10 Film dengan Rating Tinggi Ini Malah Enggak Laku di Bioskop
Minggu, 03 September 2023 - 15:08 WIB
Alfonso Cuaron adalah sutradara langganan nominasi Oscar dengan film yang pastinya berkelas. Children of Men pun menjadi salah satunya. Film ini bahkan disebut sebagai salah satu film terbaik di abad 21. Nominasi Oscar dan pujian kritikus sudah cukup menjadi saksinya.
Sayangnya, drama dystopian itu dirasa tidak menarik bagi audiens. Film itu memang populer, tapi tidak cukup membuat orang untuk mau datang ke bioskop untuk menontonnya di layar lebar. Akibatnya, film ini pun membuat Universal Pictures rugi karena bahkan tidak mampu mengembalikan modal biaya produksinya.
Foto: The Guardian
Anggaran: USD30 juta
Box Office: USD21,5 juta
Rotten Tomatoes: 99%
Are You There, God? It’s Me Margaret adalah film yang diadaptasi dari novel berjudul sama. Film ini mendapatkan pujian dari kritikus karena kecerdasan adaptasinya. Film ini juga menampilkan drama keluarga sehinggga diharapkan bisa menarik lebih banyak orang untuk menontonnya.
Alih-alih, film ini tak terdengar gaungnya. Bahkan, setelah turun layar dari bioskop, film ini malah rugi karena tidak mampu menutup biaya produksinya. Kehadiran aktris kondang seperti Rachel McAdams sepertinya tidak mampu menarik orang untuk menontonnya.
Foto: Cinerama Film
Anggaran: USD150–170 juta
Box Office: USD185,8 juta
Rotten Tomatoes: 93%
Film besutan Martin Scorsese ini mendapatkan pujian dari kritikus saat dirilis. Hugo bahkan masuk 11 nominasi Oscar. Tapi, film ramah keluarga itu malah tidak dilirik orang. Dengan anggaran USD170 juta, Paramount tentunya berharap bisa meraup keuntungan besar.
Tapi, film anak-anak dengan teknologi 3D ini tidak laku. Pendapatan box office-nya sangat minim hingga hanya mampu mengembalikan uang modalnya, sementara uang itu belum termasuk biaya lain-lain. Kalau Scorsese tidak mendorong anggarannya jadi sangat tinggi karena komitmennya untuk menggunakan efek 3D untuk mengisahkan cerita skala kecil, pendapatan itu sebenarnya sudah lumayan.
Baca Juga: 10 Film Paling Laris yang Dicaci Maki Para Kritikus
Foto: Vanity Fair
Anggaran: USD25 juta
Box Office: USD73,3 juta
Rotten Tomatoes: 91%
The Shawshank Redemption masih menjadi salah satu film terbaik yang pernah dibuat. Tapi, film besutan Frank Darabot yang diadaptasi dari Stephen King ini bahkan tidak dilirik penonton saat dirilis meski memenangkan pujian dari kritikus. Film itu juga gagal mendapatkan Oscar setelah bersaing denganPulp Fictiondan Forrest Gump.
Awalnya, film itu hanya meraup USD16 juta di box office. Namun, keberadaannya di Oscar membuat orang jadi penasaran. Sejak masuk nominasi Oscar, film itu pun dirilis ulang ke bioskop. Dari situlah, film ini akhirnya mampu meraup uang yang lebih banyak.
Sayangnya, drama dystopian itu dirasa tidak menarik bagi audiens. Film itu memang populer, tapi tidak cukup membuat orang untuk mau datang ke bioskop untuk menontonnya di layar lebar. Akibatnya, film ini pun membuat Universal Pictures rugi karena bahkan tidak mampu mengembalikan modal biaya produksinya.
3. Are You There, God? It's Me, Margaret. — 2023
Foto: The Guardian
Anggaran: USD30 juta
Box Office: USD21,5 juta
Rotten Tomatoes: 99%
Are You There, God? It’s Me Margaret adalah film yang diadaptasi dari novel berjudul sama. Film ini mendapatkan pujian dari kritikus karena kecerdasan adaptasinya. Film ini juga menampilkan drama keluarga sehinggga diharapkan bisa menarik lebih banyak orang untuk menontonnya.
Alih-alih, film ini tak terdengar gaungnya. Bahkan, setelah turun layar dari bioskop, film ini malah rugi karena tidak mampu menutup biaya produksinya. Kehadiran aktris kondang seperti Rachel McAdams sepertinya tidak mampu menarik orang untuk menontonnya.
2. Hugo — 2011
Foto: Cinerama Film
Anggaran: USD150–170 juta
Box Office: USD185,8 juta
Rotten Tomatoes: 93%
Film besutan Martin Scorsese ini mendapatkan pujian dari kritikus saat dirilis. Hugo bahkan masuk 11 nominasi Oscar. Tapi, film ramah keluarga itu malah tidak dilirik orang. Dengan anggaran USD170 juta, Paramount tentunya berharap bisa meraup keuntungan besar.
Tapi, film anak-anak dengan teknologi 3D ini tidak laku. Pendapatan box office-nya sangat minim hingga hanya mampu mengembalikan uang modalnya, sementara uang itu belum termasuk biaya lain-lain. Kalau Scorsese tidak mendorong anggarannya jadi sangat tinggi karena komitmennya untuk menggunakan efek 3D untuk mengisahkan cerita skala kecil, pendapatan itu sebenarnya sudah lumayan.
Baca Juga: 10 Film Paling Laris yang Dicaci Maki Para Kritikus
1. The Shawshank Redemption — 1994
Foto: Vanity Fair
Anggaran: USD25 juta
Box Office: USD73,3 juta
Rotten Tomatoes: 91%
The Shawshank Redemption masih menjadi salah satu film terbaik yang pernah dibuat. Tapi, film besutan Frank Darabot yang diadaptasi dari Stephen King ini bahkan tidak dilirik penonton saat dirilis meski memenangkan pujian dari kritikus. Film itu juga gagal mendapatkan Oscar setelah bersaing denganPulp Fictiondan Forrest Gump.
Awalnya, film itu hanya meraup USD16 juta di box office. Namun, keberadaannya di Oscar membuat orang jadi penasaran. Sejak masuk nominasi Oscar, film itu pun dirilis ulang ke bioskop. Dari situlah, film ini akhirnya mampu meraup uang yang lebih banyak.
(alv)
Lihat Juga :