CERMIN: Perkara Menikah Orang Indonesia Memang Tak Ada Habisnya
Jum'at, 27 Oktober 2023 - 12:40 WIB
Film Mohon Doa Restu mengulik persoalan menikah dan campur tangan orang tua yang dekat dengan budaya di Indonesia. Foto/Screenplay Films
JAKARTA - Tahun 1990. Sutradara Nya Abbas Akup merilis film Boneka dari Indiana. Kisahnya tentang seorang suami yang dijadikan boneka oleh istrinya sendiri.
Nama Nya Abbas Akup mungkin tak secemerlang Teguh Karya dalam skena sinema Indonesia. Namun jika menelusuri jejak karya-karyanya, kita akan terperangah. Banyak dari karya-karyanya tak sekadar klasik tapi juga bisa mencampurbaurkan genre komedi yang disenanginya dengan kritik sosial yang pekat. Kelebihan Nya Abbas Akup lainnya adalah ramuan itu terbukti laris di bioskop.
Salah satunya Boneka dari Indiana yang membuatnya beroleh nomine Penulis Cerita Asli Terbaik dalam FFI 1991. Cerita tentang Egy, seorang suami yang bisa jadi paling pantas menjadi ketua dari ISTI (Ikatan Suami Takut Istri). Egy membiarkan hidupnya dikendalikan sepenuhnya oleh Cece, istrinya. Tapi ada masa Egy merasa perlu untuk mengambil kembali hidupnya dari tangan istrinya sendiri.
Baca Juga: CERMIN: Seperti Mirna Salihin, Keadilan juga Belum Berpihak pada Ben Glenroy
Nama Ody C Harahap juga mungkin tak sementereng nama Riri Riza dalam skena sinema Indonesia kontemporer. Namun Ody juga pernah beberapa kali berhasil menyutradarai film komedi dengan kritik sosial yang kental. Mungkin yang paling kita ingat ketika tahun 2008, ia memotret situasi unik di salah satu wilayah di negeri ini melalui Kawin Kontrak.
Saya pernah menjadi associate producer untuk film komedi Cinta/Mati yang disutradarai Ody yang memotret perkara dua orang yang ingin bunuh diri dengan segala kekonyolannya. Serupa dengan Nya Abbas Akup, meski laris manis, Kawin Kontrak juga 'cuma' dihargai nomine Pemeran Pendukung Pria Terbaik untuk Lukman Sardi.
Foto: Screenplay Films
Lalu15 tahun setelahnya, Ody kembali ke ranah komedi dengan menggarap film berjudul menarik, Mohon Doa Restu. Sekilas kita terkesan familier dengan judulnya. Di benak sebagian besar penonton, juga saya, apa lagi, sih, yang bisa segar dan menarik aat membicarakan seputar sepasang manusia yang hendak menikah?
Tapi ternyata, kita membicarakan Indonesia saat perkara menikah bagi sebagian besar warganya mungkin memang tak akan pernah ada habisnya.
Mari berkenalan dengan Satya. Laki-laki dewasa yang membiarkan sebagian besar aspek dari hidupnya dikendalikan sepenuhnya oleh ibunya, Ira. Seperti Egy, Satya menjadi boneka kesayangan ibunya dan nyaris tak punya kuasa menentukan apa pun dalam hidupnya, termasuk soal menikah.
Nama Nya Abbas Akup mungkin tak secemerlang Teguh Karya dalam skena sinema Indonesia. Namun jika menelusuri jejak karya-karyanya, kita akan terperangah. Banyak dari karya-karyanya tak sekadar klasik tapi juga bisa mencampurbaurkan genre komedi yang disenanginya dengan kritik sosial yang pekat. Kelebihan Nya Abbas Akup lainnya adalah ramuan itu terbukti laris di bioskop.
Salah satunya Boneka dari Indiana yang membuatnya beroleh nomine Penulis Cerita Asli Terbaik dalam FFI 1991. Cerita tentang Egy, seorang suami yang bisa jadi paling pantas menjadi ketua dari ISTI (Ikatan Suami Takut Istri). Egy membiarkan hidupnya dikendalikan sepenuhnya oleh Cece, istrinya. Tapi ada masa Egy merasa perlu untuk mengambil kembali hidupnya dari tangan istrinya sendiri.
Baca Juga: CERMIN: Seperti Mirna Salihin, Keadilan juga Belum Berpihak pada Ben Glenroy
Nama Ody C Harahap juga mungkin tak sementereng nama Riri Riza dalam skena sinema Indonesia kontemporer. Namun Ody juga pernah beberapa kali berhasil menyutradarai film komedi dengan kritik sosial yang kental. Mungkin yang paling kita ingat ketika tahun 2008, ia memotret situasi unik di salah satu wilayah di negeri ini melalui Kawin Kontrak.
Saya pernah menjadi associate producer untuk film komedi Cinta/Mati yang disutradarai Ody yang memotret perkara dua orang yang ingin bunuh diri dengan segala kekonyolannya. Serupa dengan Nya Abbas Akup, meski laris manis, Kawin Kontrak juga 'cuma' dihargai nomine Pemeran Pendukung Pria Terbaik untuk Lukman Sardi.
Foto: Screenplay Films
Lalu15 tahun setelahnya, Ody kembali ke ranah komedi dengan menggarap film berjudul menarik, Mohon Doa Restu. Sekilas kita terkesan familier dengan judulnya. Di benak sebagian besar penonton, juga saya, apa lagi, sih, yang bisa segar dan menarik aat membicarakan seputar sepasang manusia yang hendak menikah?
Tapi ternyata, kita membicarakan Indonesia saat perkara menikah bagi sebagian besar warganya mungkin memang tak akan pernah ada habisnya.
Mari berkenalan dengan Satya. Laki-laki dewasa yang membiarkan sebagian besar aspek dari hidupnya dikendalikan sepenuhnya oleh ibunya, Ira. Seperti Egy, Satya menjadi boneka kesayangan ibunya dan nyaris tak punya kuasa menentukan apa pun dalam hidupnya, termasuk soal menikah.
Lihat Juga :