Kampanye Who Made My Clothes Sadarkan Konsumen Soal Asal Pakaian

Kamis, 30 April 2020 - 21:49 WIB
Foto: Twitter @SlowFashionNext

Penyebab dari runtuhnya gedung tersebut ialah manajemen operasional yang sangat buruk. Ini terlihat dari ketidaklayakan bangunan, tapi tak dilakukan renovasi.

Yang lebih mengejutkan, ternyata kejadian tersebut juga disebabkan oleh minimnya biaya produksi yang diberikan oleh merek-merek ternama itu sebagai penikmat keuntungan yang besar tanpa memedulikan nasib para pekerja di pabrik tersebut.

Kampanye #WhoMadeMyClothes Ingin Menciptakan Kepedulian Global



Foto: Sustainable Fashion Matterz

Dari sinilah kampanye #WhoMadeMyClothes dilakukan secara global. Peringatan atas peristiwa di Dhaka pun dilakukan setiap 24 April di seluruh dunia dengan menggunakan kampanye #WhoMadeMyClothes.

Lewat gerakan ini, Fashion Revolution ingin agar masyarakat lebih peduli terhadap nasib para korban dan kerja produsen dari pakaian yang dipakainya.

Juga agar masyarakat mau dan berani menunjukkan sikap transparansinya untuk bertanya kepada para produsen pakaian untuk bertanya, “Berasal dari mana baju saya? Siapakah yang membuatnya? Apakah dia bekerja dengan baik? Sudah amankah lingkungan kerja mereka?”

Membantu Buruh Mendapatkan Haknya Kembali

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!