CERMIN: Perkara Menikah Orang Indonesia Memang Tak Ada Habisnya
Jum'at, 27 Oktober 2023 - 12:40 WIB
Di sudut berbeda, kita bertemu dengan Mel yang justru ingin mengendalikan segala hal dalam hidupnya. Ia bahkan memimpikan pernikahan sempurna dengan pasangan terbaik. Tapi apa sesungguhnya makna sempurna dan terbaik pada hari-hari ini?
Sempurna bisa jadi ilusi yang tak akan mungkin bisa digapai oleh seorang manusia. Manusia lahir tak hanya dengan segala kelebihan, tapi juga dengan segala kekurangannya. Yang menjadikan kita manusia adalah ketidaksempurnaan.
Foto: Screenplay Films
Sama halnya dengan hasrat mendapatkan “terbaik” yang akan dengan mudah dikonfrontasi untuk mendapatkan kesepahaman dengan banyak orang. Terbaik buat saya belum tentu jadi terbaik buat orang tua saya, juga sebaliknya.
Di tengah-tengah Satya dan Mel ada pasangan Arif dan Widi, ayah dan ibu Mel. Berada dalam lingkungan ibu dominan dan ayah penurut justru membuat Mel tak ingin mengikuti begitu saja kemauan ibunya.
Ia punya mimpi-mimpinya meski mungkin muluk-muluk. Ia punya cita-citanya sendiri meski mungkin terdengar utopis. Tapi Mel tahu bahwa masa depannya harus ditentukan sendiri olehnya, juga oleh suaminya kelak.
Yang mengejutkan dari Mohon Doa Restu bukan soal Jefri Nichol yang memainkan peran yang sukar disukai itu dengan menarik, atau soal Dea Panendra yang selalu berhasil mencuri perhatian, atau soal duet Cut Mini dan Sarah Sechan yang meluberkan tawa dalam 106 menit durasinya. Namun bagaimana Ody menyikapi soal bagaimana campur tangan orang tua dalam kehidupan anak-anaknya.
Sebagai orang tua, Ody bisa jadi belajar dari pengalamannya sendiri, juga pengalaman orang-orang di sekelilingnya yang membuatnya bisa melihat masalah ini lebih dalam dan sama sekali tak berpihak. Sesungguhnya kritik ini terasa pedas bagi orang tua yang selalu memaksakan kehendak pada anaknya, tapi Ody berhasil membuat kritik ini terasa cair dan tak jarang menyentuh.
Foto:Screenplay Films
Dalam Mohon Doa Restu, anak tak perlu selalu menuruti kata-kata orang tua dan tentu tak perlu pula menjadi durhaka karenanya. Orang tua juga berbesar hati mengakui kesalahannya kepada anaknya, sebelum semuanya terlambat. Posisi orang tua dan anak pun setara, anak tetap menghormati orang tua, tapi orang tua juga perlu memberi teladan yang baik bagi kehidupan anak-anaknya kelak.
Sempurna bisa jadi ilusi yang tak akan mungkin bisa digapai oleh seorang manusia. Manusia lahir tak hanya dengan segala kelebihan, tapi juga dengan segala kekurangannya. Yang menjadikan kita manusia adalah ketidaksempurnaan.
Foto: Screenplay Films
Sama halnya dengan hasrat mendapatkan “terbaik” yang akan dengan mudah dikonfrontasi untuk mendapatkan kesepahaman dengan banyak orang. Terbaik buat saya belum tentu jadi terbaik buat orang tua saya, juga sebaliknya.
Di tengah-tengah Satya dan Mel ada pasangan Arif dan Widi, ayah dan ibu Mel. Berada dalam lingkungan ibu dominan dan ayah penurut justru membuat Mel tak ingin mengikuti begitu saja kemauan ibunya.
Ia punya mimpi-mimpinya meski mungkin muluk-muluk. Ia punya cita-citanya sendiri meski mungkin terdengar utopis. Tapi Mel tahu bahwa masa depannya harus ditentukan sendiri olehnya, juga oleh suaminya kelak.
Yang mengejutkan dari Mohon Doa Restu bukan soal Jefri Nichol yang memainkan peran yang sukar disukai itu dengan menarik, atau soal Dea Panendra yang selalu berhasil mencuri perhatian, atau soal duet Cut Mini dan Sarah Sechan yang meluberkan tawa dalam 106 menit durasinya. Namun bagaimana Ody menyikapi soal bagaimana campur tangan orang tua dalam kehidupan anak-anaknya.
Sebagai orang tua, Ody bisa jadi belajar dari pengalamannya sendiri, juga pengalaman orang-orang di sekelilingnya yang membuatnya bisa melihat masalah ini lebih dalam dan sama sekali tak berpihak. Sesungguhnya kritik ini terasa pedas bagi orang tua yang selalu memaksakan kehendak pada anaknya, tapi Ody berhasil membuat kritik ini terasa cair dan tak jarang menyentuh.
Foto:Screenplay Films
Dalam Mohon Doa Restu, anak tak perlu selalu menuruti kata-kata orang tua dan tentu tak perlu pula menjadi durhaka karenanya. Orang tua juga berbesar hati mengakui kesalahannya kepada anaknya, sebelum semuanya terlambat. Posisi orang tua dan anak pun setara, anak tetap menghormati orang tua, tapi orang tua juga perlu memberi teladan yang baik bagi kehidupan anak-anaknya kelak.
Lihat Juga :