CERMIN: Leonard Bernstein dan Bradley Cooper Menantang Kenyamanan Diri
Jum'at, 22 Desember 2023 - 14:43 WIB
Lenny adalah seorang dirigen, komposer, pencipta lagu dan juga musisi. Tapi Lenny juga adalah seorang suami bagi Felicia yang sangat mencintainya, dan tiga orang anak yang sangat mengidolakan ayahnya. Dan kita tahu ada 'musim panas' yang terus menggelegak dalam diri Lenny yang sudah dilihat Felicia sejak awal. “Musim panas” itulah yang membuatnya hidup dan membuatnya bisa mengisi hidupnya dengan musik.
Foto: Netflix
Namun Felicia, meskipun juga seorang aktris tangguh, tetap tak bisa berpura-pura di hadapan suaminya ketika memergoki Lenny mencium seorang pria muda. Seperti yang selalu diingatkan oleh kakak Lenny, Shirley, ya mestinya Felicia sudah sadar mencintai laki-laki yang tak hanya flamboyan, tapi juga rumit sebagaimana banyak musisi genius lainnya.
Felicia tahu waktu itu akan tiba, waktu saat ia akan bertemu sebuah kenyataan yang tak ingin dipercayainya. Ketika waktu itu tiba, ia tak hanya tak ingin mempercayainya, ia juga tak ingin mengingat apa yang sudah diberitahu oleh Shirley sejak awal.
Materi cerita yang sesungguhnya potensial menjadi over-dramatic ini, toh, tetap bisa ditangani Bradley dengan baik. Kita tak melihat adegan kemarahan yang meledak-ledak, kita tak melihat kesengsaraan dua orang yang saling mencintai, kita juga tak melihat kegusaran berlebihan dari Lenny dan Felicia. Mereka mengutamakan perasaan anak-anak mereka dan menyimpan rapat-rapat apa pun yang seharusnya mereka rasakan.
Oleh karena itu, yang kita lihat dalam Maestro adalah sebuah kisah cinta sejati dari Felicia untuk Lenny, demikian pula sebaliknya. Kita tahu susah betul untuk mendefinisikan apa sesungguhnya makna cinta, tapi Bradley memperlihatkannya dalam durasi 129 menit.
Foto: Netflix
Kita memahami bagaimana rasanya menjadi Lenny yang berusaha sekuat tenaga menahan diri dalam pernikahannya berkat keketatan akting dari Bradley. Kita mengerti bagaimana rasanya menjadi Felicia yang menahan diri untuk tak membenci perilaku suaminya, juga berkat akting yang terasa jujur dari Carey Mulligan. Hingga sebuah kejadian menyatukan keluarga mereka kembali.
Sebagaimana Bradley, Leonard Bernstein juga seseorang yang selalu menantang kenyamanan diri. Ia selalu mencari-cari sesuatu yang tersimpan dan tak terlihat dalam notasi musik dan membangkitkannya ketika memimpin sebuah orkestra dan menjadi kejutan bagi penonton. Leonard pun tak pernah takut menjadi dirinya sendiri, dengan preferensi seksualnya yang bisa dengan mudah membuat karier cemerlangnya berakhir.
Baca Juga: Review Aquaman and the Lost Kingdom: Pameran Aksi Minim Esensi
Foto: Netflix
Namun Felicia, meskipun juga seorang aktris tangguh, tetap tak bisa berpura-pura di hadapan suaminya ketika memergoki Lenny mencium seorang pria muda. Seperti yang selalu diingatkan oleh kakak Lenny, Shirley, ya mestinya Felicia sudah sadar mencintai laki-laki yang tak hanya flamboyan, tapi juga rumit sebagaimana banyak musisi genius lainnya.
Felicia tahu waktu itu akan tiba, waktu saat ia akan bertemu sebuah kenyataan yang tak ingin dipercayainya. Ketika waktu itu tiba, ia tak hanya tak ingin mempercayainya, ia juga tak ingin mengingat apa yang sudah diberitahu oleh Shirley sejak awal.
Materi cerita yang sesungguhnya potensial menjadi over-dramatic ini, toh, tetap bisa ditangani Bradley dengan baik. Kita tak melihat adegan kemarahan yang meledak-ledak, kita tak melihat kesengsaraan dua orang yang saling mencintai, kita juga tak melihat kegusaran berlebihan dari Lenny dan Felicia. Mereka mengutamakan perasaan anak-anak mereka dan menyimpan rapat-rapat apa pun yang seharusnya mereka rasakan.
Oleh karena itu, yang kita lihat dalam Maestro adalah sebuah kisah cinta sejati dari Felicia untuk Lenny, demikian pula sebaliknya. Kita tahu susah betul untuk mendefinisikan apa sesungguhnya makna cinta, tapi Bradley memperlihatkannya dalam durasi 129 menit.
Foto: Netflix
Kita memahami bagaimana rasanya menjadi Lenny yang berusaha sekuat tenaga menahan diri dalam pernikahannya berkat keketatan akting dari Bradley. Kita mengerti bagaimana rasanya menjadi Felicia yang menahan diri untuk tak membenci perilaku suaminya, juga berkat akting yang terasa jujur dari Carey Mulligan. Hingga sebuah kejadian menyatukan keluarga mereka kembali.
Sebagaimana Bradley, Leonard Bernstein juga seseorang yang selalu menantang kenyamanan diri. Ia selalu mencari-cari sesuatu yang tersimpan dan tak terlihat dalam notasi musik dan membangkitkannya ketika memimpin sebuah orkestra dan menjadi kejutan bagi penonton. Leonard pun tak pernah takut menjadi dirinya sendiri, dengan preferensi seksualnya yang bisa dengan mudah membuat karier cemerlangnya berakhir.
Baca Juga: Review Aquaman and the Lost Kingdom: Pameran Aksi Minim Esensi
Lihat Juga :