Review dan Sinopsis Film G30S/PKI
Selasa, 26 September 2023 - 17:41 WIB
Dalam mempersiapkan aksinya, pada 8 Agustus, D.N Aidit bersama Syam Kamaruzaman membungkam pers dan menyebarkan isu pengkhianatan para jenderal pimpinan angkatan darat. Syam Kamaruzaman mengarahkan PKI untuk mulai melakukan kudeta secara militer dan melakukan penculikan para jenderal yang anti dengan PKI.
Setelah mengadakan rapat, PKI mengambil keputusan untuk menculik tujuh jenderal yaitu Jenderal Ahmad Yani, Jenderal Nasution, Letjen Suprapto, Mayjen M.T Haryono, Letjen S. Parman, Mayjen D.I Panjaitan dan Mayjen Sutoyo.
Pada dini hari, 30 September 1965, PKI melakukan aksi penyerangan dan penculikan di kediaman para jenderal dan langsung dibawa ke Lubang Buaya, Jakarta Timur.
Masing-masing para jenderal disergap dan diculik dengan cara yang tragis sehingga tak hanya para jenderal namun anggota keluarga pun turut menjadi korban atas peristiwa tersebut.
Setibanya di Lubang Buaya, para jenderal diinterograsi oleh PKI tetapi para jenderal memilih bungkam sehingga para jenderal disiksa hingga tewas. Jasad para jenderal dibuang ke sebuah lubang yang disebut Lubang Buaya.
Sehari setelahnya, kabar penculikkan pun terkuak, namun RRI dan Telkom sudah terlanjur dikuasai oleh PKI sehingga Mayjen Soeharto berusaha merebut kembali dari PKI. Tak hanya itu, Soeharto pun melakukan berbagai aksi untuk menyerang balik pasukan PKI dan berusaha mencari di mana lokasi para jenderal diculik.
Berkat keterangan dari polisi Sukitman, akhirnya terkuak lokasi jasad ketujuh jenderal dibuang. Jasad-jasad jenderal tersebut dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata dan diberi gelar pahlawan. Lalu untuk mengenangnya di Lubang Buaya dibangun monumen pengingatan G30S/PKI.
Setelah mengadakan rapat, PKI mengambil keputusan untuk menculik tujuh jenderal yaitu Jenderal Ahmad Yani, Jenderal Nasution, Letjen Suprapto, Mayjen M.T Haryono, Letjen S. Parman, Mayjen D.I Panjaitan dan Mayjen Sutoyo.
Pada dini hari, 30 September 1965, PKI melakukan aksi penyerangan dan penculikan di kediaman para jenderal dan langsung dibawa ke Lubang Buaya, Jakarta Timur.
Masing-masing para jenderal disergap dan diculik dengan cara yang tragis sehingga tak hanya para jenderal namun anggota keluarga pun turut menjadi korban atas peristiwa tersebut.
Setibanya di Lubang Buaya, para jenderal diinterograsi oleh PKI tetapi para jenderal memilih bungkam sehingga para jenderal disiksa hingga tewas. Jasad para jenderal dibuang ke sebuah lubang yang disebut Lubang Buaya.
Sehari setelahnya, kabar penculikkan pun terkuak, namun RRI dan Telkom sudah terlanjur dikuasai oleh PKI sehingga Mayjen Soeharto berusaha merebut kembali dari PKI. Tak hanya itu, Soeharto pun melakukan berbagai aksi untuk menyerang balik pasukan PKI dan berusaha mencari di mana lokasi para jenderal diculik.
Berkat keterangan dari polisi Sukitman, akhirnya terkuak lokasi jasad ketujuh jenderal dibuang. Jasad-jasad jenderal tersebut dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata dan diberi gelar pahlawan. Lalu untuk mengenangnya di Lubang Buaya dibangun monumen pengingatan G30S/PKI.
Review Film G30S/PKI
Film ini berdurasi selama 271 menit. Film ini juga sangat apik diproduksi di zamannya yaitu pada 1984, meski pada tahun tersebut kualitas filmnya masih buram.Lihat Juga :