CERMIN: Perjalanan yang Janggal dan Keganjilan-Keganjilan Lainnya
Sabtu, 14 Oktober 2023 - 07:34 WIB
Tapi Sofia lebih liar, lebih nakal, dan mungkin terasa lebih filosofis dari Yosep. Ia memasukkan semuanya ke dalam satu adonan dan membuat Animalia bisa jadi adalah salah satu film paling menantang yang saya tonton dalam 10 tahun terakhir.
Kita dibawa mengikuti perjalanan Itto menuju tempat yang disarankan suaminya. Tapi di tengah peristiwa besar itu, semuanya tak mudah. Kondisi Itto pun tak mempermudah apa yang menjadi niatnya. Dari ditipu tetangganya yang berjanji akan mengantarkannya ke kota terdekat hingga dipandang tak suka oleh para laki-laki ketika Itto memutuskan untuk check-in ke sebuah hotel.
Foto: Ad Vitam Distribution
Sofia mengajak kita melihat bagaimana perempuan Muslim diperlakukan dalam komunitas Maroko. Stigma buruk tentang perempuan yang melenggang sendirian tanpa suami atau kerabat masih melekat erat.
Tapi bukan itu yang membuat Animalia menantang untuk ditonton. Sofia memperlihatkan bagaimana invasi alien dengan cara yang paling tak kentara yang pernah diperlihatkan dalam sebuah film, dipadukan dengan sebuah cara memandang hubungan religius antara manusia dengan Tuhan.
Itto yang akhirnya melakukan perjalanan spektakuler ditemani oleh pemilik hotel, Fouad, mengalami peristiwa transendental yang kelak mengubah caranya melihat Tuhan, sebagaimana yang sebelumnya diperlihatkannya. Ia mulai mempertanyakan keimanannya, mempertanyakan bagaimana semesta bekerja.
Dengan rekaman gambar berbingkai lansekap Maroko yang terasa hipnotik dari sinematografer, Noe Bach, kita melihat Sofia juga sedang mencoba berbicara dengan penonton melalui visual. Tak mudah untuk memahami apa yang dibagikan Sofia kepada penonton, tapi pada akhirnya kita paham bahwa Sofia ingin membuka pemikiran kita tentang bagaimana koneksitas yang terjadi antara manusia, hewan, alam, dan Tuhan.
Foto: Ad Vitam Distribution
Sofia memperlihatkan begitu banyak keganjilan yang terjadi melalui interaksi sesama karakternya, interaksi antara karakternya dengan binatang yang menghambur mengisi layar, mulai dari anjing hingga burung gagak yang terus mengintai dari ketinggian. Dalam sebuah adegan puncak ketika segala keganjilan bertemu dengan religiusitas, kita merasa bahwa mitos dan ketuhanan bisa berkelindan dengan indah dalam kehidupan.
Kita dibawa mengikuti perjalanan Itto menuju tempat yang disarankan suaminya. Tapi di tengah peristiwa besar itu, semuanya tak mudah. Kondisi Itto pun tak mempermudah apa yang menjadi niatnya. Dari ditipu tetangganya yang berjanji akan mengantarkannya ke kota terdekat hingga dipandang tak suka oleh para laki-laki ketika Itto memutuskan untuk check-in ke sebuah hotel.
Foto: Ad Vitam Distribution
Sofia mengajak kita melihat bagaimana perempuan Muslim diperlakukan dalam komunitas Maroko. Stigma buruk tentang perempuan yang melenggang sendirian tanpa suami atau kerabat masih melekat erat.
Tapi bukan itu yang membuat Animalia menantang untuk ditonton. Sofia memperlihatkan bagaimana invasi alien dengan cara yang paling tak kentara yang pernah diperlihatkan dalam sebuah film, dipadukan dengan sebuah cara memandang hubungan religius antara manusia dengan Tuhan.
Itto yang akhirnya melakukan perjalanan spektakuler ditemani oleh pemilik hotel, Fouad, mengalami peristiwa transendental yang kelak mengubah caranya melihat Tuhan, sebagaimana yang sebelumnya diperlihatkannya. Ia mulai mempertanyakan keimanannya, mempertanyakan bagaimana semesta bekerja.
Dengan rekaman gambar berbingkai lansekap Maroko yang terasa hipnotik dari sinematografer, Noe Bach, kita melihat Sofia juga sedang mencoba berbicara dengan penonton melalui visual. Tak mudah untuk memahami apa yang dibagikan Sofia kepada penonton, tapi pada akhirnya kita paham bahwa Sofia ingin membuka pemikiran kita tentang bagaimana koneksitas yang terjadi antara manusia, hewan, alam, dan Tuhan.
Foto: Ad Vitam Distribution
Sofia memperlihatkan begitu banyak keganjilan yang terjadi melalui interaksi sesama karakternya, interaksi antara karakternya dengan binatang yang menghambur mengisi layar, mulai dari anjing hingga burung gagak yang terus mengintai dari ketinggian. Dalam sebuah adegan puncak ketika segala keganjilan bertemu dengan religiusitas, kita merasa bahwa mitos dan ketuhanan bisa berkelindan dengan indah dalam kehidupan.
Lihat Juga :