Review Film Five Nights at Freddy’s: Teror Robot Animatronik yang Kurang Greget

Kamis, 26 Oktober 2023 - 22:30 WIB
Secara konsep, film ini menarik. Mainan yang hidup adalah sesuatu yang bisa berubah menjadi mengerikan di genre horor. Sudah banyak bukti bagaimana robot atau boneka yang hidup bisa menjadi teror yang menyusahkan dan bisa berakhir dengan pertumpahan darah. Tapi, sekali lagi, ini adalah konsep.

Pada perjalanan plotnya, Five Nights at Freddy’s terlalu generik dan punya banyak plot hole yang tidak dijelaskan sampai akhir. Plot hole ini membuat ceritanya jadi kurang asyik. Di beberapa bagian, ada yang terkesan dipaksakan dan terlalu dibuat-buat.

Bahkan, untuk horornya, tidak terasa horor sama sekali. Film ini malah mirip sci-fi di mana para robot mengejar mangsanya. Rating 13 tahun ke atas atau remaja membuat film ini menahan diri untuk menumpahkan darah dan menjadi lebih mengerikan lagi.



Foto: CBR

Sutradara Emma Tammi bahkan tidak menyelesaikan busur kematian anak-anak di film itu dengan baik. Film ini juga tidak menjelaskan bagaimana pelaku bisa memasukkan arwah ke dalam animatronik itu. Asal usul bagaimana tempat itu akhirnya ditutup dan latar belakang pelaku memilih tempat tersebut juga tidak dipaparkan.

Film ini seharusnya menjadi film horor supranatural. Tapi, pada praktiknya, Five Nights at Freddy’s menjadi film kriminal supranatural. Hanya, tidak ada penjelasan yang jelas tentang bagaimana itu bisa terjadi.

Film ini juga sangat klise. Pelaku diungkapkan di akhir film dan balas dendam pun terjadi. Tidak ada yang istimewa atau mengejutkan dari klimaks film ini. Terlebih, jagoannya dengan cepat bisa menyelesaikan semua masalah itu, sebagian besar, sendirian. Dan, aksinya pun datar-datar saja.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!