Mengapa Luka Penderita Diabetes Lama Sembuh? Begini Penjelasan Ahli

Minggu, 17 September 2023 - 15:15 WIB
Dengan menggunakan perban bertekanan negatif yang menyedot luka dengan lembut untuk merangsang penyembuhan, Ghatak dan timnya mengumpulkan cairan luka dari luka kronis 22 pasien diabetes dan 15 pasien non-diabetes.

“Perban ini biasanya dibuang ke tempat sampah, namun cairan luka sebenarnya adalah sampel yang sangat berharga yang mencerminkan apa yang terjadi di seluruh luka. Misalnya, jika lukanya terinfeksi, cairannya akan membawa bekas infeksi tersebut,” tuturnya.



Para peneliti mengisolasi dan menganalisis eksosom yang diproduksi oleh sel kulit yang disebut keratinosit. Setelah partikel-partikel ini dikemas dengan muatan – termasuk RNA, lipid dan protein – mereka dilepaskan dari sel dan diambil oleh makrofag, sel kekebalan yang mengoordinasikan penyembuhan luka.

“Jika sinyal yang terkandung dalam eksosom benar, makrofag mengetahui cara mengatasi peradangan pada luka. Pada diabetes, interaksi antara keratinosit dan makrofag terganggu, sehingga makrofag terus memicu peradangan dan luka tidak dapat sembuh,”kata dia.

Eksosom penderita diabetes, yang oleh para peneliti dijuluki diaeksosom, memiliki kandungan RNA, lipid dan protein yang berbeda dibandingkan eksosom non-penderita diabetes, menunjukkan bahwa proses pengemasan kargo berubah pada diabetes .
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!