Penyebab Sakit Kepala Tak Kunjung Sembuh pada Usia Muda, Waspadai Darah Tinggi
Jum'at, 02 Februari 2024 - 06:00 WIB
Profesor Zubairi juga mengungkapkan jika darah tinggi bukan hanya dialami oleh usia lanjut, melainkan juga bisa terjadi pada kelompok usia muda. Bahkan jumlah penderita darah tinggi yang rutin mengkonsumsi obat secara terkontrol pun hanya sekitar 20-30%.
“Lho bisa. Misalnya di Amerika, ada 48% penduduk berusia di atas 18 tahun memiliki darah tinggi dan sebagian tidak tahu bahwa dirinya punya darah tinggi,” ujarnya.
Oleh karenanya, kondisi sakit kepala yang tak kunjung sembuh bisa jadi disebabkan karena mengalami darah tinggi. Sehingga jika hal ini terus terjadi, alangkah lebih baiknya jika Anda mengukur dan terus memantau tekanan darah dari waktu ke waktu dan disampaikan kepada dokter.
Lebih lanjut, faktor lain penyebab pusing yang tak kunjung sembuh menurut Profesor Zubairi yaitu migrain. Ia menyatakan bahwa terdapat empat fase yang akan dialami seseorang ketika terkena migrain, yaitu prodromal, aura, attack, dan postdrome
“Prodromal yang kadang-kadang membuat sukar buang air besar. Aura yang menyebabkan penglihatan seperti ada warna putih, enggak begitu nyaman,” kata Profesor Zubairi.
“Lho bisa. Misalnya di Amerika, ada 48% penduduk berusia di atas 18 tahun memiliki darah tinggi dan sebagian tidak tahu bahwa dirinya punya darah tinggi,” ujarnya.
Oleh karenanya, kondisi sakit kepala yang tak kunjung sembuh bisa jadi disebabkan karena mengalami darah tinggi. Sehingga jika hal ini terus terjadi, alangkah lebih baiknya jika Anda mengukur dan terus memantau tekanan darah dari waktu ke waktu dan disampaikan kepada dokter.
Lebih lanjut, faktor lain penyebab pusing yang tak kunjung sembuh menurut Profesor Zubairi yaitu migrain. Ia menyatakan bahwa terdapat empat fase yang akan dialami seseorang ketika terkena migrain, yaitu prodromal, aura, attack, dan postdrome
“Prodromal yang kadang-kadang membuat sukar buang air besar. Aura yang menyebabkan penglihatan seperti ada warna putih, enggak begitu nyaman,” kata Profesor Zubairi.
Lihat Juga :