Masuk Hagia Sophia Turki Tidak Lagi Gratis, Wajib Bayar Tiket Masuk Rp425 Ribu
Rabu, 17 Januari 2024 - 17:25 WIB
Foto/Live and Let's Fly
Baca Juga: Masjid Hagia Sophia Turki Terancam Runtuh, Ini Penyebabnya
Bahkan, hanya beberapa wisatawan yang membayar tiket masuk pada hari pertama peraturan tersebut resmi diberlakukan. "Kemarin gratis (wisatawan) kaget," kata seorang petugas yang mengarahkan pengunjung lewat.
Menurut petugas tersebut, wisatawan Muslim non-Turki juga wajib membayar tiket masuk, bahkan jika mereka ingin salat. Namun, warga Turki yang ingin mengunjungi Hagia Sophia untuk tujuan ibadah tidak akan dikenakan biaya alias gratis.
Di sisi lain, tiket masuk tersebut memberikan akses ke galeri lantai atas dan museum di situs Warisan Dunia Unesco yang menjadi magnet bagi wisatawan. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki Mehmet Nuri Ersoy mengumumkan langkah baru ini pada Oktober lalu.
Mengingat banyak tempat ibadah ikonik di seluruh dunia yang mengenakan biaya untuk kunjungan wisatawan, Ersoy mencatat bahwa sejalan dengan rekomendasi UNESCO, rencana pengelolaan wisatawan akan diterapkan pada bangunan bersejarah tersebut.
Baca Juga: Masjid Hagia Sophia Turki Terancam Runtuh, Ini Penyebabnya
Bahkan, hanya beberapa wisatawan yang membayar tiket masuk pada hari pertama peraturan tersebut resmi diberlakukan. "Kemarin gratis (wisatawan) kaget," kata seorang petugas yang mengarahkan pengunjung lewat.
Menurut petugas tersebut, wisatawan Muslim non-Turki juga wajib membayar tiket masuk, bahkan jika mereka ingin salat. Namun, warga Turki yang ingin mengunjungi Hagia Sophia untuk tujuan ibadah tidak akan dikenakan biaya alias gratis.
Di sisi lain, tiket masuk tersebut memberikan akses ke galeri lantai atas dan museum di situs Warisan Dunia Unesco yang menjadi magnet bagi wisatawan. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki Mehmet Nuri Ersoy mengumumkan langkah baru ini pada Oktober lalu.
Mengingat banyak tempat ibadah ikonik di seluruh dunia yang mengenakan biaya untuk kunjungan wisatawan, Ersoy mencatat bahwa sejalan dengan rekomendasi UNESCO, rencana pengelolaan wisatawan akan diterapkan pada bangunan bersejarah tersebut.
Lihat Juga :