Kenali Risiko dan Gejala Limfoma, Kanker Darah yang Harus Diwaspadai sejak Dini
Jum'at, 15 September 2023 - 17:29 WIB
Untuk itu, penting sekali deteksi dini limfoma sebelum semakin parah dan membahayakan tubuh. Maka, Andhika Rahman meminta masyarakat Indonesia lebih menyadari gejala-gejala limfoma.
“Gejalanya sebenarnya sama dengan kanker pada umumnya. Gejala konstitusional, gejala badan,” tutur Andhika Rahman ditemui di Jakarta, Jumat (15/9/2023).
“Di antaranya pembesaran kelenjar getah bening di leher, ketiak, atau pangkal paha, dan bisa disertai dengan B symptoms. Yaitu demam 37,2-38 derajat Celcius, berkeringat pada malam hari, penurunan bobot lebih dari 10% selama 6 bulan, kulit gatal-gatal, kelelahan yang luar biasa, dan intoleransi terhadap alkohol,” ujar dia.
Dalam hal ini, Andhika Rahman mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan diagnosis secara pribadi. Ketika merasa memiliki gejala seperti yang disebutkan di atas terjadi secara terus menerus, Andhika menyarankan untuk langsung ke rumah sakit melakukan pemeriksaan.
Selain itu, adapun beberapa orang yang lebih berisiko terkena kanker limfoma yakni mereka yang memiliki riwayat keluarga penderita kanker limfoma. Dalam kasus ini, Andhika Rahman menyarankan seseorang yang memiliki riwayat keluarga kanker limfoma segera lakukan screening di usia 20 tahun.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit tidak Menular Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Dr. Eva Susanti, S.KP., M.Kes mengatakan layanan screening kini sudah tersedia untuk 14 penyakit penyebab utama kematian dan berbiaya besar. Tidak hanya itu, screening yang tersedia pun sudah mendetail, masing-masing usia berbeda.
“Gejalanya sebenarnya sama dengan kanker pada umumnya. Gejala konstitusional, gejala badan,” tutur Andhika Rahman ditemui di Jakarta, Jumat (15/9/2023).
“Di antaranya pembesaran kelenjar getah bening di leher, ketiak, atau pangkal paha, dan bisa disertai dengan B symptoms. Yaitu demam 37,2-38 derajat Celcius, berkeringat pada malam hari, penurunan bobot lebih dari 10% selama 6 bulan, kulit gatal-gatal, kelelahan yang luar biasa, dan intoleransi terhadap alkohol,” ujar dia.
Dalam hal ini, Andhika Rahman mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan diagnosis secara pribadi. Ketika merasa memiliki gejala seperti yang disebutkan di atas terjadi secara terus menerus, Andhika menyarankan untuk langsung ke rumah sakit melakukan pemeriksaan.
Selain itu, adapun beberapa orang yang lebih berisiko terkena kanker limfoma yakni mereka yang memiliki riwayat keluarga penderita kanker limfoma. Dalam kasus ini, Andhika Rahman menyarankan seseorang yang memiliki riwayat keluarga kanker limfoma segera lakukan screening di usia 20 tahun.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit tidak Menular Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Dr. Eva Susanti, S.KP., M.Kes mengatakan layanan screening kini sudah tersedia untuk 14 penyakit penyebab utama kematian dan berbiaya besar. Tidak hanya itu, screening yang tersedia pun sudah mendetail, masing-masing usia berbeda.
Lihat Juga :