TikTok Terancam Dilarang Putar Lagu Taylor Swift, BTS, Billie Eilish, dan Penyanyi Populer Lainnya
Rabu, 31 Januari 2024 - 20:22 WIB
Mengutip Billboard, mereka mengatakan sangat prihatin dengan tarif yang ditawarkan TikTok untuk membayar katalognya. Masalah lainnya adalah jumlah konten di TikTok yang melanggar karya artis dan penulis lagu tanpa memberikan "solusi berarti" untuk membantu mereka melawannya, tingkat kebencian dan pelecehan di platform tersebut, serta sikap TikTok terhadap kecerdasan buatan (AI).
“TikTok mengusulkan untuk membayar artis dan penulis lagu kami dengan tarif yang jauh lebih kecil dari tarif yang dibayarkan oleh platform sosial besar di lokasi serupa,” bunyi surat itu.
"Sebagai indikasi betapa kecilnya kompensasi yang diberikan TikTok kepada artis dan penulis lagu, meskipun basis penggunanya sangat besar dan terus berkembang, pendapatan iklan meningkat pesat, dan ketergantungan pada konten berbasis musik semakin meningkat, TikTok hanya menyumbang sekitar 1% dari total pendapatan kami," lanjut surat tersebut.
Masih menurut UMG, selama negosiasi, raksasa media sosial milik ByteDance ini menuntut hak kontrak yang memungkinkan konten AI secara besar-besaran mengurangi jumlah royalti bagi seniman manusia. Sementara mereka mengembangkan alat untuk mengaktifkan, mempromosikan, dan mendorong penciptaan musik dari AI.
UMG melanjutkan bahwa saat diminta solusinya atas masalah-masalah yang diungkapkan, TikTok malah menanggapinya dengan "ketidakpedulian, dan kemudian dengan intimidasi”.
“TikTok mengusulkan untuk membayar artis dan penulis lagu kami dengan tarif yang jauh lebih kecil dari tarif yang dibayarkan oleh platform sosial besar di lokasi serupa,” bunyi surat itu.
"Sebagai indikasi betapa kecilnya kompensasi yang diberikan TikTok kepada artis dan penulis lagu, meskipun basis penggunanya sangat besar dan terus berkembang, pendapatan iklan meningkat pesat, dan ketergantungan pada konten berbasis musik semakin meningkat, TikTok hanya menyumbang sekitar 1% dari total pendapatan kami," lanjut surat tersebut.
Masih menurut UMG, selama negosiasi, raksasa media sosial milik ByteDance ini menuntut hak kontrak yang memungkinkan konten AI secara besar-besaran mengurangi jumlah royalti bagi seniman manusia. Sementara mereka mengembangkan alat untuk mengaktifkan, mempromosikan, dan mendorong penciptaan musik dari AI.
UMG melanjutkan bahwa saat diminta solusinya atas masalah-masalah yang diungkapkan, TikTok malah menanggapinya dengan "ketidakpedulian, dan kemudian dengan intimidasi”.
Lihat Juga :