CERMIN: Sandra Voyter, Biseksual, Tersangka Pembunuhan Suaminya Sendiri
Sabtu, 20 Januari 2024 - 12:59 WIB
Mereka yang terbiasa menonton drama kriminal seperti saya pasti tahu bahwa peristiwa ini akan menjadi pusat dari berputarnya cerita. Sebagaimana pakem dari peristiwa sejenis, bahwa pasangan dari si terbunuh akan selalu menjadi tersangka paling potensial.
Maka dengan begitu saja Sandra terseret dalam sebuah drama pengadilan yang seakan tak berkesudahan. Kehidupan pribadinya dikuliti termasuk soal preferensi seksualnya yang sesungguhnya bukan urusan publik. Si mahasiswi pun dihadirkan sebagai salah satu saksi.
Foto: Le Pacte
Tapi yang paling menarik dari Anatomy of a Fall, terutama sekali lagi berkat skenarionya yang brilian, adalah bagaimana drama pengadilan ini membongkar hubungan Sandra dan Samuel. Bahwa komunikasi menjadi sekat di antara mereka, bahwa pemilihan bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi mereka ternyata adalah sebuah strategi ketakberpihakan.
Sandra yang Jerman dan Samuel yang Prancis mesti berbesar hati memilih bahasa Inggris sebagai medium untuk bercakap. Oleh karena itulah soal komunikasi pun menjadi jauh lebih besar dan terasa jauh lebih penting ketimbang yang pernah kita lihat dalam banyak film seputar gagalnya sebuah pernikahan.
Kita juga melihat bagaimana dua orang mencoba berkompromi dalam sebuah pernikahan. Mencoba berdiri di titik netral, mencoba berada di sebuah titik keseimbangan. Tapi netralitas, pun keseimbangan, selalu bisa dilihat berbeda oleh satu pihak dibanding yang lain.
Satu pihak bisa merasa dirinya sebagai korban, pihak lain bisa merasa bahwa dirinya yang selalu mengalah selama ini. Seperti kata Peter Drucker, seni komunikasi seharusnya bisa mendengarkan hal yang tak terkatakan. Sayangnya memang, hanya dalam pertengkaran sengit, kita baru bisa mendengarkan yang tak terkatakan dan dipendam selama ini.
Foto: Le Pacte
Sandra dan Samuel adalah kita. Kita adalah Sandra yang mencoba mengikuti yang diinginkan sang suami. Berpindah ke kampung suaminya, mencoba mengikuti yang diinginkan suaminya soal pilihan berkarier.
Kita adalah Samuel yang setelah sebuah tragedi mencoba kembali ke asal, mencoba menemukan kembali diri, tapi sekaligus merasa kehilangan diri di tengah-tengah proses itu. Kita adalah Sandra dan Samuel yang sering kali melihat diri terlalu banyak berkorban dan sering kali juga melihat diri sendiri sebagai korban.
Maka dengan begitu saja Sandra terseret dalam sebuah drama pengadilan yang seakan tak berkesudahan. Kehidupan pribadinya dikuliti termasuk soal preferensi seksualnya yang sesungguhnya bukan urusan publik. Si mahasiswi pun dihadirkan sebagai salah satu saksi.
Foto: Le Pacte
Tapi yang paling menarik dari Anatomy of a Fall, terutama sekali lagi berkat skenarionya yang brilian, adalah bagaimana drama pengadilan ini membongkar hubungan Sandra dan Samuel. Bahwa komunikasi menjadi sekat di antara mereka, bahwa pemilihan bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi mereka ternyata adalah sebuah strategi ketakberpihakan.
Sandra yang Jerman dan Samuel yang Prancis mesti berbesar hati memilih bahasa Inggris sebagai medium untuk bercakap. Oleh karena itulah soal komunikasi pun menjadi jauh lebih besar dan terasa jauh lebih penting ketimbang yang pernah kita lihat dalam banyak film seputar gagalnya sebuah pernikahan.
Kita juga melihat bagaimana dua orang mencoba berkompromi dalam sebuah pernikahan. Mencoba berdiri di titik netral, mencoba berada di sebuah titik keseimbangan. Tapi netralitas, pun keseimbangan, selalu bisa dilihat berbeda oleh satu pihak dibanding yang lain.
Satu pihak bisa merasa dirinya sebagai korban, pihak lain bisa merasa bahwa dirinya yang selalu mengalah selama ini. Seperti kata Peter Drucker, seni komunikasi seharusnya bisa mendengarkan hal yang tak terkatakan. Sayangnya memang, hanya dalam pertengkaran sengit, kita baru bisa mendengarkan yang tak terkatakan dan dipendam selama ini.
Foto: Le Pacte
Sandra dan Samuel adalah kita. Kita adalah Sandra yang mencoba mengikuti yang diinginkan sang suami. Berpindah ke kampung suaminya, mencoba mengikuti yang diinginkan suaminya soal pilihan berkarier.
Kita adalah Samuel yang setelah sebuah tragedi mencoba kembali ke asal, mencoba menemukan kembali diri, tapi sekaligus merasa kehilangan diri di tengah-tengah proses itu. Kita adalah Sandra dan Samuel yang sering kali melihat diri terlalu banyak berkorban dan sering kali juga melihat diri sendiri sebagai korban.
Lihat Juga :