3 Inti Penting Ending Drakor Twinkling Watermelon, Ini Bukan soal Romansa

Rabu, 15 November 2023 - 09:19 WIB
Ia yang menghubungkan ayah, ibu, serta kakaknya dengan dunia luar, dengan membantu berkomunikasi dengan orang lain. Ia juga yang kerap menjaga kakaknya, termasuk dengan menemaninya berlatih taekwondo.

Yang paling berat, ia harus selalu menjadi trofi bagi ayahnya alias menjadi anak yang bisa membuat keluarganya bangga sekaligus dipandang oleh orang lain. Singkat kata, Eun-gyeol merasa harus selalu bertanggung jawab atas kestabilan dalam keluarganya.

Bahkan saat ia 'dipindahkan' ke tahun 1990-an, insting 'meluruskan hidup' keluarga langsung menancap di kepalanya saat ia mengetahui bahwa ayahnya, Yi Chan, ternyata bisa bicara dan mendengar saat masih muda. Ia seolah menemukan misinya pada era itu, yaitu mencegah kecelakaan yang menimpa Yi Chan agar ayahnya itu tidak tuli pada masa depan.

Namun nyatanya, niat Master mengirim Eun-gyeol bukanlah untuk mencegah Yi Chan tuli, melainkan mengubah hal-hal lain yang lebih penting dan mendasar. Ini mulai dari memberinya kesempatan bagi Eun-gyeol untuk merasakan masa muda layaknya remaja pada umumnya, merasakan cinta pertama, serta membimbing ayah dan ibunya untuk menjalani hidup yang lebih baik agar masa depan mereka pada 2023 bisa berubah.

Satu hal yang sangat penting yang diucapkan Yi Chan pada En-gyeol sebelum anaknya itu pulang ke tahun 2023 adalah untuk tidak menyalahkan dirinya sendiri atas kecelakaan yang terjadi. Bahwa ia (Yi Chan) akan menderita untuk sementara waktu, tapi tak akan putus asa.

"Kecelakaan tetaplah kecelakaan.... Saat akhirnya kamu bisa menyingkirkan wajah bersalahmu itu, kembalilah untuk menemuiku," ujar Yi Chan pada Eun-gyeol saat akhir pertemuan mereka pada era 1995.

Sejalan dengan perkataan Yi Chan, Master juga mengatakan bahwa yang perlu dilakukan Eun-gyeol adalah berjuang dan bertahan. Karena nantinya, semesta akan memberinya hadiah-hadiah kecil dalam kehidupannya. Terbukti, saat kembali ke tahun 2023, Eun-gyeol menerima seluruh kado manisnya dari hasil kerja keras membantu ayah dan ibunya dalam menjalani masa remaja mereka.

2. Disabilitas 'Bukan Hal yang Penting'



Foto: tvN

Seperti telah disebutkan, saat menjalani hidup pada tahun 1990-an, Eun-gyeol bertekad mencegah kecelakaan yang terjadi pada ayahnya saat sang ayah masih muda. Tujuannya tentu saja karena Eun-gyeol merasa bahwa jika saja ayahnya bukan penyandang disabilitas, maka hidup mereka akan lebih baik pada masa 2023.

Namun nyatanya, jalan cerita Twinkling Watermelon tidak menempatkan masalah disabilitas Yi Chan sebagai hal yang penting untuk diubah atau diperbaiki. Justru, hal-hal seperti cara menghabiskan masa muda, hubungan antar-anggota keluarga, dan hubungan pertemanan yang harus diubah dari buruk menjadi lebih baik.

Itulah mengapa ceritanya fokus pada usaha Eun-gyeol membuat masa muda Yi Chan menjadi lebih baik dengan menjadi tutor belajar dan rekan satu bandnya. Ia juga membimbing Cheong-ah (Shin Eun-soo) untuk belajar bahasa isyarat agar bisa berkomunikasi dengan dunia. Juga menyadarkan ayah Cheong-ah agar ia bisa dekat dengan anaknya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!