20 Tahun Usai Kesuksesan Album Clayman, Bagaimana Kabar In Flames?

Kamis, 06 Agustus 2020 - 22:22 WIB
Mengenai kemajuan musik In Flames sejauh ini, Anders mengungkapkan bahwa dirinya masih memiliki sikap yang sama dengan ketika kali pertama hadir dan membuat album. Dia mencoba untuk selalu melakuka yang terbaik dari dirinya. "Apa pun yang terasa menyenangkan, terasa menyenangkan, dan berakhir di album," ucapnya.

"Dan ketika album selesai dan saya merasa telah memberikan seratus persen, maka inilah saatnya untuk memberikannya kepada perusahaan rekaman dan melihat ke arah tur dan album berikutnya. Itu sikap yang sama; itu tidak berubah. Saya pikir itu lebih pada bagaimana penggemar memandang kita; lebih mudah bagi mereka untuk mengatakannya," paparnya.

Sementara itu, dalam menyambut ulang tahun ke-20 album Clayman, In Flames akan merilis edisi khusus Clayman 20th Anniversary Editionpada 28 Agustus mendatang. Sebelum rilis fisik Clayman 20th Anniversary Edition, In Flames baru saja merilis Clayman 2020 EP secara digital, yang menampilkan versi 2020 dari Only for The Weak, Bullet Ride, Pinball Map, Clayman dan track instrumental baru Themes And Variations In D-Minor.

(Baca juga: Pandemi Gagalkan Death Vomit Rayakan Ultah Seperempat Abad )

Sejak kali pertama berdiri pada 1990 di Gothenburg, In Flames tercatat telah menelurkan 13 buah album studio. Lunar Strain yang dirilis pada 1994 menjadi debut album In Flames. Selanjutnya, secara berturut-turut In Flames meluncurkan The Jester Race (1996), Whoracle (1997), Colony (1999), Clayman (2000), Reroute to Remain (2002), Soundtrack to Your Escape (2004), Come Clarity (2006), A Sense of Purpose (2008), Sounds of a Playground Fading (2011), Siren Charms (2014), Battles (2016), dan I, the Mask (2019).
(nug)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!