Medicinet, peserta dalam survei online yang mengatakan bahwa mereka minum delapan gelas air sehari mengalami penurunan serangan asam urat sebesar 48 persen, dibandingkan dengan individu yang melaporkan minum satu gelas air atau kurang sehari.
“Kami berpikir bahwa air putih merupakan cara yang sederhana, aman, dan efektif untuk mencegah serangan asam urat berulang," kata Tuhina Neogi, MD., PhD, asisten profesor kedokteran di Boston University School of Medicine.
Minum lebih banyak air putih juga dapat mengurangi frekuensi serangan asam urat akut dan derajat nyeri. Karena itu, Anda juga bisa minum lebih banyak air selama serangan asam urat akut.
Minum delapan gelas air putih sehari sangat penting bagi penderita asam urat karena lebih banyak air diperlukan untuk mengurangi pembengkakan yang terkait dengan kondisi tersebut. Air melumasi sendi, mencegah gejala lebih lanjut, dan mengeluarkan asam urat dari tubuh, mencegah pembentukan kristal.
Dilansir dari Medicinet, peserta dalam survei online yang mengatakan bahwa mereka minum delapan gelas air sehari mengalami penurunan serangan asam urat sebesar 48 persen, dibandingkan dengan individu yang melaporkan minum satu gelas air atau kurang sehari.
“Kami berpikir bahwa air putih merupakan cara yang sederhana, aman, dan efektif untuk mencegah serangan asam urat berulang," kata Tuhina Neogi, MD., PhD, asisten profesor kedokteran di Boston University School of Medicine.
Lihat Juga :