Apa Itu FOBO? Ternyata Lebih Bahaya dari FOMO!

Kamis, 08 Februari 2024 - 18:48 WIB

4 Alasan FOBO Lebih Berbahaya Dibandinng FOMO



1. Sulit Mengambil Keputusan

Lain halnya dengan FOMO yang mendorong kita melakukan sebanyak mungkin hal, FOBO justru membuat kita terdiam—bahkan tidak melakukan keputusan apa pun seakan-akan lumpuh.

Dampaknya, FOBO menjadikan seseorang sulit dalam mengambil sebuah keputusan karena selalu khawatir akan ada pilihan yang lebih baik dan tidak dipilih olehnya. FOBO mirip dengan kebiasaan menekan tombol snooze setiap kali alarm berbunyi. Sebenarnya, kita hanya menunda segalanya.

2. Meninggalkan yang Baik tapi Tidak mendapatkan Apa pun

McGinnis juga menyebutkan dalam bukunya, bahwa FOBO jauh lebih berbahaya dari FOMO. FOBO membuat kita selalu mencari “yang terbaik” dalam setiap pengambilan keputusan sembari membuka opsi-opsi lainnya. Hal tersebut membuat kita susah untuk mengatakan “ya” atau “tidak” dengan pasti alias plin-plan.

Akhirnya, FOBO membuat kita berlarut dengan menentukan pilihan dalam waktu yang lama. Seharusnya kita dapat memanfaatkan waktu itu untuk melakukan hal lain yang lebih efektif. Lebih parahnya lagi, FOBO dapat menghilangkan kesempatan-kesempatan emas yang sebenarnya telah datang, tapi tidak kita ambil.

3. Orang Lain Bisa Kena Imbasnya

Alasan lain FOBO lebih berbahaya dari FOMO, karena FOBO tidak hanya merugikan diri sendiri tetapi juga orang lain. Bayangkan, apabila kita terlalu ragu dalam menentukan pilihan, lalu pada saat bersamaan ada orang lain yang menunggu keputusan kita.

Orang lain yang seharusnya dapat melakukan aktivitasnya, menjadi terhambat atau bahkan gagal hanya karena kebingungan kita dalam mengambil keputusan.



Foto: Getty Images

4. FOBO Menjadikanmu Egois

Apabila dibiarkan, FOBO dapat membuat seseorang menjadi tidak konsisten dan egois. Bagi mereka, segala pilihan harus tetap diupayakan secara maksimal meskipun hal itu dapat membuat orang lain tidak nyaman.

David Brooks, dalam tulisannya yang berjudul The Golden Age of Bailingmemberikan fakta bahwa orang dengan gejala FOBO kerap membatalkan janji dan mengambil kesempatan-kesempatan lainnya, tanpa memikirkan orang lain.

Cara Mengatasi FOBO

Kalau kamu termasuk ke dalam beberapa kriteria di atas, mungkin kamu mengidap FOBO dalam dirimu. Sayangnya kamu tidak dapat terlepas dari FOBO secara keseluruhan dalam waktu yang cepat, akan tetapi kamu dapat mengendalikan FOBO-mu dengan mengikuti beberapa hal ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!