6 Bahan yang Harus Dihindari untuk Kulit Berjerawat, Asam Stearat Bisa Menyumbat Pori-Pori
Selasa, 05 Desember 2023 - 17:51 WIB
Bahan yang harus dihindari untuk kulit berjerawat
Meski SLS dapat membersihkan dan mengemulsi secara efektif, SLS juga dapat menimbulkan masalah jika digunakan dalam konsentrasi tinggi atau berulang kali. Bagi individu dengan kulit yang rentan berjerawat, SLS dapat menghilangkan kelembapan, merusak lapisan pelindung kulit dan menyebabkan iritasi, berjerawat dan memperparah jerawat.
Untuk melindungi kulit, sebaiknya pilih produk tanpa SLS atau dengan konsentrasi paling ringan.
Anda dapat mengidentifikasi SLS pada label dengan mencari bahan-bahan seperti Sodium Cocoyl Glycinate, SLSA (sodium lauryl sulfoacetate), Disodium / Sodium Cocoyl Glutamate, Decyl glucoside, dan Lauryl glucoside.
Anda dapat mengidentifikasi minyak mineral pada label dengan mencari bahan-bahan seperti Paraffinum Liquidum, Paraffin, Petrolatum, Mineral Oil, dan Cera Microcristallina.
Anda dapat mengidentifikasi lanolin pada label dengan mencari bahan-bahan seperti Adeps lanae anhydrous, Aloholes lanae, Amerchol, Anhydrous lanolin, Lanolin, Wool fat, Wool gemuk, dan Lilin wol.
1. Natrium Lauril Sulfat
Jika Anda termasuk orang yang menyamakan perasaan bersih dengan produk yang berbusa, penting untuk mewaspadai keberadaan Sodium Lauryl Sulfate (SLS) di banyak produk perawatan kulit, termasuk sampo, pembersih wajah dan disinfektan.Meski SLS dapat membersihkan dan mengemulsi secara efektif, SLS juga dapat menimbulkan masalah jika digunakan dalam konsentrasi tinggi atau berulang kali. Bagi individu dengan kulit yang rentan berjerawat, SLS dapat menghilangkan kelembapan, merusak lapisan pelindung kulit dan menyebabkan iritasi, berjerawat dan memperparah jerawat.
Untuk melindungi kulit, sebaiknya pilih produk tanpa SLS atau dengan konsentrasi paling ringan.
Anda dapat mengidentifikasi SLS pada label dengan mencari bahan-bahan seperti Sodium Cocoyl Glycinate, SLSA (sodium lauryl sulfoacetate), Disodium / Sodium Cocoyl Glutamate, Decyl glucoside, dan Lauryl glucoside.
2. Minyak Mineral
Minyak mineral mungkin terdengar seperti bahan yang menghidrasi, sebenarnya minyak mineral lebih berbahaya daripada manfaatnya bagi kulit Anda. Minyak mineral memiliki ukuran molekul yang lebih besar sehingga cenderung menempel di permukaan kulit dan dapat menyumbat pori-pori sehingga bersifat komedogenik. Hal ini dapat memperburuk kulit sensitif berminyak atau rentan berjerawat, jadi sebaiknya hindari produk yang mengandung minyak mineral.Anda dapat mengidentifikasi minyak mineral pada label dengan mencari bahan-bahan seperti Paraffinum Liquidum, Paraffin, Petrolatum, Mineral Oil, dan Cera Microcristallina.
3. Lanolin
Lanolin merupakan bahan wax yang berasal dari hewan, khususnya domba, dan sering digunakan sebagai bahan pelembab untuk mengatasi kondisi kulit kering. Namun, bahan ini juga dapat bersifat komedogenik dan membuat pori-pori tersumbat, sehingga memperburuk kulit sensitif berminyak atau rentan berjerawat. Ini juga bukan pilihan yang baik bagi orang yang alergi terhadap wol. Untuk menghindari masalah ini, sebaiknya hindari produk yang mengandung lanolin.Anda dapat mengidentifikasi lanolin pada label dengan mencari bahan-bahan seperti Adeps lanae anhydrous, Aloholes lanae, Amerchol, Anhydrous lanolin, Lanolin, Wool fat, Wool gemuk, dan Lilin wol.
4. Paraben
Paraben merupakan bahan pengawet yang sering ditambahkan pada produk makeup dan perawatan kulit. Namun, ada banyak kekhawatiran seputar penggunaannya, karena penelitian menunjukkan bahwa produk tersebut dapat mengganggu keseimbangan hormonal dan memiliki efek berbahaya pada kulit dan tubuh seiring berjalannya waktu. Paraben juga dapat menyebabkan kekeringan, kerapuhan, dan ruam pada kulit. Untuk menghindari masalah ini, sebaiknya cari produk yang bebas paraben.Lihat Juga :